Tiap tahun alutsista ditambah

0 komentar

Setiap tahun anggaran baru, TNI-AD akan terus menambah alutsista (alat utama sistem persenjataan) guna menuju minimum esensial (minimum essential force).Demikian ditegaskan oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Budiman kepada wartawan usai menghadiri gladi kotor upacara Hari Juang Kartika 2011 di Lapangan Mako Brigif 15 Kujang Cimahi, Jawa Barat, Senin.
“Untuk tahun 2012 kita akan mendatangkan 100 tank Leopard 2A6 buatan Jerman. Kita sengaja membeli tank jenis itu, karena saat ini jenis itu merupakan tank terbaik yang ada di dunia. Dan kemampuan alat tempur kita harus terus dibenahi,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu alasan TNI AD membeli alutsista dari luar negeri karena sejumlah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang ada seperti PT Pindad, LEN, PAL, dan Kojabahari belum mampu menciptakan sistem persenjataan serupa. Meskipun terpaksa membeli Alutsista produk asing, pihaknya selalu menerapkan persyaratan transfer of technology.

“Kalau pun kita terpaksa harus membeli persenjataan dari luar, kita syarakatkan kepada produsennya untuk mau transfer ilmu pengetahuan kepada kita. Makanya, saat melakukan pembelian kita sengaja bawa tenaga ahli dari Pindad dan BUMN lainnya agar bisa mengadopsi teknologi yang telah negara lain gunakan,” ujarnya.
Ia menargetkan bahwa hingga 2014 mendatang sejumlah alutsista penting yang dibutuhkan TNI AD sudah bisa terpenuhi secara bertahap tiap tahunnya.

Menurutnya, pemenuhan alutsista merupakan tahap terakhir yang dilakukan TNI AD setelah fase pembangunan dan peningkatan SDM (sumber daya manusia) dilakukan dan kesejahteraan prajurit terpenuhi.
“Dalam rangka meningkatkan SDM kita benahi dengan peningkatan lembaga pendidikan yang ada. Latihan tempur dan anggaran pendidikan untuk hal ini sudah kita tambah. Meski demikian mengenai anggaran detail untuk pendidikannya tidak bisa saya sebutkan,” ujarnya.

Begitu juga dengan kesejahteraan sudah dipenuhi oleh pemerintah. Prajurit telah diberi remunerasi yang cukup termasuk memperhitungkan bagi mereka yang telah berkeluarga dan biaya pendidikan anaknya.Sedangkan mengenai peringatan Hari Juang Kartika 2011 yang digelar di Cimahi, menurutnya akan melibatkan sedikitnya 4.000 prajurit termasuk dari kalangan sipil seperti FKPPI dan Angkatan Muda Siliwangi. Hari Juang Kartika merupakan peringatan Hari Jadi Angkatan Darat.

“Meskipun hari jadi, dalam pelaksanaannya kita akan lakukan secara sederhana di berbagai bidang. Apa yang ada dan miliki akan kita tampilkan tanpa harus melebih-lebihkan dengan memaksa memanggail satuan di luar Cimahi,” ujarnya.
Continue reading →

Baksos Kopassus di Nanga Badau

0 komentar
Kapuas Hulu - Selama tiga hari, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar bakti sosial (13-15 Desember) di Nanga Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat (Kalbar).Baksos ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan peran prajurit di tengah masyarakat. Baksos dititik beratkan pada kegiatan pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan.

Baksos diawali dengan kunjungan Wakil Komandan Jenderal Kopassus, Brigjen TNI Doni Munardo, ke kantor Kabupaten Kapuas Hulu. Adalah Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana,Selasa (13/12) pagi.

Hadir dalam kunjungan itu, Sekretaris Daerah, Ir H Muhammad Sukri, Ketua DPRD Ade M Zulkifli dan Wakil Ketua DPRD, M Yusuf Habibie dan Agustinus Ding, SH. Turut pula hadir,  Kapolres Kapuas Hulu, Kejari, Danyon 644 Walet Sakti dan perwakilan dari Pengadilan Negeri Putussibau.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Brigjen TNI Doni Munardo, mengatakan bahwa Baksos ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan latihan yang di gelar Kopasus di Kalimantan Barat.  Latihan Kopassus sendiri digelar sejak 28 November. Di sana, prajurit Kopassus antara lain dilatih untuk pengenalan medan Kabupaten Melawi,  khususnya rawa, sungai dan hutan.

Informasi dari Kepala Penerangan Kopassus menyebutkan, bahwa wilayah Kalimantan Barat dinilai sangat cocok untuk latihan. Di sana, para  prajurit khusus muda, diajarkan mengenal lebih jauh medan rawa, sungai dan hutan yang sesungguhnya. Selain itu latihan juga ditujukan untuk meningkatkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air kepada para prajurit.
Continue reading →

Kilas Balik : Serangan Militer Belanda Di Indonesia

0 komentar
Tahun 1945 perang dunia ii berakhir, belanda yg telah lepas dari cengkeraman nazi german ternyata msh menyimpan mimpi utk menguasai kembali hindia belanda, belanda tak rela sumber kekayaan yg selama 350 thn telah memberi mereka kemakmuran lepas sia-sia. Mereka segera memobilisasi pemuda2nya untuk dikirim ke nusantara. Babak ini mengawali perang yang kejam yg berkobar hingga empat thn lamanya di indonesia.
 
 
kapal pengangkut “m.c. Muir” di pelabuhan amsterdam siap berangkat ke nusantara.
 
pendaratan pertama pasukan belanda di pulau weh, aceh.
Marinir belanda dalam “aksi pembersihan” di sekitar surabaya, 11 mei 1946
 
berlindung di balik tanggul ketika ditembaki pejuang republik dari balik seberang selokan.
 

Tak lama kemudian dua orang marinir terluka. Prajurit medis dan imam tentara sedang merawat yg terluka


sesudah itu, salah seorang anggota marinir mati tertembak, disebelahnya seorang lagi menembaki sebuah gubuk yg merupakan sarang senapan mesin pejuang republik.

Patroli Marinir belanda

 
Marinir belanda di jawa timur sedang melintasi kampung yang terbakar.
 
 
 
 
surabaya
 
saat kota surabaya di bom bardir
pinggiran kota jogja
 
Di jogja:
 
pahlawan republik yang gugur, pos perjuangan:
melucuti senjata:
letjen simon h. Spoor, panglima tertinggi tentara belanda di indonesia sejak januari 1946.
Continue reading →

Emerging Triumphant out of Chakravyuh, Indian and Indonesian Troops Train together to Fight Terror

0 komentar
The Armies of India and Indonesia concluded a week-long joint military exercise today. The operational part of the first-ever platoon-level joint training exercise, Exercise ‘Garuda Shakti’, was conducted at the Indian Army’s elite 'Counter Insurgency and Jungle Warfare School’ (CIJWS), Vairengte in Mizoram.

Training together to counter the scourge of insurgency in various contemporary scenarios including jungle warfare, Chakravyuh, the three-day outdoor validation exercise, tested the weeklong training, imparted at various Counter Insurgency (CI) modules and at the plethora of firing ranges in the guerrilla warfare school. Chakravyuh ended with the busting of a simulated insurgent hideout in Mizoram’s Lushai Hills, in the wee hours today, after a grueling nightlong march.

The Indonesian National Army (Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat, TNI-AD, in short) troops led by Lt Col Gatot Heru Puana of KOSTRAD (Indonesian Army’s Strategic Reserve Command) belonging to the 13th Infantry Brigade comprised of five officers, six Non-Commissioned Officers and 14 Privates. Troops from the 19th Madras Infantry Battalion, of 21 Mountain Division under Eastern Command, currently deployed in CI operations in the northeast sector, comprised the Indian side.

“They are very sincere, devoted, well-prepared and eager to learn,” said CIJWS Commandant, Maj Gen AK Sen, talking about the Indonesian troops while observing from close quarters the ‘slithering’ and ‘special heliborne operations’ from an IAF Mi-17 flown in from nearby Kumbhirgram airbase in Silchar, Assam. “The visiting troops were put through a rigorous initiation process, and they fared as good as their Indian counterparts,” he added.

The exercise which began on February 20, is aimed at building closer military-to-military ties, among its many other objectives. “This training has actually helped us to know each other’s procedure and drills including firing tactics,” said Gen Sen, adding that the firing ranges at CIJWS particularly interested the Indonesian troops, just as they did to the Bangladeshi, Polish and Israeli troops who trained here in the recent past.

CIJWS Vairengte has over 13 different types of firing ranges catering to every conceivable indoor and outdoor scenario, ranging from urban, semi-urban to rural settings. Bringing in realism in training, Infantry Weapons Effect Simulation System (IWESS) and Small Arms Training Simulators (SATS) are also extensively used. The landscape and the inimitable replicated settings here in CIJW make it the most preferred destination to train for several armies of the world.

For proper assimilation of the nuances in CIJW operations for the Indonesian troops, all training and attack drills were coordinated by having two mixed platoons (comprising around 30 soldiers each) of KOSTRAD soldiers and the Indian Infantry troops, overseen by senior military observers.

Praising the professionalism of the Indian Infantry soldiers, the leader of the Indonesian troops, Col Gatot observed that the Indian troops are very well equipped to fight the insurgents. While finding some of the training tactics very similar, he said that the concept of ‘Buddy’ system was something they would like to emulate. “Back home we operate in big groups,” he says.

A conglomeration of more than 17,500 islands on either side of the equator, the Indonesian Republic whose national fabric represents ‘Unity in Diversity’ as much as it is avowed here in India, has also been besieged with terror-related attacks in recent times. “Our counter-insurgency related operations are mostly in the border areas,” the Colonel apprised, adding that the training would come in good stead upon their return.

The formal closing of ‘Ex-Garuda Shakti’ will take place tomorrow, with both sides exchanging feedback and mementoes, and rounding off with a military-style campfire with gourmet meals, comprising both Indian and Indonesian delicacies, including cultural exchanges.
Continue reading →

PTDI Serahkan Helikopter Transporter ke TNI

0 komentar
PT Dirgantara Indonesia (PTDI), produsen pesawat terbang nasional menyerahkan tiga baru unit helikopter jenis Bell 412 EP kepada Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Pengadaan pada helikopter yang diproduksi PTDI ini menjadi bukti dan komitmen kami untuk pengadaan persenjataan dalam negeri sehingga dapat meningkatkan daya saing mereka (TNI)," kata Direktur PTDI Budi Santoso dalam upacara penyerahan hari ini di Bandung, Jawa Barat (2/3/2012).
Diberitakan Xinhua, upacara pelepasan yang berlangsung di pabrik PTDI itu, disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro.

Purnomo menyebutkan, helikopter ini akan memperkuat skuadron helikopter TNI yang sekarang berjumlah 32 helikopter yang terdiri dari 24 helikopter serbu dan 8 helikopter penyerang.
Dalam memproduksi helikopter Bell 412 EP ini, PTDI menggalang kerjasama dengan produsen helikopter Asal Amerika Serikat (AS), Bell Helicopter Textron Incorporated.
Helikopter jenis ini memiliki fungsi transporter dan mampu membawa 15 personel dan tiga ton barang, termasuk senapan mesin untuk kebutuhan operasi militer.
Continue reading →

BISNIS SENJATA: Pindad raup penjualan Rp1,5 triliun

0 komentar
PT Pindad (Persero) pelan-pelan menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang setiap tahun menghasilkan keuntungan cukup besar.  Setiap tahun, angka penjualan yang ditargetkan BUMN yang memproduksi alat utama sistem persenjataan (alustsista)  ini selalu tercapai. 

Direktur Utama PT Pindad, Adik Avianto Soedarsono kepada bisnis-jabar.com menuturkan jika tahun 2011 lalu perusahaannya kembali meraih keuntungan. “Total penjualan tahun lalu kami mencapai Rp1,5 triliun,” katanya.

Angka penjualan produk terbesar masih dari Tentara Nasional Indonesia. “Itu sampai Rp1,3 triliun,” katanya.  Dalam empat tahun terakhir, penjualan alutsista Pindad terus meningkat.
Dalam catatan Adik, trend positif ini terjadi sejak tahun 2008, di mana penjualan alutsista Pindad meraih Rp590 miliar. Jumlah itu meningkat menjadi Rp900 miliar pada tahun 2009, dan Rp1 triliun tahun 2010.
Tahun ini Pindad menargetkan penjualan mencapai angka Rp2 triliun. “Saya harapkan totalnya jadi Rp2 triliun,” katanya. TNI tetap akan menjadi penyumbang penjualan terbesar. “Dari TNI diharapkan menjadi 1,5 triliun,” tutur Adik.

Dari pengadaan amunisi untuk TNI saja, tahun lalu Pindad berhasil menjual hingga Rp700 miliar.(
Continue reading →

Pindad Targetkan Penjualan 2 Trilyun di Tahun 2012

0 komentar

PLM 861 Peluncur Roket Modular, produk baru PT Pindad (photo : Kaskus Militer)

Pindad Raup Penjualan Rp1,5 triliun

BANDUNG (bisnis-jabar.com): PT Pindad (Persero) pelan-pelan menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang setiap tahun menghasilkan keuntungan cukup besar. Setiap tahun, angka penjualan yang ditargetkan BUMN yang memproduksi alat utama sistem persenjataan (alustsista) ini selalu tercapai.

Direktur Utama PT Pindad, Adik Avianto Soedarsono kepada bisnis-jabar.com menuturkan jika tahun 2011 lalu perusahaannya kembali meraih keuntungan. “Total penjualan tahun lalu kami mencapai Rp1,5 triliun,” katanya.

Angka penjualan produk terbesar masih dari Tentara Nasional Indonesia. “Itu sampai Rp1,3 triliun,” katanya. Dalam empat tahun terakhir, penjualan alutsista Pindad terus meningkat.

Konfigurasi peluncur PLM-861 dapat memakai 8 roket 122mm atau 6 roket 200mm atau 1 roket kendali 200mm (photo : Commando)
Dalam catatan Adik, trend positif ini terjadi sejak tahun 2008, di mana penjualan alutsista Pindad meraih Rp590 miliar. Jumlah itu meningkat menjadi Rp900 miliar pada tahun 2009, dan Rp1 triliun tahun 2010.

Tahun ini Pindad menargetkan penjualan mencapai angka Rp2 triliun. “Saya harapkan totalnya jadi Rp2 triliun,” katanya. TNI tetap akan menjadi penyumbang penjualan terbesar. “Dari TNI diharapkan menjadi 1,5 triliun,” tutur Adik.

Dari pengadaan amunisi untuk TNI saja, tahun lalu Pindad berhasil menjual hingga Rp700 miliar.
Continue reading →

Rencana Pembelian Helikopter Apache Belum Deal

0 komentar
Markas Besar Tentara Nasional Indonesia menyatakan pembelian delapan unit helikopter tempur jenis Apache dari Amerika Serikat belum memasuki tahap kontrak. Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, mengaku belum ada persetujuan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat soal rencana pembelian itu. "Prioritasnya masih untuk main battle tank, roket, dan rudal armed," katanya di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 28 Februari 2012.


Meski begitu, pembelian delapan unit Apache dari Amerika termasuk dalam daftar belanjaan alat utama sistem persenjataan. Daftar itu disusun untuk memenuhi standar kekuatan minimum (minimum essential forces) TNI yang dirancang sampai 2024.

Selain heli jenis Apache, alat utama sistem persenjataan yang akan dibeli secara bertahap sampai 2024, antara lain kendaraan tempur jenis main battle tank, rudal, helikopter serbu dan segala macam perlengkapan militer lainnya. "Itu ditata sampai 2024," kata Iskandar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah berencana untuk membeli sejumlah heli tempur jenis Apache dari Amerika. Hal itu dilakukan untuk menambah kekuatan alutsista. "Kalau tidak salah sebanyak delapan unit," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di kantornya, Kamis, 9 Februari 2012, lalu.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan akan banyak proyek pengadaan alutsista. Jenis alutsista yang dibeli beragam, yang bergerak dan tidak bergerak. Rencana pembelian diajukan oleh ketiga matra (TNI AD, TNI AL dan TNI AU) ke Markas Besar TNI, lalu ke kementerian. "Dari situ (baru) ada pembelian," kata Purnomo.
Continue reading →

PT Dirgantara Produksi 7 Helikopter TNI

0 komentar
PT Dirgantara Indonesia menyerahkan tiga unit helikopter jenis Bell 412 EP kepada TNI hari ini. ”Ini merupakan bagian pertama dari nantinya jumlahnya tujuh unit,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Bandung, Jumat, 2 Maret 2012.


Jenis helikopter angkut/serbu ini dibuat PT Dirgantara bersama Bell Helicopter Textron Inc, produsen helikopter asal Amerika. Dari semua unit yang dijadwalkan diserahkan tahun ini, empat unit digunakan oleh TNI Angkatan Darat dan tiga unit oleh TNI Angkatan Laut.

Helikopter seri terbaru di kelasnya ini dapat mengangkut 10 personel, mampu mengangkat beban hingga 3 ton, serta bisa dipersenjatai dengan senapan mesin.

”Helikopter ini bisa dipakai sebagai helikopter serbu, tapi bisa juga dipakai untuk helikopter angkut,” kata Purnomo.

Nilai pembelian tujuh unit helikopter itu lebih dari Rp 700 miliar. Anggaran untuk membeli setiap unit helikopter ini tembus Rp 102 miliar.

Pemerintah menargetkan penambahannya hingga 50 persen dari jumlah helikopter yang dimiliki TNI saat ini. Jumlah helikopter yang dimiliki TNI saat ini 76 unit. Rinciannya, TNI AD mengoperasikan 23 unit, TNI AL 10 unit, dan TNI AU 43 unit. ”Selama 66 tahun kita merdeka, kita mempunyai total jenderal 76 helikopter. Pada lima tahun ini kita akan membangun lebih dari separuh jumlah yang kita capai saat ini,” kata Purnomo. ”Pemerintah telah menyediakan dana yang cukup untuk membangun alutsista ini dalam belanja modal.”

Sedikitnya, kata Purnomo, dalam anggaran perubahan tahun ini sudah disiapkan dana untuk membeli 38 unit helikopter jenis Bell itu untuk kebutuhan TNI Angkatan Darat. ”Sudah sejumlah 38 unit, sampai dengan tahun anggaran 2012, khusus Bell,” kata dia.

Khusus untuk kebutuhan helikopter serang, Purnomo mengaku belum diputuskan jenisnya. Sempat mengemuka opsi pembelian helikopter Apache atau Cobra. ”Belum ditentukan, tapi kita akan ikut sertakan BUMN dalam hal ini,” kata Purnomo.

Punomo mengatakan, untuk pemenuhan kebutuhan alutsista TNI, pihaknya memprioritaskan produk dalam negeri, di antaranya PT Dirgantara Indonesia. Soal opsinya, kata dia, bisa berupa joint production serta offtacker-offset, yakni mendapatkan manfaat maksimal, misalnya dalam bentuk pemeliharannya. ”Atau ikut serta dalam pembuatannya nanti,” kata dia.

Soal peluang PT Dirgantara Indonesia mendapatkan pesanan itu, Purnomo mengatakan bergantung pada kemampuan perusahaan itu. ”Berpulang pada kemampuan mereka,” katanya.

Dalam seremoni penyerahan helikopter itu di hanggar perakitan helikopter milik PT Dirgantara Indonesia, Direktur Utama Budi Santoso mengatakan helikopter yang diserahkan ini merupakan hasil kontrak pembelian tahun lalu. PT Dirgantara bersama Bell Helicopter telah memproduksi medium class helicopter semacam ini sejak 1982. Model Bell 412 EP memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan seri sebelumnya, di antaranya power yang lebih besar.

Budi mengatakan perusahaannya sempat menutup production-line helikopter kelas medium itu sejak 2003-2004 lalu. Produksi terakhir helikopter ini oleh PT Dirgantara Indonesia dikerjakan tahun 2007-2008. ”Setelah itu enggak ada lagi (pemesanan),” kata dia.

Dalam waktu dekat, PT Dirgantara Indonesia akan membuka lagi production-line khusus untuk memproduksi helikopter Bell 412 EP. Menurut Budi, perwakilan Bell Helicoter sejak dua pekan lalu sudah mengunjungi hanggar perakitan untuk produksi helikopter itu di PT Dirgantara Indonesia. ”Mereka melihat peralatan kita, mana yang harus diperbaiki, mana yang enggak,” kata dia.

Ketua Komisi I DPR RI T.B. Hasanudin mengatakan, untuk proyeksi hingga 2014 nanti, Kementerian Pertahanan dan TNI sudah menyiapkan pemesanan 40 unit helikopter beragam jenis. ”Tidak kurang Rp 4,2 triliun disediakan untuk itu,” kata dia.

Purnomo Yusgiantoro menyaksikan penandatanganan berita acara serah-terima helikopter itu yang diteken Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia dengan Wakil Asisten Logistik KSAD Brigadir Jenderal TNI Nengah Widana serta Asisten Logistik KSAL Laksamana Muda TNI Sru Handayanto. Log book tiga unit helikopter itu lalu diserahkan Budi kepada Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ediwan Prabowo. Hadir dalam acara itu sejumlah pejabat teras TNI, di antaranya Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Soeparno serta Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen TNI Budiman.
Continue reading →

RI-Prancis Bangun Kerja Sama Pertahanan

0 komentar
Kementerian Pertahanan Indonesia bersama dengan Kementerian Pertahanan Perancis melakukan penandatangan kerjasama bidang pertahanan. Kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan dan upaya menjaga perdamaian dunia.
" Perancis ingin meningkatkan kerjasama dengan Indonesia di bidang penanganan aksi terorisme dan pengamanan jalur maritim dari pembajakan," kata Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Paris, Rabu (19/2).
Penandatangan ini dilakukan wakil dari Kementerian Pertahanan Perancis, IGA Daniel Argenson. Turut menemani KSAD Jendral TNI Pramono Edhi Wibowo dan Atase Pertahanan KBRI Paris Kolonel Pnb Erwin Buana Utama.
Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa latar belakang penandatangan kerjasama antara Indonesia dan Perancis adalah dalam rangka menindaklanjuti Joint declaration on strategic partnership antara Pemerintah Indonesia dan Perancis yang disepakati dalam pertemuan Presiden SBY dan PM Perancis Francois Fillon pada bulan Juli tahun lalu.
Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, kunjungannya ke Paris intinya adalah meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Perancis dan memastikan konsep dari kesepakatan yang dilakukan antara kedua kepala Negara dalam Partnership Cooperation Agreement yang saling menguntungkan kedua Negara.
Dikesempatan ini, Sjafrie juga mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melakukan modernisasi peralatan militer khususnya alat utama sistem senjata (alutsista) sesuai dengan perkembangan teknologi dalam menjaga keamanan wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, katanya, modernisasi Alutsista ini sejalan dengan kemajuan ekonomi Indonesia yang terus meningkat yang selama ini menjadi focus pemerintah dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu Atase Pertahanan KBRI Paris Kolonel Pnb Erwin Buana Utama mengatakan bahwa telah disepakati teknis penataan tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan antara kementerian Pertahanan RI dengan Menteri Pertahanan dan Veteran Affair Perancis.
Dikatakannya deklarasi bersama mengenai Kemitraan Strategis Indonesia-Perancis itu merupakan landasan kuat bagi kerja sama yang lebih luas dan terarah antara kedua negara di masa mendatang
Menurut Kolonel Pnb Erwin Buana Utama kedua Negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan yang telah dijalin kedua negara terutama dalam hal pendidikan serta meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Indonesia, dalam hal alutsista khususnya produksi Prancis.
RUU Inhankam
Ditempat terpisah, Anggota Komisi I DPR Al Muzzammil Yusuf berharap RUU Industri pertahanan dan keamanan (RUU Inhankam) bisa dijadikan solusi kemandirian alutsista)nasional.
"Melalui RUU ini nantinya diharapkan Indonesia tidak menjadi negara konsumen alutsista abadi, dapat mendorong pemberdayaan dan peningkatan SDM dalam negeri dan membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat," uja Al Muzzammil di Jakarta, Kamis.
Harapannya juga bahwa RUU ini bisa membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat sehingga pengangguran bisa pula diserap melalui industri pertahanan ini.

Dalam RUU tersebut, ia menambahkan, diatur bahwa pemerintah ikut terlibat dalam menjaga keberlangsungan industri pertahanan dengan memberikan modal sekaligus sebagai klien utama industri pertahanan.
Continue reading →

PT. DI Serahkan Helikopter Bell 421 EP Kepada TNI

0 komentar
Cetak
Bandung, DMC Seiring dengan komitmen pemerintah terhadap penggunaan produksi industri pertahanan dalam negeri, kekuatan Alutsista TNI kembali diperkuat dengan kehadiran tiga unit Helikopter Bell 412 EP, masing-masing 2 unit untuk TNI AD dan 1 unit untuk TNI AL, produksi kedirgantaraan dalam negeri dalam hal ini PT. Dirgantara Indonesia (DI) yang mendapat lisensi langsung dari Bell Helicopter Textron Inc, Amerika Serikat.
 

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan Berita Acara Serah Terima tiga unit Helikopter Bell 412 EP yang dilakukan oleh Direktur PT. DI Budi Santoso, Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksda TNI Sru Handayanto dan Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Kasad Brigjen TNI Nengah Widana, Jum’at, (2/3), di Rotary Wing Hall PT. DI, Bandung.

Penyerahan dan penandatanganan tersebut disaksikan langsung  Menteri Pertahanan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro, Pimpinan Komisi I DPR RI, TB. Hasanudin, Kasal Laksamana TNI Soeparno, Wakasad Letjen TNI Budiman, S.IP., Ka Baranahan Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI, Mabes AD dan Mabes AL.
 
Penyerahan tiga unit Helikopter Bell 412 EP APBN-P TA. 2011 tersebut merupakan penyerahan tahap pertama dari total pesanan berjumlah 7 unit. Saat ini, PT DI masih mengerjakan sisa 4 unit Bell 412 EP yang diperuntukkan 2 unit bagi TNI AD dan 2 unit untuk TNI AL. Total anggaran yang digunakan dari APBN-P 2011 untuk pengadaan 1 unit Helikopter Bell 421 EP ini sekitar 102 Milyar Rupiah, dan total anggaran untuk pemesanan sebanyak 7 Unit Helikopter Bell 421 EP membutuhkan sekitar 700 Milyar Rupiah.

Pengadaan Helikopter Bell 412 EP dilakukan berdasarkan Rencana Strategis TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut Tahun 2009-2014 sebagai upaya pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI, khususnya helikopter angkut militer, yang selanjutnya armada ini akan memperkuat Alutsista TNI Angkatan Darat di Skadron 12 serbu Pusat Penerbangan AD (Puspenerbad) dan Skadron 400 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal).

Helikopter Bell 412 EP ini merupakan seri terbaru di kelasnya dan merupakan jenis helikopter angkut militer yang handal karena dapat mengangkut 10 orang personel serta mampu mengangkut beban sekitar tiga ton. Meski demikian, helikopter angkut ini bisa dipersenjatai dengan senapan mesin sehingga dapat digunakan untuk kegiatan operasi militer sekaligus operasi bantuan kemanusiaan serta penanganan bencana alam.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengatakan Pembelian helikopter Bell- 412 EP oleh kedua Angkatan merupakan bukti nyata komitmen pemerintah terhadap penggunaan produksi industri  pertahanan dalam negeri. Selain itu menjadi bukti keberhasilan industri pertahanan dalam negeri khususnya PT.DI  dalam memenuhi kebutuhan Alutsista TNI sehingga meningkatkan kemampuan operasional.

“Saya meyakini bahwa PT.DI akan berupaya secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan Alutsista pertahanan Indonesia, karena PT.DI telah berkomitmen akan tetap eksis jika produk-produknya dapat dimanfaatkan secara kontinyu oleh Kementerian Pertahanan dan TNI,” Ungkap Menhan.

Menurut Menhan, dalam rangka mendukung kemandirian dalam produksi Alutsista kedepannya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan, akan tetap concern dan terus melakukan berbagai terobosan. Diantaranya,  melakukan penyiapan perangkat lunak pengembangan industri dalam negeri maupun optimalisasi pendayagunaan produksi dalam negeri melalui kontrak pengadaan alat peralatan TNI.

“Pada akhirnya diharapkan kita dapat meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri sehingga dapat meminimalisasi ketergantungan pengadaan Alutsista dari luar negeri,” tutur Menhan.
Continue reading →

Kemhan: Tidak Ada Markup Anggaran Pembelian Sukhoi Jumat, 02/03/2012 - 22:46

0 komentar
Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa tidak ada penggelembungan anggaran dalam pembelian enam unit Sukhoi Su-30 MK2 dari Rosoboron Export, Rusia.
 
"Adanya mark up sebesar 55 juta dolar AS itu hanya hitung-hitungan yang berbeda," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen TNI Hartind Asrin di Bandung, Jumat (2/3).

Dijelaskannya, bisa jadi adanya selisih harga dari 475 juta dolar AS dan versi Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin sebesar 420 juta dolar AS akibat ketidaksamaan dalam melihat spare part suku cadang maupun spesifikasi lainnya. Karena itu, pihaknya bakal mengklarifikasikan hal itu kepada Mabes TNI AU. "Ini hanya masalah penghitungan saja yang tidak klop," ujarnya.

Hartind menegaskan, lantaran pembelian menggunakan mekanisme goverment to goverment (G to G) maka tidak boleh ada perantara. Sehingga pembelian tidak menggunakan broker dan Kemenhan hanya memberikan pendanaan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan TNI AU.

"Semua G to G kebijakannya, jadi tak ada broker. Tapi, user-nya itu TNI AU," ujar Hartind.
Sementara itu di tempat berbeda, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Azman Yunus mengaku tidak tahu menahu persoalan tersebut. TNI AU hanya memberikan spesifikasi yang dibutuhkan dalam pengadaan alutsista untuk ditindak lanjuti oleh Kemhan.

“Sesuai peraturan, pengadaan alutsista TNI prosesnya ada di Kemhan. Soal itu silakan ditanyakan ke Kemhan,” imbuh Azman.
Continue reading →

Beri Dukungan Moril, Komandan Indobatt 'Jenguk' Pasukan RI di Perbatasan Israel

0 komentar
Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) Letkol Inf Suharto Sudarsono meninjau kesiapsiagaan pos-pos perbatasan antara Negara Lebanon dengan Israel yang dijaga oleh prajurit TNI /Indobatt selama 24 jam pada Jumat (24/2) waktu setempat.
Suharto dalam keterangan persnya menyatakan tujuan peninjauan ke pos-pos perbatasan selain mengecek kesiapsiagaan prajurit secara langsung di lapangan juga memberikan dorongan moril dalam melaksanakan tugasnya.



Sebagai Komandan Indobatt, pihaknya harus turun dengan mengunjungi para prajurit yang bertugas di lapangan dan diharapkan dapat memberi dorongan moril dan semangat dalam melaksanakan? tugasnya, ujarnya.
Menurut dia, bila ada kendala-kendala yang dihadapi di lapangan, akan segera diketahui dan dicarikan solusi pemecahannya, sehingga tugas yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.
Kegiatan diawali dengan meninjau Observation Post (OP) Mata Kompi Delta, OP-16 dan OP-37 yang merupakan area Kompi Eagle yang berada disekitar garis pembatas (Blue Line) antar kedua negara Lebanon dengan Israel.

Sebelum kembali ke Markas, Komandan Indobatt meninjau Pos XC-5 dan M3 Point yang merupakan area tanggung jawab Kompi Chetah, Pos M3 Point lokasinya berdekatan dengan Pos LAF dan sungai Litani River yang rawan terhadap penyelundupan senjata.
Pelaksanaan peninjauan dilaksanakan dengan menggunakan tiga buah kendaraan tempur (Ranpur) jenis Anoa 6x6 produksi Indonesia, jenis VAB Komando dan jenis BTR 80 A.
Turut serta mendampingi Komandan Indobatt dalam kunjungannya ke pos-pos perbatasan, Perwira Polisi Militer Mayor Cpm Tatit Rosadi, Kasiops Satgas Kapten Inf Resa dan Perwira Pekas Satgas Kapten Cku Riko.
Continue reading →

TNI Ternyata Hanya Miliki 76 Helikopter

0 komentar
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, jumlah helikopter yang dimiliki TNI AD, TNI AL, dan TNI AU sebanyak 76 unit. Rinciannya, TNI AD memiliki 23 unit terdiri 15 helikopter serbu dan delapan helikopter serang. Pada 2009, kata Purnomo, pengadaan helikopter melalui kredit ekspor ada enam unit Bell 412 EP.


Rencananya periode 2010-2014, dilakukan pengadaan 20 unit helikopter yang juga melalui sistem kredit ekspor. "Dua unit Helikopter Bell 412 EP ini yang diserahkan kepada TNI AD dan satu unit ke TNI AL," kata Purnomo di Rotary Wing Hall PT DI di Bandung, Jumat, (2/3).

Dia melanjutkan, helikopter yang dimiliki TNI AL sebanyak 10 unit, yakni BO ada enam unit dan Bell ada empat unit. Menurut Purnomo, rencananya pengadaan periode 2010-2014 adalah Bell 412 EP sejumlah tiga unit. Untuk TNI AU, helikopter yang dimiliki mencapai 43 unit, terdiri Helikopter Colibri, Bell 47 Soily, dan NAS 332 Super Puma. Sesuai program awal, imbuhnya, TNI AU melakukan pengadaan sebanyak enam unit Helikopter EC 725 Full Combat SAR.

"Semua helikopter nanti digunakan untuk kegiatan operasi militer sekaligus operasi bantuan kemanusiaan, serta penanganan bencana alam," kata Purnomo. n c13
Continue reading →

TNI Menerima 3 Helikopter Baru, Bell 412 EP, dari PT DI

0 komentar
PT Dirgantara Indonesia (DI) menyerahkan tiga unit Helikopter Bell 412 EP, yang dibagi untuk TNI AD sebanyak dua unit dan satu unit untuk TNI AL. Penandatanganan naskah serah terima dilakukan Direktur Utama PD DI Budi Santoso dengan Wakil Asisten Logistis (Waaslog) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Brigradir Jenderal Nengah Widana dan Asisten Logistik (Aslog)Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda Sru Handayanto di kantor PT Di, Bandung, Jumat (2/2).


Hadir dalam acara tersebut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Aslog Panglima TNI Mayor Jenderal Hari Krisnomo, KSAL Laksamana Soeparno dan Wakil KSAD Letnan Jenderal Budiman. Menurut Budi Santoso, serah terima ini merupakan awal penyerahan sebagai bagian rencana peningkatan kemampuan Skuadron 12 Serbu Pusat Penerbangan AD (Puspenerbad) dengan kekuatan 32 unit helikopter, terdiri 24 unit helikopter serbu dan delapan unit helikopter serang.

Ia menjelaskan, helikopter angkut atau serbu adalah jenis medium dengan kapasitas 15 personel, yang sudah dioperasikan Skuadron 11/Serbu dan Skuadron 21/Sena Puspenerbad. Adapun TNI AL, paparnya, sudah mengoperasikan Bell 412 SP dan Bell 412 HP yang masuk armada helikopter Skuadron 400 Pusat Penerbangan AL (Puspenerbal).

"Helikopter Bell 412 EP ini adalah generasi terakhir dari jenis Helikopter Bell 412, yang pembeliaannya dianggarkan dalam APBN Perubahan tahun anggaran 2011," ujar Budi.

Dia melanjutkan, penyerahan Helikopter Bell 412 EP merupakan realisasi dari alokasi pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) yang bergerak untuk Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP). Pasalnya pemerintah sudah berkomitmen untuk memprioritaskan produk dalam negeri sebagai pemberdayaan industri strategis dalam negeri.

Budi mengatakan, Helikopter Bell 412 EP ini merupakan seri terbaru dikelasnya. Helikopter ini merupakan helikopter angkut dengan kapasitas 10 orang. Meski demikian, helikopter angkut ini bisa dipersenjatai dengan senapan mesin di dekat pintu kiri dan kanannya. "Pengadaan Helikopter Bell 412 EP ini melalui kontrak antara Mabes AD pada 15 Oktober 2010," kata Budi.
Continue reading →

Kemhan Serahkan 3 Helikopter Serbu ke TNI

0 komentar
BANDUNG (Suara Karya): Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyerahkan tiga unit Helikopter Bell 412 EP jenis serbu, yang dialokasikan untuk TNI Angkatan Darat (AD) dua unit dan satu unit untuk TNI Angkatan Laut (AL).








Penandatanganan naskah serah terima dilakukan di PT Dirgantara Indonesia (DI), Bandung, Jumat (2/3), oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (KaBaranahan) Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan Direktur Utama PT DI Budi Santoso, Wakil Asisten Logistis Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Waaslog KSAD) Brigjen TNI Nengah Widana dan Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Laut ((Aslog KSAL) Laksamana Muda TNI Sru Handayanto.
Serah terima helikopter disaksikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, KSAL Laksamana TNI Soeparno, Wakil KSAD Letjen TNI Budiman, Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Hari Krisnomo dan Kepala Pusat Komunikasi dan Publik (Kapuskomblik) Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin. Sementara dari legislatif hadir, diantaranya Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasunuddin dan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Fayakhun Andriadi.
Purnomo menyatakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan dan memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista). Pengadaan alutsista TNI itu dimaksimalkan melalui produksi dalam negeri.
"Seiring dengan komitmen pemerintah terhadap penggunaan produksi dalam negeri, maka kita (pemerintah) akan konsisten meningkatkan dan memperkuat alutsista TNI," ujar Menhan.
Khusus pengadaan Helikopter Bell 412 EP, jelas Menhan, sesuai rencana strategis TNI AD dan TNI AL tahun 2009 - 2014 sebagai upaya pemenuhan kebutuhan alutsista TNI. Helikopter jenis serbu yang juga bisa dioperasionalkan sebagai helikopter angkut ini akan memperkuat operasi Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad) dan Puspenerbal.
Sekarang ini, lanjut Purnomo, kekuatan alutsista helikopter yang dimiliki TNI dari tigaa matra udara, darat dan laut, berjumlah 76 unit. Rincian, 23 unit berada di jajaran Puspenerbad dan 10 unit di operasikan TNI AL serta 43 unit dimiliki TNI AU.
Sedangkan dalam skala waktu lima tahun ini, Purnomo mengungkapkan rencana pemerintah kembali mengadakan 29 unit helikopter Bell 412. Alokasinya, 20 unit jenis Bell 412 EP untuk TNI AD, tiga unit Bell 412 EP TNI AL dan enam unit untuk TNI AU jenis EC 7255 full combat SAR. "Tiga diantaranya, telah kita saksikan bersama diserahkan hari ini," jelas Menhan.
Budiman menyatakan, idealnya TNI AD membutuhkan sekitar 200 unit helikopter berbagai jenis untuk menunjang kegiatan militer yang ditargetkan bisa dicapai pada 2024. Jenis helikopter yang dibutuhkan yakni helikopter serbu, angkut, dan komando. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, TNI AD seoptimal mungkin menggunakan produksi PT Dirgantara Indonesia (DI).
Karena itu, lanjut Wakil KSAD, serah terima helikopter ini merupakan awal penyerahan sebagai bagian rencana peningkatan kemampuan Skuadron 12 Serbu Pusat Penerbangan AD (Puspenerbad) dengan kekuatan 32 unit helikopter, terdiri 24 unit helikopter serbu dan delapan unit helikopter serang.


Generasi Terbaru



Sementara, Budi Santoso menjelaskan, helikopter angkut atau serbu Bell 412 EP adalah jenis medium dengan kapasitas 15 personel, yang sudah dioperasikan Skuadron 11/Serbu dan Skuadron 21/Sena Puspenerbad. Adapun TNI AL, paparnya, sudah mengoperasikan Bell 412 SP dan Bell 412 HP yang masuk armada helikopter Skuadron 400 Pusat Penerbangan AL (Puspenerbal).
Continue reading →

TNI AL Tangkap 3 Kapal Ikan, Bukti Illegal License

0 komentar
Ketua Forum Pers Pemerhati Pelanggaran Perikanan Nasional (FP4N), Ivan Rishky Kaya mengatakan praktek illegal licence benar-benar nyata. Buktinya, Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI Angkatan Laut, Jumat (24/2) lalu berhasil menangkap tiga kapal ikan yang beroperasi di perairan laut Maluku.

"Ini merupakan suatu prestasi bagi TNI-AL karena sudah berhasil menangkap 2 kapal milik PT. Dwikarya Reksa Abadi dan 1 Kapal bodong,” kata Ivan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/3).

Penangkapan tiga kapal ini merupakan hasil dari Operasi Keamanan Laut Wilayah Timur (Opskamlatim). Dua kapal KM Dwi Karya 29, KM Dwi Karya 30 yang merupakan milik PT Dwi Karya Reksa Abadi. Sementara KM. ST Rafael berkapasitas 24 GT.

Dalam situs resmi Koarmatim TNI AL menyebutkan bahwa ketiga kapal ikan ini berbendera Indonesia. KM Dwi Karya 29 dinakhodai oleh seorang warga negara China Feng Guo Chao  dengan Anak Buah Kapal (ABK) 17 orang terdiri dari 2 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan 15 orang Warga Negara Asing (China). Kapal bermuatan ikan campuran kurang lebih 30 ton.

Sedangkan KM Dwi Karya 30 dinakhodai oleh Xue Zhongli yang juga warga negara  China, Kapal ini memuat ikan campuran kurang lebih 30 ton. Memiliki ABK 15 orang, 2 WNI dan 13 orang lainnya merupakan warga negara China.

Sementara itu, KM Rafael ditangkap saat sedang melakukan penangkapan ikan yang dinakhodai  Abdullah M. Kapal yang belum berhasil mendapatkan hasil tangkapan itu keburu diamankan oleh aparat TNI Angkatan Laut.

”Ini menunjukkan bahwa kapal ini masih sepenuhnya milik pengusaha berwarga Negara China. Jika dia sudah menjadi milik pengusaha Indonesia, berarti nakhodanya pasti orang Indonesia,” tandas Ivan seraya mengatakan illegal license itu nyata.

Menurut Ivan, adanya perbedaan jumlah ABK di kapal ikan yang ditangkap juga membuktikan praktek illegal license. Apalagi kata dia, terjadi perbedaan nama dalam daftar list ABK.

“Yang anehnya lagi ada perbedaan nama ABK yang ada di atas kapal dengan crew list di kapal. Ini menunjukkan adanya perpindahan crew atau ABK dari kapal yang satu ke kapal yang lain,” katanya.

Jika ada perpindahan crew, lanjut Ivan, maka dipastikan juga terjadi perpindahan muatan. Karena menurut Ivan, saat ditangkap oleh KRI Pandrong – 801, muatan yang ada pada KM Dwi Karya 29 dan KM Dwi Karya 30, masing-masing berisi ikan campur sekitar 30 ton.

“Ada alasan mengapa kami mengatakan telah terjadi transshipment atau perpindahan muatan dari kedua kapal tersebut ke kapal penampung. Sebab, Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tersisa pada kedua kapal tersebut masing-masing sebanyak 3 Kilo Liter (KL) dan 4 KL. Ini menunjukkan dia telah melaut cukup lama dan hasil tangkapannya juga pasti lebih dari 30 ton. kedua kapal tersebut kan berberat diatas 250 GT,”ujar Ivan.

Ivan berharap agar kasus ini diseriusi dan disidangkan di pengadilan. FP4N berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “Saya percaya TNI AL akan menggiring kasus ini hingga ke pengadilan. Sebab FP4N juga akan mengawal ketat kasus ini agar di pengadilan nanti tidak bebas murni, karena PT. Dwikarya Reksa Abadi masuk kategori Perusahan Hitam Berkerah Putih sesuai dengan buku pertama FP4N yang sudah diserahkan kepada Pak Presiden pada tanggal 9 Juli 2011 lalu,” ujar Ivan
Continue reading →

EVALUASI LATIHAN FREE-FALL OLEH AWAK PESAWAT

0 komentar
Dua sorti penerbangan dan evaluasinya dilakukan oleh Captain Pilot Mayor Pnb Destianto bersama awak pesawat CN-235 dari Skadron Udara 2, setelah melaksanakan dropping personel pada Latihan Terjun Payung Bebas (Free-Fall) oleh tujuh belas anggota Pasukan Khas TNI Angkatan Udara Batalyon 461 Paskhas di area Dirgantara 3 Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis ( 01/03).

Evaluasi wajib dilakukan bagi penerbang dan awak pesawat, setelah melakukan misi penerbangan. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel yang terlibat bersama dalam latihan, terutama dalam taktik dan teknis operasi udara. “Latihan atau training kali ini memiliki misi dropping tujuh belas peterjun dari Batalyon 461 Paskhas”, ujar Mayor Pnb Destianto yang juga menjabat sebagai Kastandeval Wing I Wing I Lanud Halim.

Sedangkan menurut Letda Psk Adim dari Batalyon 461 Paskhas, penting dilakukan diskusi kelas ataupun briefing terlebih dahulu sehingga dapat memahami berbagai tingkat kesulitan yang ada dengan berbagai macam rintangan yaitu berupa kontur medan yang berbeda. “Seorang Jumpmaster harus memeriksa dengan cermat tempat duduk yang mewadahi bagi pasukan peterjun, lengkap dengan sabuk pengamannya, memeriksa tumpuan loncat keluar dari badan pesawat, bahkan pintu keluar harus bersih dari minyak, sebab dapat membahayakan seorang Peterjun”, kata Komandan Regu ini menjelaskan.

Lebih lanjut dijelaskan, seorang Jumpmaster memegang peranan yang sangat penting bagi keberhasilan dan keselamatan peterjun, selain tergantung pada kepatuhan setiap peterjun terhadap instruksi yang diberikan Jumpmaster.
Kegiatan kali ini memiliki arti yang sangat berharga bagi ke tujuh belas anggota Paskhas tersebut sebab secara langsung akan meningkatkan kapabilitas personel didalam meningkatkan profesionalisme sebagai prajurit yang handal. Demikian harapan dari perwira Paskhas dari Batalyon 461 Paskhas ini.
Continue reading →

Perwira Singapura Alumni Sesko di Indonesia Berkunjung ke Seskoau

0 komentar
Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Boy Syahril Qamar, S.E., beserta pejabat teras Seskoau, Lembang menerima kunjungan 14 perwira Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) beserta rombongan yang merupakan para alumni Sesko di Indonesia, Rabu Sore (29/2). Kunjungan yang dipimpin Brigadir Jenderal Lim Hock Yu yang menjabat Commander Army Training And Doctrine Command, dimaksudkan untuk bernostalgia di sekolah-sekolah Sesko yang ada di Indonesia sekaligus mempererat kerjasama perwira TNI dan Singapore Armed Forces (SAF) atau Angkatan Bersenjata Singapura.

Dalam sambutannya Danseskoau menyatakan melalui kunjungan tersebut diharapkan kerjasama antar angkatan kedua negara dapat ditingkatkan di masa-masa mendatang melalui berbagai kegiatan yang dapat dijangkau dalam pelaksanaannya. Rombongan setelah diterima di Bangsal Vacana selanjutnya melihat film profil Seskoau dan film profil kerjasama SAF-TNI serta melihat dari dekat beberapa sarana prasarana pendidikan seperti Pusat Olah Yudha dan asrama Perwira Siswa.

Menurut Brigadir Jenderal Lim Hock Yu yang juga Presiden Alumni Sesko Indonesia, kunjungan para alumni merupakan upaya untuk membangun dan memperbaharui hubungan dengan rekan-rekan perwira TNI sekaligus memperkuat fondasi persahabatan kedua negara yang komprehensif. Oleh karena itu, rombongan melakukan kunjungan ke berbagai satuan TNI baik Markas Besar, Komando Utama baik di TNI AD, TNI AL maupun TNI AU yang ada di Jakarta, Bandung dan Surabaya sejak tanggal 27 Februari hingga 2 Maret 2012.
Acara kunjungan di Seskoau diisi pula dengan tukar menukar cinderamata, foto bersama dan refresmen.
Continue reading →

Lomba Panjat Dinding Antar Satuan Kopassus

0 komentar

Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya membuka lomba panjat dinding antar satuan Kopassus Tahun 2012 di Gedung Nanggala Makopassus Cijantung-Jakarta Timur, Selasa(22/2). Dalam sambutanya Danjen Kopassus menyampaikan bahwa dalam lomba panjat dinding ini adalah untuk menguji kepemimpinan lapangan para unsur pimpinan dan untuk mencari pengalaman administrasi dalam menyelenggarakan suatu kegiatan yang sedang dilombakan. Kopassus sering bermain dimedan khusus untuk itu para prajurit Kopassus harus memiliki fisik yang baik,sehat dan prima serta memiliki nilai diatas rata-rata oleh karena itu dibutuhkan latihan fisik yang benar dan kontinu untuk menghadapi tugas pokok demi tegaknya kedaulatan NKRI. Danjen berharap kepada semua pihak,baik panitia maupun peserta lomba untuk menjaga dan menjujung nilai sportifitas perlombaan sesuai yang ada pada janji atlit dan raih pretasi sampai puncak.



 
Tujuan lomba ini untuk mencari kader atlit panjat dinding Kopassus yang akan disiapkan dalam mengikuti even lomba yang lebih besar dan sebagai sarana evaluasi atas pembinaan di satuan.
Dalam lomba ini dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 22-23 Pebruari 2012 dengan diikuti 4 Tim, dari Grup-1 Kopassus 20 orang, Grup-2 Kopassus 20 orang, Grup-3 Kopassus 16 orang dan Sat 81 Kopassus 20 orang. Dengan materi lomba Speed perorangan, Speed beregu, Boulder dan Lead/Difficulty.  

Turut hadir Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Doni Monardo, Pamen ahli, Ir Kopassus, Asiseten DanjenKopassus, Para Komandan Satuan dan Kabalak.(mtj/pen)
Continue reading →

F-16 TNI AU Lakukan First Landing Di Bandara Internasional Lombok

0 komentar
Tiga pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron udara 3 Lanud Iswahjudi mendarat untuk pertama kalinya di Bandara Internasional Lombok (BIL), beberapa waktu lalu. Pesawat tempur TNI AU tersebut mendarat di Lombok dalam rangka Pengamanan ALKI dengan sandi Operasi Tangkis Petir. Kedatangan F-16 ini dipimpin langsung komandan skadron udara 3 Letkol Pnb Ali Sudibyo dan disambut oleh komandan Lanud Rembiga Letkol Pnb Ridha Hermawan.

Menurut Komandan Lanud Rembiga kedatangan F-16 dimaksudkan untuk mengecek kesiapan runway Bandara Internasional Lombok karena untuk jenis pesawat tempur diperlukan runway yang memadai. Lebih lanjut, Danlanud menambahkan kegiatan ini juga untuk memastikan kesiapan Lanud Rembiga dalam mendukung penerbangan udara. Disela sela kegiatan Pam ALKI juga digelar static show pesawat F-16 di apron BIL.

Kegiatan ini untuk menunjukkan kepada masyarakat Indonesia kekuatan perlengkapan militer Republik Indonesia. Diharapkan juga timbul rasa kebanggan di diri masyarakat NTB sebagai warga negara Indonesia yang memlilki pesawat tempur tidak kalah dengan pesawat tempur negara lain. Juga dapat menumbuhkan jiwa dan semangat kedirgantaraan bagi masyarakat.Dalam pelaksanaan static show tersebut para pengunjung bisa bertanyatentang pesawat tersebut ataupun segala hal yang berkaitan dengan TNIAngkatan Udara karena di tiap – tiap pesawat sudah terdapat personel TNI-AUsehingga juga akan mengenalkan secara dekat tentang alutsista yang dimilikioleh TNI-AU kepada masyarakat khususnya yang berada di NTB.
Continue reading →

Skuadron 21 TNI AU Kirim Teknisi ke Negeri Samba-Brasil

0 komentar
Skuadron 21 mengirim satu tenaga teknisi ke Brasil pada Maret ini sebagai persiapan datangnya pesawat Super Tucano di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang. Super Tocano menggatikan OV-10F Bronco dijadwalkan tiba pada akhir Juli mendatang.

Kepala Skuadron 21 Mayor (penerbang) James Y Singal mengatakan, selanjutnya akan menyusul penerbang, serta ground and air crew. Semula pesawat tersebut direncanakan tiba Maret ini sebanyak empat unit secara bertahap. Namun karena berbagai pertimbangan diperkirakan baru Juli tiba di Malang.

”Sebagai persiapannya, kami sudah membangun sarana pendukungnya berupa hanggar, lima buah shelter pesawat, shelter GSE (Ground Support Equipment), maupun ruangan kantor. Sementara personel yang akan
mengawaki pesawat EMB 314 Super Tucano juga sudah mulai disiapkan, termasuk personel yang akan melaksanakan pemeliharaan tingkat ringan dan sedang. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat, usai Rapat Pimpinan TNI AU dan Apel Dansat 2012 di Gedung Serba Guna Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta baru-baru ini mengatakan, hingga 2014, TNI AU akan menambah empat pesawat tempur jenis Sukhoi dari Rusia, 16 unit pesawat tempur jenis Super Tucano dari Brazil, T/A-50 dari Korea sebanyak 16 unit, F-16 sebanyak 8 unit, serta 30 unit pesawat F-16.

Penambahan pesawat tempur ini untuk memperkuat tujuh skuadron tempur TNI untuk menjaga wilayah NKRI. Selain pesawat tempur, TNI AU juga akan menambah pesawat jenis transport C 295, Hercules dan helikopter C 725 sebanyak 80 pesawat. Dalam pengadaan itu, TNI AU telah bekerja sama dengan Korea Selatan hingga 2024.

“Banyak pesawat TNI AU sudah tua atau berumur di atas 30 tahun sehingga perlu peremajaan. Tidak hanya pada pesawat saja tapi juga mencakup sistem persenjataan, seperti bom, roket dan peluru. Hingga tahun 2024, Indonesia akan memiliki 180 pesawat tempur”.
Continue reading →

Safari Binkorps Pelaut Bagian dari Pembinaan personel

0 komentar

Safari Pembinaan Korps (Binkorps) Pelaut pada hakekatnya merupakan bagian dari pembinaan personel (Binpers) sebagai implementasi binpers fungsi komando, demi terselenggaranya pembinaan Korps Pelaut secara terarah dan berkesinambungan, meningkatkan profesionalisme Korps Pelaut serta  untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di Korps Pelaut maupun kendala-kendala yang ditemui saat penugasan.

Demikian antara lain ditegaskan oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Ade Supandi SE dalam sambutannya pada acara Safari Pembinaan Korps Pelaut Wilayah Surabaya, Rabu (29/2) di Gedung Panti Cahaya Armada (PTA) Koarmatim, Ujung, Surabaya.

 


Lebih lanjut Pangarmatim mengatakan, Korps Pelaut sebagai korps yang utama dalam jajaran korps di TNI Angkatan Laut, mengisyaratkan bahwa seorang perwira Korps Pelaut mulai dari awal pembentukannya telah disiapkan untuk menjadi pemimpin, pengendali dan pemegang Komando pada tingkat satuan sampai pada tingkat tertinggi dalam organisasi TNI Angkatan Laut.

“Untuk mampu melaksanakannya, menuntut kesiapan seorang perwira Korps Pelaut dalam segala aspek yang ada, agar tujuan organisasi dapat tercapai secara optimal,”kata Pangarmatim menegaskan. Lebih lanjut Pangarmatim berharap, dengan melalui safari Binkorps Pelaut ini berbagai permasalahan dan kendala yang masih menghadang kesiapan seorang perwira Korps Pelaut dapat dicarikan jalan keluarnya.

Sementara itu Asops Kasal Laksamana Muda TNI Hari Bowo, M. Sc yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan pembekalan kepada para perwira Korps Pelaut, yang antara lain mengatakan, bahwa seorang perwira Korps Pelaut pada hakekatnya adalah seorang prajurit pejuang Sapta Marga, responsive terhadap berbagai perkembangan dan dinamikan di lapangan serta mengutamakan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawal Samudera.

“Perwira Korps Pelaut yang diinginkan pada dasarnya merupakan postur standar yang harus dimiliki oleh seluruh prajurit matra laut, namun demikian untuk perwira Korps Pelaut sendiri terdapat hal-hal yang wajib dimiliki yaitu, bermoral, professional, berani dan bangga terhadap Korpsnya,”tegas Asops Kasal.

Acara yang bertemakan  “Dengan safari Pembinaan Korps Pelaut kita tingkatkan profesionalisme sebagai prajurit matra laut “ ini selain dihadiri Asops Kasal juga pejabat Mabesal lainnya serta para Perwira Tinggi TNI AL wilayah Surabaya, dan Perwira Korps Pelaut wilayah Surabaya.
Continue reading →

Pangarmatim Terima Kunjungan Panglima Armada-7 AS

0 komentar

Panglima Koamando Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Ade Supandi,S.E. menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call) dari Panglima Armada-7 Angkatan Laut  Amerika Serikat (AS) kawasan Asia Pasifik Real Admiral (RADM) Thomas F. Carney di Koarmatim Ujung Surabaya, Rabu (29/02). Pada kesempatan itu Panglima Armada-7 AS itu didampingi oleh pejabat US. Navy dari United States Commander Logistic Group (US. COMLOG) Western Pacific (Westpac) yang bermarkas di Singapura. Kunjungan kerja tersebut membahas beberapa hal tentang hubungan bilateral antara AL kedua negara. Selain itu juga membahas beberapa kerja sama militer, diantaranya tentang rencana Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness And Training (Carat) tahun 2012.


Rencana latihan bersama antara TNI AL dan US. Navy dengan sandi CARAT-2012, masih dibahas secara intensif dalam rapat Final Planning Conference (FPC) yang dibuka oleh Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasal, Laksamana Pertama TNI Arie Sembiring dari pihak TNI AL dan Real Admiral (RADM) Thomas F. Carney. dari pihak USN di Hotel JW. Marriott Surabaya, Senin (27/02).

Rapat penentuan rencana latihan FPC berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 27 Februari sampai dengan tanggal 01 Maret 2012. Kegiatan itu diikuti oleh perwakilan delegasi TNI AL dan US. Navy. Dalam kegiatan FPC ini masing-masing delegasi mengadakan diskusi bersama dalam bentuk kelompok/ group yang terdiri dari beberapa kerja sama latihan, diantaranya, latihan dilaut dengan unsur-unsur kapal perang (Sea Phase), pesawat udara (Aviation), operasi amphibi oleh pasukan marinir, simposium kesehatan, pertunjukan seni budaya, pertunjukan band dan pengamanan wilayah pelabuhan yang disandari oleh kapal perang.

Diskusi antar kedua belah pihak ditindak lanjuti dengan mengadakan survey ke lokasi yang akan menjadi daerah latihan bersama tersebut. Dalam rapat FPC ini akan menentukan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan nanti. Sampai saat ini beberapa kelompok diskusi hampir mencapai kesepakatan kerja sama latihan yang harus mereka lakukan, seperti Aviation, force protection, sea phases, amphibious landing dan lain sebagainya. 


Misalnya grup Force Protection, didalamnya terdapat unsur Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim. Kedua delegasi membahas tentang beberapa materi latihan diantaranya patroli sungai (riverane). Latihan ini merupakan bentuk formasi dan bantuan tembakan dari kendaraan tempur air cepat berupa Combat Boat atau Sea Rider ketika melaksanakan aksi dalam pertempuran hutan (Jungle Warfare) dan pertempuran di rawa-rawa (Swamp Operation). Selanjutnya pasukan khusus TNI AL itu juga akan melaksanakan latihan bersama operasi penanggulangan tindak kejahatan dan terorisme dilaut, melibatkan tim Visit Boarding Search And Seizure (VBSS) AL kedua negara.

Untuk mendukung kegiatan latihan bersama CARAT-2012, rencananya masing masing pihak akan mengerahkan peralatan tempurnya masing-masing, diantaranya unsur kapal perang, pesawat udara dan helikopter, marinir dan paramedis. Pada latihan ini USN juga akan melibatkan sebuah pesawat patroli maritim jenis P-3 ORION. dan helikopter serbu jenis Sea Hawk  pada aviation exercises. (Dispenarmatim).
Continue reading →

Setelah 18 Hari di Pasifik KRI Dewaruci Tiba Hawai

0 komentar

Setelah cukup panjang di ombang-ambingkan gelombang Pasifik KRI Dewaruci  dengan komandan  Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseta Rabu(29/2) jam 09.00 waktu setempat/ jam 02.00 Kamis dini hari  tiba di dermaga Pangkalan US Navy  Pear Harbour Hawai disambut oleh Komandan Pangkalan Gabungan US Navy  Capt Jeff James, komandan  kapal perang USS Chung- Hoon ( DDG-93) CDR Justin P  Orlinch  serta  mendapat sambutan dari Konsulat KBRI di Los Angeles  Ibu Mahdalena Frederika .W .

 

Dalam rombongan penyambutan tersebut, hadir  Athase Laut  Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Kolonel Laut (KH) Anwar Saadi  dan warga negara Republik Indonesia/ mahasiswa yang sedang kuliah di  Hawai.

Setelah itu para undangan memasuki kapal dan di sambut oleh tarian badinding yang di peragakan oleh prajurit  KRI Dewaruci yang sudah beberapa hari latihan saat di tengah laut meski ombak kurang bersahabat. Penampilan kesenian  tari badinding tersebut sangat menghibur rombongan dan mendapat apresiasi dari tentera US Navy.

Diakhir kunjungan tersebut, Komandan KRI Dewaruci di ruang Salon memberikan cinderamata kepada  Capt Jeff James, dan CDR Justin P Orlinch serta kepada   Konsulat KBRI di LA ibu Mahdalena  Fredika .W.

Menurut rencana, KRI DWR akan berada di Pear Harbour selama dua hari yang akan di gunakan untuk pengisian BBM, bahan basah dan perawatan kapal terutama pengelasan stak patung di haluan kapal   serta cocor yang retak akibat terjangan gelombang selama di Samudera Pasifik. Juga membuat beberapa mur baut patung Dewaruci yang melekat di haluan kapal patah. Selama dalam perjalanan menuju Hawai beberapa kerusakan tersebut sudah di atasi sementara oleh prajurit KRI DWR, tapi untuk pengelasan belum dapat dikerjakan karena cuaca yang tidak memungkinkan.


Selama merapat, KRI DWR melaksanakan open ship bagi masyarakat, mahasiswa, pelajar bahkan tentara  dan keluarga US Navy juga banyak yang berkunjung  ke kapal.
Continue reading →