Kolonel Marinir Amir Faisol Jabat Komandan Kolatmar

0 komentar

Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) M. Alfan Baharudin melantik Kolonel Marinir Amir Faisol sebagai Komandan Komando Latih Korps Marinir (Dankolatmar) dalam upacara serah terima Jabatan Dankolatmar di lapangan apel kesatrian Ewa Pangalela, Gunungsari, Surabaya, Jumat, (30/3).

Pamen Korps Marinir lulusan AAL tahun 1988 yang saat ini masih memegang Tongkat Komando Brigif-1 Marinir itu dilantik sebagai Komandan Komando Latih Korps Marinir menggantikan pejabat lama Kolonel Marinir Eddy Setiawan yang akan menempati jabatan baru sebagai koordinator dosen sosial sub bidang studi kepemimpinan di Seskoal Jakarta.

Dalam amanatnya, Komandan Korps Marinir mengatakan, jabatan merupakan amanah dan kehormatan yang diberikan negara kepada perwira yang memiliki prestasi dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab yang diemban, sehingga setiap perwira dituntut untuk selalu menjaga sikap dan berperilaku serta mampu memberi suri tauladan baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Orang nomor satu di jajaran korps Baret Ungu itu juga mengatakan bahwa serah terima jabatan merupakan tantangan untuk meningkatkan kemampuan pribadi dalam menyampaikan ide serta gagasan sesuai dengan jabatan baru yang diemban guna memberikan karya yang terbaik bagi organisasi.

Tantangan tugas Korps Marinir ke depan akan semakin kompleks, lanjutnya, sehingga perlu adanya penyesuaian dan perubahan-perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan yang terjadi. “Kita tidak perlu takut berubah, sepanjang untuk kebaikan organisasi,” tegas orang nomor satu dijajaran Korps Marinir itu.

“Dengan profesionalisme dan keberanian, kita harus terus berupaya melakukan perubahan ke depan secara positif yang lebih konsisten, terarah, terukur, jelas dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Korps Marinir atas nama pribadi dan pemimpin Korps Marinir menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kolonel Marinir Eddy Setiawan atas dharma bhakti dan pengabdian serta dedikasi yang tulus dalam memimpin serta memajukan Komando Latih Korps Marinir, kepada Kolonel Marinir Amir Faisol, Komandan Korps Marinir mengucapkan selamat atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh Korps Marinir sebagai Komandan Komando Latih Korps Marinir yang baru. Selain itu, Komandan Korps Marinir juga berharap kepada seluruh prajurit Kolatmar agar selalu memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan tugas pejabat yang baru.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Komandan Kobangdikal Laksda TNI Sadiman, Komandan Lantamal V Surabaya Laksma TNI M.Atok Urrahman, Kasgartap III Surabaya, Brigjen TNI (Mar) Chaidier Patonnory, Wadan Kobangdikal Brigjen TNI (Mar) P. Verry Kunto, Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara, para Asisten Dankormar, para Komandan Kolak/Satlak Marinir Surabaya dan pejabat TNI/Polri di wilayah Surabaya.
Continue reading →

PERSIAPAN UNJUK KEMAMPUAN PENERBANG TNI AU DI LANUD HALIM

0 komentar
Persiapan demi persiapan dilaksanakan secara terus-menerus dan terpusat oleh Penerbang-penerbang TNI AU saat melaksanakan rapat bersama, time trial dan uji coba holding point, entry point serta escape procedure di Terminal Selatan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Selasa (03/04), setelah melaksanakan ferry flight ke Lanud Halim, dari Skadron Udara masing-masing.

Menurut Kasubdispenum Dinas Penerangan AU Kolonel Pnb Agung Sasongkodjati, kegiatan demontrasi yang akan dilaksanakan pada hari-H bertujuan untuk menampilkan sebagian kemampuan dan kekuatan serta kehandalan yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara di dalam mengemban tugas- tugas Negara demi pertahanan Indonesia.

Selanjutnya dikatakan, macam-macam kegiatan demonstrasi yang akan dilaksanakan berupa demo udara yang terdiri dari kegiatan terbang pesawat banner, fly-pass, free fall, aerobatic, demo operasi udara, dynamic show dan bomb burst, nantinya akan dilaksanakan secara terpusat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Hari ini seperti yang direncanakan, ada beberapa pesawat yang akan melakukan latihan seperti pesawat Heli Colibri dengan durasi waktu tiga puluh menit menit mulai pukul sembilan pagi hari, melaksanakan manuver over the field, selain itu, Jupiter Aerobatic Team juga akan uji coba holding point, fly-pass oleh pesawat F-16”, kata perwira Penerbang F-16 ini dengan bangga.

Continue reading →

Panglima TNI Sematkan Brevet Hiu Kencana

0 komentar
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyematkan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kapolri Jend Pol Timur Pradopo dan Kasad Jend TNI Pramono Edhie Wibowo.

Penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana tersebut, dilaksanakan dalam upacara militer yang berlangsung di dalam kapal selam KRI Nenggala-402 pada kedalaman 45 meter di bawah permukaan laut perairan Selat Sunda, Cilegon Banten, Rabu.

"Penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana dimaksudkan sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada Menhan, Kapolri dan Kasad yang selama ini telah mendukung pembangunan dan pengembangan kekuatan TNI Angkatan Laut," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno dalam siaran persnya.

Acara tersebut dihadiri juga Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, dan sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan dan TNI.

Laksamana TNI Sopeparno mengatakan, brevet Hiu Kencana bukan sekedar brevet yang melekat di dada kanan setiap prajurit TNI angkatan Laut pengawak kapal selam, melainkan kebanggan semangat juang pantang menyerah dan dedikasi untuk selalu mengabdi kepada Negera Kesatuan Republik Indonesia.

Brevet Hiu Kencana juga diberikan kepada orang-orang terpilih untuk diangkat sebagai warga kehormatan Kpaal Selam berdasarkan atas jasa-jasanya yang telah mendukung terhadap pembinaan kapal selam, sebagai salah satu senjata strategis Sisitem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Sejumlah orang yang sudah mendapatkan Brevet Hiu Kencana atau menjadi warga kehormatan kapal Selam Hiu Kecanan diantaranya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Mantan Presiden RI Soekarno dan Megawati Soekarno Putri, Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Mantan Panglima TNI Djoko Santoso serta sejumlah Purnawirawan TNI lainnya.

"Dengan demikian, warga kehormatan kapal selam hingga saat ini telah mencapai 116 orang termasuk Panglima TNI Agus Suhartono dan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat," katanya.
Continue reading →

TNI Musnahkan 16.581 Stok Ranjau Darat

0 komentar
Sebanyak 45 juta ranjau darat telah dimusnahkan di 159 negara sejak ditandatangani konvensi Ottawa, perjanjian pelarangan ranjau. Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut menandatangani perjanjian tersebut. Hingga saat ini TNI telah memusnahkan 16.581 stok ranjau darat yang tersimpan dalam gudang senjata milik TNI.

''Kita diberi waktu 4 tahun menghancurlan ranjau darat di gudang. Jumlah keseluruhan mencapai 16.581. Indonesia tidak pernah menganggap ranjau darat sebagai alutista utama,'' kata Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard, dalam seminar ''Pelarangan Ranjau'' di Fisipol UGM.

Dia menuturkan, meski jumlah ranjau darat yang dimusnahkan termasuk dalam kategori kecil, namun tidak semua stok ranjau darat milik TNI dimusnahkan. Pasalnya, beberapa stok ranjau darat tersebut masih dimanfaatkan untuk kegiatan pelatihan militer. ''Sekitar 2.454 ranjau darat dimanfaatkan untuk pelatihan. Jumlah itu masih diperbolehkan,'' katanya.

Senada, Lars Strenger dari Jesuit Refugee Service menyebutkan, sampai saat ini terhitung 73.576 orang yang menjadi korban ranjau darat. Sekitar 70-80% berasal dari masyarakat sipil. ''Kebanyakan korbannya adalah anak-anak,'' sebutnya.

Sejak ditandatangi Konvensi Ottawa, Dia menyebutkan korban akibat ranjau darat berkurang dari 20 ribu menjadi 4 ribu orang per tahun. ''Jumlah ini masih sangat besar,'' imbuhnya. Dia menyebutkan 4.191 korban ranjau darat tahun 2011 lalu atau sekitar 12 orang yang menjadi korban setiap harinya.

Menurutnya, ranjau darat wajib dimusnahkan agar tidak menimbulkan korban masyrakat sipil yang rentan dan miskin yang harus menghadapi dampak buruk dari perang. Seperti diketahui, ranjau darat adalah bahan peledak yang akan meledak ketika ditekan pemicunya. Ranjau itu meledak saat terinjak oleh kaki manusia dan hewan. ''Ranjau ini sangat berbahaya tanpa memadang korbannya. Ranjau ini bisa berfungi 30-60 tahun ketika sudah ditanam di tanah,'' tambahnya.

Continue reading →

Kekuatan Militer Dapat Dioptimalkan di Kegiatan Lingkungan

0 komentar
Kementerian Lingkungan Hidup membuka konferensi Keamanan Lingkungan Regional Asia Tenggara (Southeast Asia Regional Environmental Security Conference) yang diadakan 2-5 April 2012 di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (2/4). Konferensi ini diikuti perwakilan 14 negara dari ASEAN, Australia, Timor Leste, dan China.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan itu adalah konferensi pertama dengan tema keamanan lingkungan yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup. Dari konferensi ini diharapkan masing-masing pihak dapat belajar mengimplementasikan keamanan lingkungan di negaranya.


Acara ini dihadiri pula oleh Wakil Dubes Amerika Serikat untk ASEAN, Josh Cartin, dan Brigadir Jenderal Kevin O'Connel, dari US Pacific Command (USPacom). Konferensi ini akan membahas penanganan bencana alam di Asia Tenggara dan dampak lingkungannya.


Masing-masing negara akan belajar satu sama lain terutama dari AS karena dianggap negara yang telah mengimplementasikan interoperabilitas sipil-militer. Militer AS dan organisasi Atlantik Utara telah mampu menanggapi bencana dan migitasi dampak lingkungan.


Balthasar mengatakan peran militer juga penting dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Kekuatan militer dapat dioptimalkan untuk mengatasi ancaman lingkungan. Selain melindungi dari kriminal lingkungan seperti
illegal logging dan illegal fishing, militer dapat disalurkan dalam kegiatan-kegiatan pemulihan lingkungan.

"Kekuatan militer dapat dioptimalkan melalui pemulihan sumber daya air dan sungai yang rusak,reboisasi lahan kritis,dan rehabilitasi terumbu karang yang rusak," imbuhnya.


Balthasar mengatakan konferensi ini ke depannya akan dilakukan secara kontinu. Bahkan ia akan melaksanakan konferenasi nasional antara KLH dengan angkatan bersenjata. Di Indonesia dan negara kepulauan lainnya sedang terancam perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan laut dan erosi pantai.


Isu lainnya yang akan diangkat adalah tentang evakuasi massal akibat bencana. Masalah tersebut akan menimbulkan masalah lain seperti konflik antarnegara dan keamanan sosial. Konflik yang dimaksud, misalnya dari kebakaran hutan, penyelundupan limbah B3, dan
illegal logging.

Dijelaskan Balthasar, KLH sebelumnya sudah membuat MoU dengan Kapolri Juni 2010. Tujuannya adalah percepatan pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup.


"Tinggal belajar cara mengimplementasikannya dari Konferensi ini," katanya.
Continue reading →

Korut Permudah Warganya yang Pendek Masuk Militer

0 komentar
Korea Utara (Korut) mempermudah warganya untuk bergabung dalam militer dengan mengurangi batas minimal tinggi badan bagi prajurit. Hal itu disebabkan karena merebaknya wabah kelaparan di negeri komunis itu. Warga Korut sendiri juga terkenal dengan tubuhnya yang cenderung pendek.

Menurut media asal Korea Selatan (Korsel), Daily NK, seorang dengan tinggi badan 142 centimeter sudah boleh bergabung ke dalam militer. Sebelumnya, batas minimal tinggi badan bagi seorang prajurit Korut adalah 145 centimeter.

Namun, tubuh bagi seorang pria berusia 16 hingga 17 tahun harus terlihat sempurna, begitu pula para prajurit perempuan. Umumnya, warga Korut memang selalu terlihat lebih pendek daripada warga Korsel. Dalam usia remaja, seorang pemuda atau pemudi Korsel dapat memiliki tinggi badan 172 centimeter.

"Banyak pria pendek yang tidak memenuhi batas minimal tinggi badan. Saat ini, militer Korut sudah menerima seseorang yang tinggi badannya lebih dari 142 centimeter," ujar sumber dari Korut, seperti dikutip AFP, Senin (2/4/2012).

Bocah-bocah Korut yang lahir pada dekade 1990 akan mengikuti program wajib militer, meski demikian, mereka kerap menderita kelaparan sepanjang hidupnya.

"Warga Korut mengatakan bahwa bocah-bocah generasi baru di negaranya terlihat lebih pendek," ujar sumber.

Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Valerie Amos juga mengatakan, bahwa satu dari dua anak Korut mengalami kekurangan gizi.
Continue reading →

Militer berperan atasi ancaman lingkungan

0 komentar
Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, mengatakan, militer berperan penting mempertahankan kedaulatan negara termasuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan mengatasi ancaman terhadap lingkungan.

Agaknya, hal yang dia nyatakan itu masih belum terlalu membumi dalam doktrin pendidikan dan pembinaan militer di banyak negara. Sungguh begitu, militer memiliki dua fungsi utama, yaitu misi operasi perang dan misi operasi selain perang.

"Militer mempunyai kemampuan besar untuk mengatasi ancaman lingkungan," kata Kambuaya pada Konferensi Keamanan Lingkungan Regional Asia Tenggara di Jakarta, Senin. 

Konferensi diikuti perwakilan militer dari sembilan negara ASEAN serta perwakilan militer Amerika Serikat, negara Timor Timur, China, dan Australia.

Kambuaya mengatakan, kekuatan militer dapat dioptimalkan melalui berbagai kegiatan seperti pemulihan sumberdaya air dan sungai yang rusak, reboisasi lahan kritis, dan rehabilitasi terumbu karang yang rusak.

Permasalahan perubahan iklim yang dampaknya mulai dirasakan masyarakat dunia juga membutuhkan komitmen untuk mengantisipasinya.

Indonesia dan negara pulau lainnya menghadapi ancaman terhadap kedaulatan karena penaikan permukaan laut dan erosi pantai akibat dampak pemanasan global maupun perubahan iklim.

Akibatnya pulau dan wilayah pesisir akan tenggelam sehingga akan menjadi masalah kedaulatan teritorial.

Isu lain adalah evakusi massal, pemindahan orang akibat perubahan iklim akan menimbulkan risiko serius bagi keamanan karena tidak hanya menghasilkan masalah keamanan sosialtapi juga cenderung menyebabkan ketegangan antar negara.

Potensi konflik tentang masalah lingkungan lintas batas sangat tinggi di Asia Tenggara seperti masalah asap dari kebakaran hutan, penyelundupan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta ilegal logging.

Dalam hal ini peran militer sangat penting untuk menjaga keseimbangan antar negara dalam suatu kawasan regional.

Balthasar mengatakan, militer mempunyai dua fungsi utama dalam penanganan lingkungan, pertama mereka ikut menjaga dan mengawasi lingkungan, fungsi kedua militer diinginkan terlibat dalam menangani masalah lingkungan.
Continue reading →

Satgas FPU Indonesia IV - UNAMID Menerima Kunjungan Duta Besar RI Untuk Sudan & Eritrea

0 komentar
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Sudan & Eritrea, Dr. Sujatmiko, MA, mengunjungi Satuan Tugas FPU Indonesia IV pada tanggal 12 s/d 14 Maret 2012. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan yang sempat tertunda karena rencana kunjungan yang seharusnya diaksanakan pada bulan Pebruari 2012 batal karena ada keperluan yang mendesak di Eritrea, negara tetangga Sudan.

FPU Ind 4 - dubes jajar hormat

Pada malam akrab yang diselenggarakan di Garuda Camp, beliau menyampaikan arahan bagaimana Satgas FPU Indonesia harus mampu mempertahankan prestasi yang diraih oleh tiga satgas sebelumnya yang meraih penghargaan sebagai FPU terbaik dalam menjalankan misi perdamaian di Darfur Sudan. Arahan tersebut bukannya tanpa dasar, berbagai rekomendasi lisan maupun tertulis dari berbagai komponen stakeholder selama ini, baik UNAMID, unsur pemerintahan Sudan maupun masyarakat Darfur telah diterima terkait performa Garuda Bhayangkara.

Disampaikan pula pesan agar setiap individu menjaga integritas moral serta komitmen profesionalitas dalam melaksanakan tugas pengabdian di tengah-tengah tantangan dan hambatan yang dihadapi sambil tetap terus berpegang teguh pada visi Satgas FPU Indonesia IV yaitu untuk tampil sebagai Duta Bangsa Indonesia dalam misi PBB UNAMID di Darfur Sudan, yang mampu menunjukan profesionalisme kesatuan dan perorangan dalam melaksanakan tugas pokok selaku Formed Police Unit, tanpa mengesampingkan karakteristik positif khas Indonesia, sehingga dapat diterima oleh setiap komponen lokal maupun komunitas pergaulan internasional yang ada di misi.

FPU Ind 4- dubes malam akrab

Pada kunjungannya di El Fasher tersebut, beliau bertatap muka dengan Prof. Dr. Ibrahim Gambari selaku Joint Special Representative (JSR) UNAMID, Rektor Universitas El Fasher dan Kepala Kepolisian Darfur Utara. Dalam tatap muka dengan JSR, disampaikan hambatan yang dialami oleh Indonesia pada misi UNAMID ini yaitu masih adanya lima unit kendaraan APC (Armoured Personel Carrier) milik Polri yang masih tertahan di Port Sudan yang diperuntukkan menggantikan APC Satgas FPU Indonesia yang rusak. Hambatan lain yang disampaikan yaitu belum turunnya visa bagi para Police Advisor yang akan melaksanakan misinya di UNAMID dan delegasi supervisi Mabes Polri yang sampai saat artikel ini ditulis belum disetujui oleh pemerintah Sudan.

FPU Ind 4 - dubes jsr unamid
FPU Ind 4 - dubes univ alfashr
FPU Ind 4 - dubes gos police

Beliau juga memberikan atensi, dalam kedudukannya sebagai Warga Negara Indonesia, keberadaan ke-140 personel Polri pada Satuan Tugas FPU Indonesia IV ditambah dengan tiga personel TNI sebagai Military Observer dan tujuh WNI lain sebagai staf sipil yang berstatus UN Volunteer. Hal ini berdasarkan tugas pokok, fungsi dan peran KBRI sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 2003.


FPU Ind 4 - dubes foto bersama

Pada hari akhir kunjungan, Kasatgas FPU Indonesia IV, AKBP Sugeng Muntaha, SIK menyerahkan cindera mata berupa dokumentasi rangkaian kegiatan YM. Dubes RI selama di Darfur dan beliau menyampaikan rasa terima kasih atas pelayanan dan pengamanan yang diberikan oleh Satgas FPU Indonesia IV selama beliau melaksanakan kunjungan di Darfur.
Sampai jumpa lagi di kesempatan mendatang, Pak Dubes ……
Continue reading →

Pemberian Bantuan Air Bersih Di Gonaives

0 komentar
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXII-A/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti) Haiti, melakukan kegiatan pemberian bantuan air bersih kepada warga Gonaives.
Tim konstruksi yang dipimpin oleh Lettu Czi Martin Novence (Alumnus Akmil 2006) selain melakukan pekerjaan pembuatan drainase/gorong-gorong sesuai ETO dari MINUSTAH, juga melakukan kegiatan pemberian bantuan air bersih kepada warga Gonaives.
Kebutuhan akan air bersih betul-betul menjadi hal utama bagi masyrakat Gonaives. Kondisi daerah yang panas dan tandus menyebabkan sulitnya mendapat sumber air bersih untuk kebutuhan hidup. Hal ini tentu akan menyebabkan lingkungan yang tidak bersih dan akan menimbulkan sumber penyakit. 



Melihat dari kondisi tersebut Indo Eng Coy sedikit berupaya menyentuh hati masyarakat dan menunjukkan simpati dengan memberikan bantuan air bersih kepada warga masyarakat. Paling tidak dapat mengurangi beban masyarakat akan kebutuhan air bersih.

Kegiatan ini mendapat antusias dan sambutan positif dari seluruh masyarakat. Mereka berbondong-bondong datang mengantri untuk mendapat dukungan air bersih yang siap digunakan untuk kebutuhan hidup. Kegiatan berjalan dengan lancar dan semua masyarakat mendapat bantuan air secara merata.


Pemberian Bantuan Air Bersih Di Gonaives

Kegiatan ini senada dengan upaya MINUSTAH yang menekankan misi MINUSTAH selain sesuai Tasking Order(TO) juga harus di barengi dengan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan Masyarakat Haiti. Dengan demikian secara kontinue keberadaan MINUSTAH diterima dan diharapkan oleh rakyat Haiti. Nomor : SP-31/III/KONGA XXXII-A MINUSTAH/PEN
Continue reading →

Satgas POM TNI Gelar Road Safety Campaign di Lebanon

0 komentar
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas POM TNI Sector East Military Police Unit (Sempu) Kontingen Garuda XXV-D/UNIFIL, menggelar Road Safety Campaign (kampanye berkendaraan dengan aman), bertempat UN Posn 7-3, Marjayoun-Lebanon, Jum’at (30/3/2012).

Kegiatan Road Safety Campaign yang merupakan salah satu tugas dari Kontingen Garuda XXV-D/UNIFIL ini dipimpin oleh Wadan Satgas POM TNI Mayor Laut (PM) Wahyu Dwi Sulistyo, S.T. yang terjun langsung ke lapangan dengan beberapa anggota Tim untuk melaksanakan pengecekan,antara lain : UN ID; perlengkapan keamanan berkendaraan seperti seat belt, penyalaan lampu kendaraan, pengecekan jumlah penumpang yang sesuai untuk jenis kendaraan baik kendaraan ringan maupun berat, pengecekan kelengkapan atribut UN; serta pelaksanaan alcohol test bagi personel yang diindikasikan mengkonsumsi alkohol saat mengemudikan kendaraan.


Satgas POM TNI Gelar Road Safety Campaign di Lebanon
 
Menurut Mayor Laut (PM) Wahyu Dwi Sulistyo, S.T., kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menekan semaksimal mungkin traffic accident bagi personel UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dan menegakkan aturan/prosedur tetap dari United Nation dalam hal berlalu lintas, sehingga dapat mengurangi kerugian baik personel maupun materiil UNIFIL. 
 
Satgas POM TNI Gelar Road Safety Campaign di Lebanon

“Kegiatan ini merupakan perintah langsung dari FC (Force Commander) UNIFIL melalui FPM (Force Provost Marshall) yang harus dilaksanakan oleh IMP (International Military Police) secara keseluruhan baik di sector west dalam hal ini SWMPU (Tanzania) dan di sector east dalam hal ini Sector East Military Police Unit (Indonesia)”, kata Wadan Satgas POM TNI. SP-34/III/2012/Konga XXV-D/UNIFIL
Continue reading →