Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan

Grup 1 Kopassus

0 komentar
Gabungan kualifikasi paratroop dan commando dalam diri seorang prajurit. Itulah konsep dasar seorang prajurit Kopassus. Ditambah spesialisasi lainnya, ia menjelma sebagai prajurit individu yang lethal, mematikan.

Jujur saja, aura satuan tempur satu ini benarbenar kuat. Ketika COMMANDO barn melewati gapura Ksatriaan Gatot Subroto di depan markas, aroma tempur itu langsung terasa. Entah dari mana datangnya, desiran itu menyeruak di batin dan membuat bulu roma berdiri. Kontak batin itu seperti membimbing kami untuk bertekad menyibak rahasia dibalik kebesaran nama Grup I Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini.

Untuk level TNI, Kopassus memang satuan yang sangat terpandang. Secara terpisah, sejumlah personel satuan elit TNI lainnva mengakui bahwa Kopassus pantas menvandang sebutan itu. Baik karena sejarah pembentukannya yang panjang, puluhan operasi yang dijalankan, keberhasilan yang diraih serta kepercayaan dari pimpinan TNI terhadap mereka.

Dalam psikologi militer, pilihan karir menjadi pasukan khusus bukanlah keputusan yang main-main. Setiap prajurit mesti sadar “sesadar-sadarnya” akan pilihan yang ia buat. Karena ketegangan yang dialami seorang pasukan khusus sudah terasa langsung saat keputusan ia ambit. Mengingat porsi penugasan yang ketat itu pula, semboyansemboyan “Kalau Anda Ragu Lebih Baik Kembali”, bukanlah isapan jempol belaka.

Sebagai satuan tempur berkualifikasi para dan komando (parako), Grup 1 Kopassus merupakan operator utama pertempuran konvensional maupun nonkonvensional. Terutama prinsip-prinsip unconventional warfare, sudah jadi menu utama prajurit begitu memasuki Pusdik Passus (Pusat Pendidikan Pasukan Khusus) di Batujajar, Jawa Barat. Nyaris semua materi pendidikan terfokus kepada pembentukan prajurit individu. Ujung dari pendidikan tujuh bulan itu adalah empat tugas pokok Parako: raid, perebutan cepat, penyekatan dan patroli jarak jauh.


Selain sadar dengan bentuk tugas, setiap prajurit Grup I juga amat mengerti resiko yang bakal dihadapi. Pola operasi yang tidak lazim, bergerak dalam tim-tim kecil berkekuatan 10 orang serta lebih banyak mengendap di kegelapan malam, memang bukanlah sebuah operasi yang mudah. Tak jarang pula kemenangan hams ditebus dengan menyabung nyawa demi loyalitas terhadap sesama.

Sudahlah dalam jumlah kecil, dari segi persenjataan juga terbatas. Hanya senapan serbu SS1 (satu orang dengan peluncur granat M203 kaliber 40 milimeter) dan dua pilihan senapan mesin: Ultimax 100 dan Minimi, keduanya kaliber 5,56 milimeter. “Kopassus beroperasi dalam misi khusus dengan kerahasiaan tinggi, terlalu banyak senjata malah merepotkan, tidak efektif untuk alam Indonesia yang berhutan,” jelas seorang prajurit.

Pengintaian jarak jauh (long range reconnaissance) adalah jenis operasi yang berbahaya. Banyak sisi pada operasi macam ini bisa jadi buah simalakama. Lamanya waktu pengintaian tidak hanya menyita tenaga tapi juga mental. Kadang resiko bisa jadi sangat tidak terbayangkan. Kita masih ingat ketika 11 Green Berets menghilang saat melakukan misi pengintaian dan sabotase di Irak, 11 Maret 1991. Bebalnya para jenderal di Pentagon kala itu, tidak memasukkan nama-nama mereka dalam daftar MIA (missing in action). Bahkan mendiskusikan nasib mereka pun, lidah mereka kelu.

Sebagai sebuah satuan tempur setingkat brigade, Grup I yang dipelopori Mayor Inf. L.B. Moerdani tentu tidak mau bertindak konyol. Untuk itulah perencanaan, penguasaan medan, keakuratan data, kesiapan fisik, mental dan amunisi hams diperhitungkan matang. Dalam kondisi terparah, tak jarang pula mereka mengejar musuh dengan kesiapan serba terbatas. Disinilah peran perwira atau bintara senior. Baik dalam menyiapkan atau memberikan keyakinan kepada anggotanya.
Yang makin meneguhkan Grup I sebagai brigade pasukan khusus, adalah sarana dan prasarana markas yang teramat lengkap. Mulai dari sarana perkantoran, latihan, sosial dan rekreasi, tersedia dan terawat rapi di komplek seluas 234 hektar itu. Penting dicatat, semua berada di dalam markas bukan di area publik. Walau masih jauh dari ideal, mengingatkan kepada konsep Fort di AD Amerika Serikat. Di Indonesia, katanya Grup I jadi percontohan. Dimana fasilitas militer tidak berbaur dengan kehidupan sipil.
Continue reading →

Kopassus Gelar Bazaar Minyak Goreng

0 komentar
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bekerjasama dengan Sinar Mas mengadakan bazar minyak goreng murah bagi prajurit dan PNS  beserta keluarganya bertempat di lapangan Gatot Soebroto  Kopassus Cijantung  Jakarta Timur, Selasa (24/4).


Kegiatan bazar minyak goreng  yang  dihadiri oleh Aspers Danjen Kopassus Letkol Inf Kartika Adi Putranta mewakili Danjen Kopassus  tersebut  juga didampingi oleh   Senior Director Sinar Mas Yan Partawijaya. Tujuan dari kegiatan bazaar  yang gelar atas kerjasama Kopassus    dengan PT. Sinar  Mas Agro Resources dan Technology Tbk. .tersebut antara lain untuk mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok khususnya minyak goreng dan merupakan salah satu upaya Sinar Mas dalam aspek sosial.  Selain itu juga merupakan bentuk dukungan atas program stabilitasi harga pemerintah sekaligus   sebagai bentuk ucapan selamat kepada satuan Kopassus yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke-60 tahun. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sinergi yang berharga antara potensi bangsa yang ada saat ini khususnya Kopassus dan Sinar Mas.


Danjen Kopassus dalam sambutannya yang dibacakan Aspers  Danjen Kopassus menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Sinar Mas karena telah ikut membantu warga Kopassus dan keluarganya dalam memenuhi kebutuhan pokok khususnya minyak goreng dengan harga murah, serta berharap kerjasama yang ada saat ini dapat ditingkatkan pada masa yang akan datang.
Sinar Mas pada bazaar kali ini  mengalokasikan 5.000  liter minyak goreng dengan harga 9.000  per-liter.



sumber : kopassus.mil.id
Continue reading →

Kopassus Selenggarakan Penataran Komputer

0 komentar
Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kemampuan   komputer bagi  Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kopassus di lingkungan Jakarta diberikan penataran Komputer yang telah dibuka oleh Asisten Personel (Aspers) Danjen Kopassus Letnan Kolonel Kartika Adi Putranta S.E   di Gedung Pusat Belajar Kopassus Cijantung I Jakarta Timur, Rabu (25/4)

Aspers Danjen Kopassus selaku pembina harian PNS dalam sambutannya mengatakan  pelaksanaan penataran komputer yang dilaksanakan selama 5 (Lima) hari mulai tanggal 23 sampai dengan 27 April 2012 tersebut     bertujuan untuk meningkatkan skill  dalam hal pengoperasionalan komputer. Disamping  itu  Aspers  juga mengingatkan kepada seluruh peserta penataran untuk selalu meningkatkan kemampuannya, karena PNS merupakan   komplemen   dari TNI yang senantiasa dituntut untuk mengembangkan kemampuan dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin komplek. 


Penataran komputer kali ini diikuti 20 orang PNS dan   kedepan akan terus dilaksanakan secara kontinyu dengan peserta anggota militer baik Tamtama, Bintara maupun Perwira.

Continue reading →

15 K Power Run Kopassus Bersama MPI

0 komentar
Kopassus bersama Medco Power Indonesia(MPI) menyelenggarakan kegiatan sosial dalam bentuk lari bersama 15 km dengan route Senayan –Patung Kuda Monas- Senayan Jakarta, Minggu(29/4).

Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Doni Monardo yang memimpin langsung kegiatan lari bersama dengan diikuti 150 prajurit Kopassus dan Staf MPI. Selain kegiatan lari bersama pihak MPI juga memberikan sumbangan berupa alat perlengkapan kecantikan dalam rangka pemberdayaan para persit Kopassus melalui program pelatihan ketrampilan salon dan kecantikan dalam hal ini diserahkan langsung oleh Bapak Fazil Erwin Alfitri selaku President Director PT.MPI kepada perwakilan Persit KCK PCBS Kopassus.



Continue reading →

Pembukaan Latihan Menembak Terpusat AARM 22/2012

0 komentar
Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya membuka secara resmi latihan menembak terpusat AARM 22/2012 di Lapangan Tembak Sudaryanto Kopassus Cijantung-Jakarta Timur, Senin (30/4).

Latihan menembak terpusat AARM 22/2012, dalam seleksi awal diikuti 126 prajurit (Pria 108 orang dan Wanita/ Kowad 18 orang ) dari berbagai satuan antara lain Kopassus,Kostrad,Kodam dan Mabesad. Rencana waktu latihan menembak ini kurang lebih selama 6 bulan dan materi meliputi Pistol Pria/Wanita, Senapan, Karaben dan Senapan Otomatis (SO). Dengan Komandan Latihan  Mayor Inf Deddy Suryadi yang juga sebagai Komandan Bataliyon 22 Grup-2 Kopassus.


Dalam sambutannya Danjen Kopassus menyampaikan bahwa kita harus sering latihan dan berlatih untuk mencapai suatu prestasi yang maksimal dengan diikuti disiplin yang tinggi, ikhlas,sungguh-sungguh dan semangat pantang menyerah ,dan ikuti program latihan dengan baik sesuai protap yang ada dengan selalu adakan evaluasi prestasi setiap saat serta menjunjung tinggi kebersamaan diantara peserta latihan. Menembak butuh skill dan pengetahuan untuk itu kuasai pengetahuan tersebut seperti tentang senjata,munisi,lapangan tembak, angin dan cuaca dan ingat Disiplin adalah Nafasku, Kehormatan adalah segala-galanya.
Turut hadir dalam upacara pembukaan latihan menembak terpusat AARM 22/2012 Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Doni Monardo,para pejabat Kopassus dan para Komandan Satuan.
Continue reading →

Dan Grup-2 Kopassus Dipegang Perwira Akmil 90

0 komentar
Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Grup 2 Korp Pasukan Khusus TNI AD dan acara Tradisi Satuan Penerimaan serta Pelepasan Perwira Kopassus di Gedung Flamboyan Makopassus Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2012).


Dalam siaran pers yang di kirim Penerangan Kopassus, Minggu pagi, disebutkan perwira yang melaksanakan tour of area dan tour of duty adalah:
  1. Dangrup-2 Kopassus dari Kolonel Inf Teguh Arief Indratmoko kepada Letkol Inf Suhardi (Akmil 90) yang sebelumnya menjabat Wair Kopassus. Arif selanjutnya menduduki jabatan baru, Danrindam I/BB, 
  2. Inspektorat Kopassus Kolonel Inf Handy Geniardi selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Taktik Parako. 
  3. Asisten Operasi Danjen Kopassus Kolonel Inf Madsuni selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Inspektorat Kopassus. 
  4. Asisten Operasi Danjen Kopassus selanjutnya dijabat Letkol Inf Yusran Yusuf (Akmil 91) yang sebelumnya menjabat Pabandya-2/Latsat Spaban II/Binlat Sopsad. 
  5. Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Nubika Kolonel Inf Hipdizah selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Dirbindiklat Pusennif Kodiklat TNI-AD 
  6. Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Taktik Parako Kolonel Inf Untung Budiharto selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Danrindam IV/Dip 
  7. Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Sandha Kolonel Inf Benny Sulistiono selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Danrindam IX/Udy.
Danjen Kopassus dalam sambutannya mengatakan pergantian pejabat di lingkungan Kopassus harus selalu dilakukan, sebagai upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja organisasi, sekaligus sebagai penyegaran tugas personel yang berkesinambungan dilandasi dengan disiplin, kejujuran dan rasa tanggung jawab.

Danjen mengharapkan di dana setiap prajurit Kopassus harus selalu terpatri hobi belajar dan berlatih, sehingga nantinya menjadi prajurit Kopassus yang tanggap, tanggon dan trengginas, atau best of the best. 

PERBAIKAN: ada kesalahan dalam rilis Kopassus yang dikirim Mayor Munir ke wartawan Kompas. Letkol Inf Suhardi adalah Akmil 90, bukan Akmil 99 seperti ditulis sebelumnya. Dengan ini, kesalahan kami perbaiki.
Continue reading →

Kontingen Garuda UNIFIL Rayakan HUT Ke-60 Kopassus di Lebanon

0 komentar
Komando Khusus (Kopassus) genap berusia 60 tahun pada 16 April 2012. 33 prajurit Kopassus yang tergabung di dalam Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), ikut merayakannya dengan menggelar acara syukuran dan doa bersama yang dilakukan secara sederhana.

Para prajurit Kopassus di Lebanon itu adalah Satgas Indo MCOU (Military Community Outreach Unit) di bawah pimpinan Letkol Inf Sudaryanto, dan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) di bawah pimpinan Mayor Inf Wimoko. Mereka merayakan HUT yang kali ini memiliki tema "Disiplin adalah nafasku, kehormatan adalah segala-galanya".


Menurut Letkol Inf Sudaryanto, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat, jiwa korsa, dedikasi, serta motivasi para prajurit Kopassus yang sedang melaksanakan tugas mulia, untuk senantiasa berbuat yang terbaik sebagai prajurit Korps Baret Merah. Itu demi menjaga kehormatan Negara dan Bangsa Indonesia di dunia internasional.

Keikutsertaan prajurit-prajurit Kopassus dalam misi perdamaian PBB merupakan salah satu bentuk dari peran Kopassus untuk turut serta dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia, serta sebagai apresiasi masyarakat internasional terhadap profesionalisme dan prestasi prajurit Kopassus, yang telah ditunjukkan selama 60 tahun sejak berdirinya satuan ini.

Dalam masa 60 tahun perjalanannya, Kopassus telah banyak menorehkan berbagai prestasi gemilang yang tentunya tidak terlepas dari dedikasi, kesungguhan dan kerja keras dari seluruh prajurit Korps Baret Merah. Semuanya itu merupakan refleksi dari konsistensi sikap dan upaya pembinaan yang terarah, terprogram dan berkesinambungan serta didasari oleh sikap disiplin yang tinggi dalam menghadapi setiap tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks.

Sejarah singkat berdirinya Kopassus
Sejarah kelahiran Komando Pasukan Khusus sebagai satuan tidak terlepas dari rangkaian bersejarah dalam kehidupan Bangsa Indonesia. Pada bulan Juli 1950, timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya RMS (Republik Maluku Selatan). Pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan untuk menumpas gerombolan tersebut. Operasi ini dipimpin Panglima Tentara Teritorium III Kolonel AE Kawilarang, sedangkan sebagai Komandan Operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi.

Operasi ini memang berhasil menumpas gerakan pemberontakan, tetapi dengan korban yang tidak sedikit dipihak TNI. Setelah dikaji, ternyata dalam beberapa pertempuran, musuh dengan kekuatan yang relatif lebih kecil sering kali mampu menggagalkan serangan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar. Inilah yang akhirnya mengilhami Letkol Slamet Riyadi untuk memelopori pembentukan suatu satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan yang bagaimanapun beratnya.

Melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/Inst/PDS/52 tanggal 16 April 1952, terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal Korps Baret Merah. Sebagai Komandan pertama dipercayakan kepada Mayor Mochamad Idjon Djanbi, mantan Kapten KNIL yang pernah bergabung dengan Korps Special Troopen dan pernah bertempur dalam perang dunia II.

Dalam perjalanan selanjutnya, satuan ini beberapa kali mengalami perubahan nama diantaranya Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD) pada tahun 1953, Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat) pada tahun 1955, selanjutnya pada tahun 1959 berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Pada tahun 1966 satuan ini kembali berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI AD (Puspassus TNI AD), berikutnya pada tahun 1971 nama satuan ini berganti menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Pada Tahun 1985 satuan ini berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sampai sekarang.
Continue reading →

Syukuran HUT Ke-60 Kopassus

0 komentar
Berlangsung sangat sederhana namun penuh semangat jiwanya berkobar, itulah puncak acara syukuran HUT ke-60 Tahun 2012 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Gedung Balai Komando Makopassus Cijantung-Jakarta Timur, Senin(16/4).
 
Pada kegiatan syukuran yang penuh keakraban ini disamping dihadiri prajurit Baret Merah, PNS dan Persit KCK Cabang BS Kopassus juga mengundang para mantan Danjen Kopassus,para sesepuh Korps Baret Merah dan mantan Korps Baret Merah serta rekan perjuangan dari Timor Timur. 


Danjen Kopassus dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara syukuran ini sangat dirindukan oleh prajurit Kopassus beserta keluarganya sebagai sarana untuk saling silahturahmi,guyub,share dan saling mengenal antara sesama Korps Baret Merah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pada kesempatan yang lain Danjen Kopassus juga memperkenalkan tentang para pembantunya (para Asisten,para Komandan Satuan dan para Pamen Ahli) yang solid dan profesional kepada para undangan serta dilandasi penuh rasa tanggung jawab yang tinggi dengan “Disiplin adalah nafasku, Kehormatan adalah segala-galanya”.

Perwakilan mantan Komandan Kopassus Jenderal TNI(Pur) Agum Gumelar menyampaikan pesannya kepada para prajurit Kopassus  yang pertama “Jagalah nama Korps Baret Merah, jadilah prajurit yang dibanggakan dan berbuatlah yang terbaik agar dapat pengakuan serta semakin berisi semakin biasa-biasa. Kedua “Yakinlah bahwa mayoritas bangsa mendambakan suatu keutuhan dalam bentuk NKRI dan sebagai unsur TNI/Polri jagalah soliditas yang kuat sebagai jaminan keutuhan NKRI.”  



Continue reading →

Kesederhanaan Menyambut HUT Ke-60

0 komentar
Dalam masa 60 tahun perjalanannya, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) telah banyak menorehkan berbagai prestasi gemilang yang tentunya tidak terlepas dari dedikasi, kesungguhan dan kerja keras dari seluruh warga Korps Baret Merah. Kesemuanya itu merupakan refleksi dari konsistensi sikap dan upaya pembinaan yang terarah, terprogram dan berkesinambungan serta didasari oleh sikap disiplin yang tinggi dalam menghadapi setiap tantangan tugas ke depan yang semakin komplek.  Hal tersebut tertuang dalam tema HUT ke-60 Kopassus yaitu “Disiplin adalah nafasku, kehormatan adalah segala-galanya”.


Menyambut HUT ke-60 Kopassus menggelar secara sederhana namun dengan semangat berkobar-kobar berbagai kegiatan diantaranya gerak jalan bersama masyarakat,seluruh warga Kopassus dan kalangan wartawan di Makopassus Cijantung-Jakarta Timur, Sabtu(14/4).

Acara dimulai dengan jalan sehat dari Lapangan Markas Kopassus dan berakhir di Lapangan Tembak B Sudaryanto. Selepas finish acara dilanjutkan dengan berbagai lomba hiburan untuk keluarga seperti memancing dan untuk kalangan dewasa diadakan lomba merakit perahu dan membawa menyusuri Sungai Ciliwung sejauh 1 km yang terletak di belakang Makopassus. Sebelumnya juga telah diadakan acara bakti social seperti donor darah,pengobatan massal, pembagian sembako,pembagian bibit pohon dan pasar murah. Dengan kesederhanaan, perayaan HUT Kopassus ini dimaksudkan sebagai wujud simpati untuk rakyat. Dilanjutkan pembagian door prize berbagai paket hiburan. 

Kegiatan diakhiri dengan memberikan kesempatan latihan menembak bagi wartawan / jurnalis dengan senjata MP5.


Continue reading →

Lomba Menembak Antar Wartawan Meriahkan HUT Kopassus

0 komentar
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-60 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat digelar secara sederhana di lapangan tembak Sudaryanto, Kompleks Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (14/4). Perayaan ini melibatkan masyarakat, keluarga besar anggota Kopassus, dan kalangan wartawan.
 
Acara dimulai dengan jalan sehat di sekitar Kompleks Kopassus, lomba merakit bambu, panggung hiburan. Kemeriahan terasa saat 97 wartawan diikutsertakan dalam lomba menembak antarjurnalis di lapangan Rama Shinta, Kompleks Mako Kopassus, Cijantung, Jaktim. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu mendapatkan pengarahan dari para ahli.

 “Di sini tidak saja hanya putra yang berlatih. Tapi, putri juga. Nanti teman-teman wartawan akan ada pendampingan dalam menembak,” kata Mayor Infanteri Yudha selaku Instruktur Penembak Kopasus.

Para awak media ini berkesempatan menggunakan senjata jenis MP5 kelas mesin gun produk dari Jerman tahun produksi 2009. Mereka diuji untuk menembak target yang telah dipersiapkan dengan jarak tembak maksimal 100 meter dan jarak efektif 20 hingga 30 meter. “Senjata ini didesain untuk pertempuran jarak dekat dan digunakan seluruh pasukan khusus di dunia,” jelasnya.

Mayor Infanteri Yudha tak lupa mengingatkan para wartawan untuk menggunakan kacamata dan pelindung telinga sebelum menembak. Senjata MP5 tersebut menggunakan amunisi sepanjang sembilan milimeter dilengkapi dengan magasin serta ada tombol pengaman untuk mengamankan peluru agar tidak menembak keluar sewaktu-waktu pemicu tak sengaja tertekan.

“Kopassus adalah prajurit individu yang biasa dilatih untuk melaksanakan tugas secara individu dan tim untuk menjalankan tugas negara. Terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah bergabung bersama kita untuk membela negara. Salam Komando,” paparnya ceria.
Menurut Kepala Penerangan Kopassus Letkol Infantri Taufiq Shobri, lomba menembak tersebut tak lain untuk mengakrabkan kembali istitusi Kopassus dengan masyarakat melalui media sebagai wadah silaturahmi. “Jadi kita sekarang ini untuk lebih mengakrabkan kembali, jadi kan hubungan yang dekat menjadi lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
Continue reading →

MNC dan Kopassus Bantu Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan

0 komentar
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar Ekspedisi Khatulistiwa 2012.  Dalam ekspedisi tersebut, selama tiga bulan pasukan elit TNI AD itu akan menyusuri wilayah di Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Selain itu, Tim Ekspedisi juga akan masuk ke pedalaman Kalimantan.

Kepala Penerangan Kopassus, Letkol (Inf) Taufik Sobri, mengatakan bahwa ekspedisi itu melibatkan 977 orang. "Dari Kopassus ada 200-an," papar Sobri di sela-sela acara lomba menembak bagi wartawan sebagai rangkaian acara peringatan hari ulang tahun Kopassus ke-60 di Markas Kopassus, Cijantung Jakarta Timur, Minggu (14/4).

Dipaparkannya, ekspedisi itu sudah dimulai pada 3 April lalu dan akan berakhir pada 10 Juli mendatang. Namun dalam ekspedisi itu Kopassus juga melibatkan pihak lain.

"Ada Paskhas TNI AU dan Marinir. Tim ekspedisi juga melibatkan tim ahli dari perguruan tinggi dan kelompok pecinta alam," papar perwira menengah di korps elit TNI pemilik semboyan Tribuana Chandraca Satya Dharma itu.

Terdapat tiga tim dalam ekspedisi tersebut. Yakni Tim Penjelajah, Tim Peneliti dan Tim Komunikasi Sosial. Tim Penjelajah bertugas membuka jalan di wilayah perbatasan dengan Malaysia maupun pedalaman di hutan Kalimantan.

Tim Penjelajah juga dibekali peralatan lengkap untuk komunikasi dan GPS. "Kita masuk ke titik-titik perbatasan. Bukan patok yang kita jadikan acuan karena itu bisa digeser. Kita mengacu ke koordinat titik perbatasannya," ucapnya.

Dari Kopassus terdapat 47 anggotanya yang terlibat dalam Tim Penjelajah. Mereka adalah tentara yang memiliki spesialisasi jelajah rawa, laut, sungai dan pantai atau sering disingkat Tim Ralasuntai.

Sementara Tim Peneliti bertugas menginventarisir potensi Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah perbatasan ataupun pedalaman Kalimantan. Tim Peneliti di ekspedisi itu akan mengambil sampel tanah dan kandungan di dalamnya, serta tumbuhan yang berpotensi untuk dimanfaatkan.

Ada pun Tim Komunikasi Sosial akan masuk ke masyarakat yang tingal di perbatasan maupun pedalaman. "Kita akan identifikasi persoalan masyarakat di perbatasan. Misalnya mengapa mereka menjadi begitu tergantung pada Malaysia," paparnya.

Ditambahkannya, temuan dari lapangan akan dilaporkan ke Pos Komando (Posko) ekspedisi di Gedung Serbaguna, Makopassus. "Ada update informasi setiap hari. Setiap temuan  akan dilaporkan ke Posko di Makopassus.  Nanti akan ada output dari kami sebagai hasil ekspedisi," tuturnya.
Continue reading →

Tim Ekspedisi Khatulistiwa Mengajak Warga Sambas Lestarikan Hutan

0 komentar
Letkol Chb. Fitry Taufiq Sahary, SE,MM selaku  Pa Korwil Barat dan Tengah mengajak mahasiswa dan warga sambas untuk melestarikan hutan. Hal ini dikatakannya dalam Seminar Wawasan Kebangsaan dan Sosialisasi Ekspedisi Khatulistiwa di Politeknik Terpikat Sambas, Rabu (11/4). 

Dalam seminar yang  dihadiri sekitar 300 mahasiswa itu, Letkol CHB Fitri Taufiq Sahary, SE, MM  mengatakan, upaya pelestarian hutan dan alam Kalimantan sesuai dengan tema Ekspedisi Khatulistiwa yakni “Peduli dan Lestarikan Alam Indonesia”. Selain itu, ekpedisi yang digagas TNI Angkatan Darat mempunyai tujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki naluri  tempur  di gunung, hutan, sungai dan pantai. “Sehingga, prajurit dapat menguasai seluruh medan yang sulit di daerah perbatasan, pedalaman, pegunungan, dan sungai yang ada di Kalimantan,” kata Fitry.

Dalam seminar yang juga dihadiri Muspida Sambas itu, Fitri menjelaskan, Tim Khusus Penjelajah Patok Perbatasan yang dipimpin Lettu Inf Taufik Arifyanto dari Grup-2 Kopassus bersama 46 anggotanya, akan berjalan menelusuri patok perbatasan sepanjang pulau Kalimantan. Mereka akan berjalan kaki sejauh 2004 Kilometer dengan target waktu selama 3,5 bulan. Tim khusus jelajah patok perbatasan mulai berjalan kaki dari patok A.1 yang berada di paling barat Pulau Kalimantan, tepatnya di Tanjung Datu sampai ke patok yang berada paling timur Pulau Kalimantan, tepatnya di Sei Pancang Pulau Sebatik. Tim Khusus Jelajah Gunung dan Patok Perbatasan Ekspedisi Khatulistiwa merupakan gabungan personil dari Kopassus, Taifib Marinir, Den Bravo'90 Paskhas, Kostrad dan Raider. “Timsus ini direkrut dari pasukan terbaik yang sudah diseleksi kesehatan dan fisiknya oleh kesatuan masing-masing,” kata Fitri. 

Disamping itu ada juga Timsus Rawa, laut, sungai dan pantai (Ralasuntai), yang dipimpin oleh Mayor Mar Freddy Ardianzah, akan menelusuri sepanjang pantai kalimantan, mulai dari tanjung datu sampai ke Sei Pancang Pulau Sebatik. Pasukan Timsus ini merupakan para prajurit pilihan dari 3 angkatan, yaitu dari Kopassus TNI AD, Kostrad, Marinir TNI AL dan Pakhas TNI AU.
Continue reading →

PISAH SAMBUT DAN GRUP: Militer Tidak Boleh Ketinggalan

0 komentar
Mantan Komandan Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Kolonel (Inf) Teguh Arief Indratmoko meminta kepada anggota Grup-2 Kopassus untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. 

Sejak 21 Maret lalu tampuk kepemimpinan Grup-2 Kopassus sudah diserahterimakan dari Kolonel (Inf) Teguh Arief Indratmoko kepada Letkol (Inf) Suhardi, di Markas Kopassus Cijantung.

“Sipil itu sangat maju, militer tidak boleh ketinggalan. Kembangkan wawasan dan tambah kemampuan. Semua harus mengembangkan kemampuan diri,” ujar Teguh di hadapan anggota Grup-2 Kopassus dan tamu undangan yang hadir pada acara Malam Lepas Sambut di Gedung Serba Guna Markas Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan, Minggu (8/4/2012) malam.

Teguh yang selanjutnya bertugas sebagai Danrindam I/Bukit Barisan itu mengaku senang dengan terlaksananya beberapa kegiatan positif dengan Grup-2 Kopassus sebagai pelopor. Salah satunya yaitu Save Bengawan Solo. Dia menyatakan agenda itu bukan hanya bermanuver, tapi mengajak semua orang termasuk, yang punya industri bersama-sama melihat kondisi Bengawan Solo.

Dia menambahkan anggota Grup-2 Kopassus harus terus berbuat untuk kepentingan bangsa dan ikut membantu warga setempat. “Mari belajar untuk menghormati orang lain. Nguwongke wong. Kalau ingin dihormati orang lain, belajarlah menghormati orang lain. Semua supaya punya wawasan tentang etika yang baik dan pengembangan diri. Semoga Grup-2 Kopassus menjadi pelopor dan bisa mengukir prestasi,” kata Teguh.

Sementara itu, Suhardi mengajak kepada seluruh jajaran Grup-2 Kopassus untuk saling kerja sama dalam melaksanakan tugas pokok. Ia menyampaikan pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.“Mari kita jadikan etika sebagai landasan bergerak,” imbuhnya.
Continue reading →

Wadanjen Kopassus Juara Menembak

0 komentar
Lapangan yang becek setelah hujan yang mengguyur semalaman tidak menyurutkan para petinggi TNI di wilayah Kodam IV/Diponegoro, Polri dan pejabat lain untuk hadir dalam pembukaan Kandang Menjangan Open Championship Danjen Kopassus Cup 2012, Sabtu (7/4). Tidak sekadar menghadiri upacara pembukaan, para petingi ini juga berpartisipasi dalam lomba menembak tersebut.

Kelas Lomba Eksekutif, digelar untuk HUT Kopasus ke-60, diikuti jajaran petinggi di Kodam IV/Diponegoro. Wadanjen, Kasdam, perwakilan dari Akmil, Dandenpom, Danlanud, Waka Polda Jateng, Kapolres Solo Kota, Kapolres Sukoharjo serta Kapolresta Klaten.

Dalam kelas ini berlangsung cukup meriah, karena para peserta lomba adalah jajaran petinggi TNI-Polri. Suara tepuk tangan serta sorakan-sorakan para pendukung bersahutan dengan suara letusan tembakan.

Untuk hasil lomba Kelas Eksekutif, juara pertama diraih Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Doni Monardo setelah tampil duel melawan Dandim Solo Kota Letkol Inf Widi Prasetijono, sedangkan Letkol Ricard Tampubolon selaku Wadan Grup II Kopassus mendapatkan juara ketiga.
Continue reading →

Kopassus Grup 2 Gelar Lomba Tembak Terbuka

0 komentar
Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelar Lomba Tembak Terbuka International Practical Shooting Club (IPSC) Level 3, Kandang Menjangan Open Championship, Danjen Kopassus Cup 2012. Lomba akan digelar 7 April 2012 di Lapangan Tembak Grup 2 Parako Kopassus, Kandang Menjangan.

Ada empat jenis lomba yang dipertandingkan, yakni tembak reaksi (IPSC), tembak pistol (non-IPSC), senapan 100 meter tiga posisi untuk beregu dan perorangan, serta senapan siluet 300 meter. Pendaftaran berlangsung sampai tanggal 6 April mendatang.

"Sudah 155 peserta yang mendaftar," kata Wakil Komandan Kopassus Grup 2 Letnan Kolonel (Inf) Richard Tampubolon, Selasa (3/4/2012).
Continue reading →

Kopassus Kandang Menjangan Turunkan 15 Petembak

0 komentar
Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, tak ingin setengah-setengah turun di Lomba Tembak Danjen Kopassus Cup 2012, Sabtu (7/4) besok. Tampil sebagai tuan rumah, mereka bakal menurunkan sekitar 15 atlet menembak andalannya.
"Cukup banyak yang kami turunkan, ada lebih dari sepuluh petembak. Mereka turun di kelompok TNI/Polri. Semoga bisa meraih hasil terbaik," kata Letkol Richard Tampubolon selaku Wadan Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Jumat (6/4).
Dari belasan shooter-shooter andalan tuan rumah, Richard, menyebutkan di antaranya Parjiono yang merupakan juara menembak tingkat militer Asia Tenggara, serta Sanwi. "Kami pantas optimistis meraih juara mengingat keduanya saja merupakan petembak berpengalaman yang sudah mengantongi sertifikat IPSC (International Pratical Shooting Confederation," jelas dia.
Meski tampil di depan publik sendiri di lapangan tembak Grup II Kopassus, target jago-jago tuan rumah meraih juara umum tak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, petembak dari Grup Kopassus lainnya juga bakal mengadang keinginan tuan rumah itu. Seperti petembak-petembak dari Satuan 81 Gultor, yakni Safrin Sihombing, Totok dan Ridlo.
"Safrin merupakan salah satu atlet SEA Games 20111, dia juga harus kami waspadai. Belum lagi wakil dari Paskal, Agus SP," papar perwira dengan melati dua di pundaknya ini.
Persaingan sengit tak hanya terjadi di kelompok TNI/Polri saja. Di kelompok umum terutama di kelas tembak reaksi <I>open division<P>, persaingan bakal tersaji ketat. Jago-jago tembak seperti juara tahun lalu Zaenal Arif (Bandung) siap mempertahankan titel juaranya. Begitu juga dengan kompatriotnya, Iwan Sumarta.
Belum lagi dengan atlet-atlet Jakarta yang diisi beberapa petembak SEA Games seperti Anang Yulianto (juara standar IPSC) dan Soni Prabowo (juara Revolver). Termasuk dengan wakil tuan rumah di kelompok umur, Roy dan Sinyo Haryanto. Ditambah dengan diundangnya petembak luar negeri seperti dari Jepang dan Filipina.
"Hingga hari terakhir pendaftaran ini, total ada lebih dari 100 petembak yang ambil bagian. Hari ini kami adakan latihan resmi," tandas sekretaris panitia M Munawir.
Continue reading →

Sertu Ade Kusnadi, Prajurit Kopassus Cijantung Perancang Mobil Rantis TNI

0 komentar
Tidak banyak prajurit TNI yang memiliki kemampuan seperti Sertu Ade Kusnadi. Dia membuktikan bahwa seorang bintara juga bisa membuat karya fenomenal di luar medan perang. Ade kini dipercaya membuat kendaraan taktis yang akan digunakan seluruh TNI.

DUA mobil besar dengan balutan cat doreng dan hijau army terpajang di salah satu gedung PT Auto Car Karawang. Ya, dua mobil itu adalah kendaraan khusus tentara. "Ini memang mobil rantis (kendaraan taktis). Tapi, masih prototipe pertama," kata Sertu Ade Kusnadi ketika ditemui Jawa Pos, Kamis (5/4).

Dia menjelaskan, saat ini prototipe mobil kedua sedang dibangun sebagai penyempurnaan. Jika lolos uji, kendaraan tersebut bisa diproduksi secara masal. Itulah kendaraan "perang" hasil kreativitas prajurit Kopassus tersebut. Karena itu, tak heran bila nama Ade pun cukup dikenal luas di kesatuan baret merah tersebut.

Ade merancang kendaraan itu secara total. Mulai desain, estimasi penggunaan bahan, perhitungan aerodinamika, sistem persenjataan, hingga pembuatannya.

Prototipe rantis karya prajurit bintara itu pun menarik perhatian Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono yang meminta untuk terus disempurnakan. Pimpinan TNI berharap rantis tersebut memenuhi standar kelayakan sehingga bisa diproduksi masal untuk keperluan TNI. "Ini memang proyek "gila" saya," ujarnya lantas ngakak.

Prototipe kendaraan yang sempat diberi nama Garda 4x4 itu pernah dipamerkan pada pembukaan rapat pimpinan (rapim) TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Januari lalu. Selain panglima TNI, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro memberikan acungan jempol atas kreativitas Ade dan timnya yang tergabung dalam Tim Working TNI.

Diharapkan, pertengahan tahun nanti, prototipe kedua sudah jadi sehingga bisa dipamerkan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Nanti beliau (presiden) yang memberikan nama baru rantis ini. Soal mau diproduksi atau tidak, itu bergantung beliau," imbuhnya.

Rantis buatan Ade cs itu cukup mentereng. Sebab, beberapa komponen suspensi dan mesinnya menggunakan merek-merek berkelas. Bagian kaki-kakinya memakai suspensi Hummer, sedangkan mesinnya menggunakan Land Cruiser 4,2 L Turbocharger 4.000 cc yang didatangkan PT Auto Car.

Kendati begitu, hampir 70 persen mesin dan bodi kendaraan itu dari bahan-bahan dalam negeri. Misalnya, baja rangka dan bodinya menggunakan baja produksi PT Krakatau Steel. Lalu, transmisinya diproduksi PT Petrodrill. Sedangkan ban menggunakan Gajah Tunggal.

Sementara itu, desain interior jok mobil dirancang PT Pilar Mas Kursindo, karet dan packing dibuat PT Indo Pulley Perkasa, serta rancangan sistem aplikasinya diproduksi PT Alam Indomesin Utama. "Prototipe ini kira-kira habis Rp 1,5 miliar," kata dia.

Ade memang tidak ujuk-ujuk dipercaya membuat rantis. Menurut dia, pada 2010 rancangan kendaraannya itu ditolak oleh Dewan Ristek Nasional karena beberapa hal. Di antaranya, sang desainer rantis bukan sarjana dan belum punya pengalaman yang cukup.

Tapi, Ade tidak berkecil hati atas cibiran tersebut. Dia terus bekerja keras mengutak-utik rancangan hingga mendapat kepercayaan dari komandannya. Ade cs memerlukan tujuh bulan untuk menghasilkan sebuah mobil rantis yang membanggakan itu.

Ade tak sempat mengenyam pendidikan tinggi. Bapak dua anak tersebut hanya jebolan STM swasta di Sumedang yang lolos seleksi calon bintara Kopassus pada 1995. "Saya ini cuma anak petani yang hidup pas-pasan. Tapi, karena itu, saya ditempa menjadi pekerja keras," tandasnya.

Sejak sekolah, Ade sudah terbiasa mencari uang sendiri. Salah satu keahliannya saat itu adalah bongkar pasang mesin kendaraan. Dia sangat menyukai apa pun yang berbau teknik dan selalu ingin mengutak-atik dan memodifikasi kendaraan apa pun.

Bahkan, senjata-senjata TNI tidak luput dari pengamatan dan pembelajaran Ade. "Kakak saya tiga-tiganya tentara, jadi nggak asing dengan senjata," imbuh si bungsu di antara empat bersaudara itu.

Begitu dalam ilmu yang diperoleh Ade dari proses belajar senjata dari sang kakak. Dia pun bisa langsung berkarya ketika menjadi prajurit Kopassus. Bahkan, pada 2006 Ade sukses meraih juara II lomba karya cipta teknologi TNI dengan karya desain senjata serbu SS-1 yang diproduksi PT Pindad. SS-1 didesain menjadi senjata jenis bullpup, yakni konfigurasi senjata api, di mana magasin terletak di belakang pelatuk.
 
Sejak itu nama Ade sebagai desainer peralatan senjata TNI mulai dikenal. Setahun kemudian pria yang berulang tahun setiap 12 Desember itu mendapat tugas di Dislitbang TNI-AD Lembang. "Saya mendapat kepercayaan membuat desain program penelitian submaterial utama yang membawahkan senjata dan kendaraan," tuturnya.

Keberadaannya di kesatuan itu tidak percuma. Ade bersama timnya berhasil menciptakan terobosan-terobosan unik. Di antaranya, membuat peluncur roket multikaliber dan memodifikasi SS-2 ke bullpup.
   
Pada 2009 Ade meraih juara pertama Lomba Karya Cipta Teknologi TNI. Kala itu dia menciptakan pistol mitraliur yang kemampuannya selevel mitraliur UZI buatan Israel. Tahun berikutnya dia mempertahankan prestasi itu dengan karya senapan serbu multikaliber.
   
"Padahal, yang ikut lomba itu kebanyakan berpangkat mayor ke atas. Cuma saya yang bintara," imbuh suami Wartini Anggraena itu.
   
Ade tidak menyia-nyiakan kesempatan menimba ilmu di Dislitbang TNI-AD. Di sana dia mendapatkan ilmu melimpah tentang segala hal yang menarik perhatiannya selama ini. Selain persenjataan, dia mendalami ilmu otomotif kendaraan rantis dan ranpur (kendaraan tempur). Mulai ilmu matematika, fisika, hingga sofware-sofware aerodinamika sekaligus desain, dilalap habis. "Saya beruntung ditugaskan di tempat berlimpah ilmu dan banyak guru di Dislitbang TNI-AD," katanya.
   
Dari ilmu yang didapatkannya itu Ade diam-diam berambisi membuat mobil model rantis yang akan dipakainya sendiri. Setelah setahun lebih, mobil rancangannya itu rampung.
   
"Saya mengerjakan semuanya sendiri dengan menerapkan teori-teori yang saya tahu. Hanya mesinnya yang nggak buat sendiri. Pakai mesin Elf," imbuhnya lantas tersenyum.

Dengan bangga Ade menyalakan mesin mobil yang diberi nama Rantis Bintara yang terparkir persis di belakang rantis prototipe. "Mobil ini, meskipun jatuh telentang, tidak akan hancur," katanya.

Sebagai bukti ketangguhan mobil buatannya, dia tunjukkan bekas kecelakaan yang baru menimpanya beberapa waktu lalu. Yakni, sebuah sobekan di pintu kiri mobil tersebut. Padahal, kecelakaan yang dialami Ade cukup berat. Kala itu di jalan utama yang tak jauh dari rumahnya di kawasan Cijantung sebuah mobil Toyota Alphard berkecepatan tinggi mengarah ke mobilnya.

Merasa lebar jalan tidak memungkinkan untuk menghindari tabrakan, Ade langsung membanting setir."Mobil saya ngguling, masuk jurang. Tapi, yang rusak cuma ini," katanya lantas tertawa.
   
Melihat kehebatan Ade yang berhasil membuat mobil rantis, kesatuannya memberikan hadiah khusus. Yakni, berupa surat-surat resmi untuk kendaraan Rantis Bintara dengan pelat nomor khusus TNI-AD. Dengan begitu, Ade bisa membawa mobil itu keluar dari kompleks kesatuan Kopassus Cijantung.

Atas berbagai prestasi itu, TNI-AD tidak segan-segan memberikan penghargaan kepada Ade. Wakasad Budiman pernah menawari Ade menempuh pendidikan S-1 di kampus mana pun yang dia mau. Tapi, atas pertimbangan beberapa pimpinannya, Ade akhirnya mendapat hadiah untuk mengikuti pendidikan di sekolah calon perwira (secapa) tanpa menjalani tes.

Sebenarnya tidak hanya TNI-AD yang memberikan penghargaan tinggi untuk Ade. Sebuah perusahaan senjata asal Italia yang mendengar kehebatan Ade menawarinya untuk bekerja sebagai desainer senjata dengan iming-iming pendapatan yang sangat menggiurkan. "Tapi, saya tolak. Bagaimanapun, saya akan terus mengabdi untuk negeri ini," katanya.
Continue reading →

Pakorwil Barat-Tengah pimpin serpas Ekspedisi Khatulistiwa 2012 ke Pontianak

0 komentar

Perwira Koordinator Wilayah Barat dan Tengah Letnan Kolonel Fitri Taufiq memimpin pemberangkatn Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 di Wilayah Pontianak Kalimantan Barat dengan menggunakan Pesawat Angkut Hercules TNI AU dari Lanud Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat. Selasa (03/4).

Pemberangkatan Tim Ekpedisi Khatulistiwa 2012 ke Pontianak Kalbar ini merupakan kloter pernerbangan pertama, terdiri dari beberapa Korwil dan Tim yaitu: Korwil Sambas 57 0rang, Korwil Sanggau 60 orang dan Korwil Kapuas Hulu 58 orang , Tim Khusus Penjelajah 49 orang dan Tim SAR 4 orang. Mereka akan melaksanakan kegiatan penjelajahan, penelitian serta melaksanakan kegiatan Komukasi Sosial khususnya di daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Mereka akan bahu membahu bersama masyarakat setempat dengan melibatkan seluruh komponen baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI/Polri, Tenaga Ahli,  Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, Pramuka serta Organisasi-Organisasi Swadaya Masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Diharapkan kerja keras mereka yang tergabung di dalam Ekspedisi khatulistiwa 2012 ini dapat menggali potensi yang ada di Pulau Kalimantan yang dapat diberikan untuk kemajuan Bangsa. Setiba di Lanud Supadio tim Ekspedisi disambut oleh Pejabat TNI/Polri dari Kodam XII/TPR serta pejabat Muspida/Muspika di Kalimantan Barat.
Continue reading →

Kopassus Gelar Servis Motor Gratis

0 komentar

Kopassus bekerja sama dengan PT Wahana Makmur Sejati menggelar servis gratis motor merk Honda dalam rangka HUT ke-60 Kopassus, di Lapangan Atang Sutresna  Cijantung-Jakarta Timur, Kamis(5/4).
Danjen Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa pentingnya menjalin silahturahmi dan komunikasi antara sesama agar dapat memberikan kehidupan yang lebih baik. Dengan adanya bantuan gratis dari CSR Honda ini manfaatkan secara baik masalah yang berkaitan dengan pemeliharaan kendaraan,Karena untuk pengamanan personil maupun kendaraan bermotor harus diutamakan.demi menjaga  keselamatan dijalan dan nyaman berkendaraan.
Dalam kegiatan ini pihak PT Wahan Makmur Sejati akan menservis sebanyak 400 motor dengan penggantian oli dan busi serta melayani penjualan sperpart dengan diskon 15%.Disamping itu juga ada penyerahan motor sebanyak 10 buah, yang diserahkan oleh Ibu Titik Pramudya sebagai Direktur Corporate Affair Wahana Motor kepada Kolonel Inf Hibdizah Pamen Ahli Bidang Nubika Kopassus. 


Continue reading →

Kopassus Grup 2 Gelar Lomba Tembak Internasional

0 komentar
SOLO - Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelar Lomba Tembak Terbuka International Practical Shooting Club (IPSC) Level 3, Kandang Menjangan Open Championship, Danjen Kopassus Cup 2012. Lomba akan digelar 7 April 2012 di Lapangan Tembak Grup 2 Parako Kopassus, Kandang Menjangan.
Ada empat jenis lomba yang dipertandingkan, yakni tembak reaksi (IPSC), tembak pistol (non-IPSC), senapan 100 meter tiga posisi untuk beregu dan perorangan, serta senapan siluet 300 meter. Pendaftaran berlangsung sampai tanggal 6 April mendatang.
"Sudah 155 peserta yang mendaftar," kata Wakil Komandan Kopassus Grup 2 Letnan Kolonel (Inf) Richard Tampubolon, Selasa (3/4/2012).
Continue reading →