Tampilkan postingan dengan label Militer Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer Amerika. Tampilkan semua postingan

Rusia Siap Serang Sistem Rudal AS

0 komentar
Moskow menegaskan akan melancarkan serangan awal ke sistem rudal AS di Eropa. Ini dilakukan bila Washington tetap menolak melakukan dialog konstruktif soal ini.
''Merujuk pada sistem senjata Amerika, yang bisa memicu adanya serangan, keputusan untuk melakukan penyerangan pendahuluan bisa saja diambil bila situasi makin panas,'' ujar Kepala Militer Angkatan Bersenjata Rusia, Nikolay Makarov.
Bicara di konferensi Rudal Anti-Balistik (ABM) Moskow, Makarov mengatakan Rusia sendiri tak berencana melakukan pengerahan senjata rudalnya di luar wilayah negara. ''Kami memastikan tidak akan pernah mengerahkan senjata rudal Rusia di luar wilayah nasional,'' ujar Makarov.

Menyusul penolakan Washington terhadap permintaan Rusia agar tak mengembangkan sistem rudal Eropa, Rusia memang sempat mengancam akan mengerahkan rudal jarak pendek Iskander di wilayah Kaliningrad.
Continue reading →

Amerika Rancang Helm Tentara Bisa Telepati

0 komentar
Amerika Serikat (AS) saat ini tengah mengembangkan sebuah helm yang membantu para tentara, bertelepati dengan rekannya di dalam medan perang.
Seperti diberitakan Dailymail, Senin (9/4/2012), teknologi mutahir yang nampak seperti di cerita fiksi ilmiah itu, sepertinya bukanlah isapan jempol, dengan menggunakan elektroda helm itu dapat mengambil kode-kode kata dari seorang tentara yang sedang berpikir, lalu mengirimkannya kepada perangkat komputer rekannya, yang kemudian menterjemahkannya ke dalam bentuk pesan.
Pengembangan teknologi helm telepati itu, dilakukan oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), yang didirikan pada tahun 1958 untuk memperluas penggunaan teknologi Departemen Pertahanan.
Sebelumnya para ilmuwan di Universitas California-Irvine, bersama-sama dengan laboratorium di Philadelphia dan Maryland, tengah mempelajari mekanisme 'telepati sintetis' dan meningkatkannya supaya bisa digunakan dalam medan perang.
Sejauh ini, mereka telah berhasil mencapai ketepatan 45 persen interpretasi dari perintah yang dipikirkan oleh seorang relawan, seperti memanggil helikopter, atau mengatakan musuh berada di depan. Mereka berharap dapat meningkatkan prosentase tersebut.
Continue reading →

Tentara AS akan Pakai Kekuatan Telepati untuk Perang

0 komentar
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana membekali pasukannya dengan kemampuan membaca pikiran (telepati) di medan perang. Keputusan yang terlihat seperti fiksi ilmiah ini, telah dipandang serius oleh Pentagon demi memenangkan perang.

Demi mewujudkan itu, Pentagon telah mendedikasikan jutaan dolar bagi penelitian telepati ini. Ini terutama untuk membuat sebuah helm yang memungkinkan pasukan AS membaca pikiran musuh dan melakukan komunikasi telepati dengan sesama pasukan AS di medan perang.


Penelitian yang menghabiskan dana lebih dari 4 juta dolar ini, telah dilakukan di seluruh negeri. Menurut seorang tentara yang sedang melakukan uji coba mengatakan, ia merasa akan banyak manfaat penggunaan teknologi telepati ini pada perang di masa datang. "Pada tahap awal kita diujicoba dengan berperang melalui video game dan menembak dengan senjata plastik, "kata tentara yang tidak disebutkan namanya, yang dilansir dalam dailymail.co.uk, Senin (9/4).

Teknologi ini akan menggunakan sebuah elektroda yang mengambil kode kata-kata dari pikiran para tentara. Kode kata-kata dari pasukan itu kemudian dikirim ke komputer, untuk mengindikasi pesan dan posisi. Basis penelitian telepati untuk keperluan perang ini berada di bawah Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Lembaga riset militer ini didedikasikan untuk memperluas penggunaan teknologi rahasia di militer AS.

Proyek ini juga berdasarkan kerjasama dengan Universitas California-Irvine. Pada laboratoriumnya yang berada di Philadelphia dan Maryland, para ilmuwan mencoba untuk meningkatkan 'telepati sintetis' yang dapat digunakan di medan perang. Hingga saat ini, ilmuwan telah mengonfirmasi, 45 persen dari perintah bantuan panggilan helikopter sudah benar. Dan Ilmuwan mengharapkan persentase statistik ini dapat meningkatkan.

Namun aktivis hak sipil dan anti perang melihat berbeda program telepati ini. Menurut sebagian aktivis, penggunaan telepati ini akan memperbesar kemungkinan pelanggaran hak sipil jika teknologi ini disalahgunakan.

Ilmuwan mengatakan, proses saat ini baru terfokus pada penenerapan berbahasa kode pendek. Dan bukan individu yang dapat membaca pikiran pribadi dan berbagai rahasia militer. Namun Ilmuwan juga memastikan kemampuan membaca pikiran seperti itu hanya masalah waktu.
Continue reading →

Latihan Militer AS-Israel Takkan Pengaruhi Turki

0 komentar
Foto : Latihan militer Nobel Dina (habermonitor)

WASHINGTON
- Pada Minggu pekan lalu, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Israel menggelar latihan militer gabungan di Laut Mediterania bersama armada tempur Amerika Serikat (AS) dan Yunani. Latihan itu diklaim bukan ditujukan untuk mengancam Turki.

Pejabat AS melaporkan bahwa latihan militer Noble Dina juga tidak dimaksudkan untuk menyimulasikan peperangan, dan tidak ditujukan untuk mewaspadai sejumlah negara yang ada di sekitar Mediterania.

"Tidak ada skenario dalam latihan militer ini, ini adalah latihan milter untuk mewaspadai peperangan dengan kapal selam. Latihan ini juga digelar untuk meningkatkan kewaspadaan angkatan laut, meningkatkan komunikasi, mengatasi terorisme, dan melindungi wilayah maritim," ujar pejabat AS, seperti dikutip Haaretz, Kamis (5/4/2012).

Noble Dina merupakan latihan perang antara Angkatan Laut AS dan Israel yang sudah dibentuk pada 1998 silam. Namun sejak 2009, latihan ini melibatkan pihak ketiga, yakni Yunani.

Sebelumnya, adapula latihan militer yang bernama Reliant Mermaid. Latihan itu dilakukan oleh AS, Israel, dan Turki. Namun saat ini, hubungan Turki dan Israel kian menegang, dan Turki sudah memutus segala bentuk kontak dengan Negera Yahudi itu.

Ketika ketegangan antara Turki dan Israel berlangsung, latihan Reliant Mermaid tetap digelar pada Agustus 2010 dan 2011. Meski demikian, Turki menolak untuk berpartisipasi.

Turki sendiri belum mengeluarkan komentarnya untuk menyikapi latihan militer Noble Dina yang berlangsung pada awal April ini.
Continue reading →

Wapres China: Asia Tidak Butuh Tentara AS

0 komentar
Wakil Presiden China, Xi Jinping, akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Gedung Putih Washington pada Selasa waktu setempat. Dalam tulisannya di Washington Post, Xi menyampaikan garis besar tujuan kedatangannya, di antaranya adalah keamanan kawasan dan peningkatan kerja sama ekonomi. Di antara yang disinggung dalam tulisannya yang dimuat Senin, 13 Februari 2012, adalah rencana AS mengalihkan fokus militernya dari Timur Tengah ke Asia. Pengalihan fokus ini adalah salah satu strategi baru militer AS, di tengah upaya penghematan sektor pertahanan negara tersebut.

Hal ini, lanjut Xi, tidak dibutuhkan oleh Asia. Dia mengatakan, saat ini Asia lebih butuh kemajuan ekonomi yang berkesinambungan dan membangun momentum bagi perkembangan ekonomi, penambahan tentara hanya merusak perdamaian.

"Di saat masyarakat merindukan perdamaian, stabilitas dan pertumbuhan, meningkatkan agenda militer, menambah jumlah personel dan memperkuat aliansi militer bukanlah hal yang diinginkan negara-negara di kawasan," kata Xi.

Dalam bidang ekonomi, Xi mengatakan bahwa sejak kedua negara membuka hubungan diplomatik 1970 silam, kerja sama dagang meningkat hingga 180 kali. Dalam 10 tahun terakhir, ekspor AS ke China meningkat 468 persen dan membuka tiga juta lapangan pekerjaan di Negeri Paman Sam.

Namun tidak bisa dipungkiri kerja sama ekonomi kedua negara sempat tegang, terutama soal nilai mata uang China yang dinilai merugikan investasi AS. China, ujar Xi, telah melakukan reformasi mekanisme nilai tukar RMB (renminbi) sehingga investor asing akan memperoleh lingkungan investasi yang transparan dan adil.

Selain itu, lanjutnya, China telah membuat undang-undang perlindungan perlindungan hak kekayaan intelektual yang selama ini dikeluhkan AS. Tapi hal ini bukan tanpa maksud. Kedatangan Xi adalah untuk mendesak AS melakukan hal yang sama dalam menyelesaikan rintangan yang merugikan China.

"Kami harap AS akan melakukan langkah yang tepat secepatnya dalam mengurangi pembatasan ekspor barang teknologi tinggi ke China dan menyediakan lapangan investasi bagi para pengusaha China di AS," kata Xi.

Lelaki 58 tahun ini adalah pejabat tinggi pertama China yang menyambangi AS sejak Obama menyatakan bahwa Asia adalah fokus baru AS. Pertemuan nanti juga akan menjadi ujian pertama bagi Xi yang merupakan kandidat pemimpin China berikutnya.
Continue reading →

Amerika Berfikir 1000 kali Untuk Menyerang Iran

0 komentar

Adam Lowther, salah satu anggota analis pertahanan pada Universitas Angkatan Udara AS. Dalam sebuah pernyataanya, dia memperingatkan kepada para politisi AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka sebelum memilih opsi serangan militer terhadap Iran.
 
Lowther menjelaskan, Iran tidak seperti Grenada, Panama, Somalia, Haiti, Bosnia, Serbia, Afghanistan atau Irak saat AS menginvasi negara-negara tersebut. Ia menambahkan, semua contoh saat militer AS mampu mengalahkan musuhnya karena negara-negara tersebut tidak mampu bersaing dengan AS secara militer. (weleh-weleh ternyata AS beraninya sama negara lemah :D ).
 
Alasan-alasan lain yang dikemukakan oleh Adam Lowther adalah :
 
1. Militer Iran jauh lebih kompeten dan kuat
Lowther menjelaskan, Iran tidak seperti Grenada, Panama, Somalia, Haiti, Bosnia, Serbia, Afghanistan atau Irak saat AS menginvasi negara-negara tersebut. Ia menambahkan, semua contoh saat militer AS mampu mengalahkan musuhnya karena negara-negara tersebut tidak mampu bersaing dengan AS secara militer. Dia juga mencatat bahwa militer Iran jauh lebih kompeten dan kuat. Kemampuan Iran itu terbukti pada perang Iran-Irak selama satu dekade dan Iran mempunyai pemahaman yang baik tentang taktik dan strategi perang AS.
2. Angkatan Laut Iran sangat terampil
Dia melanjutkan, Angkatan Laut Iran sangat terampil dalam pertempuran littoral dan mungkin mampu menutup Selat Hormuz untuk durasi yang cukup lama demi melampiaskan malapetaka ekonomi global. Latihan-latihan angkatan laut baru-baru ini yang dilakukan oleh angkatan laut Iran menggambarkan strategi yang jelas, bahkan Iran mengancam akan menutup selat Hormuz. Iran juga mengancam akan menenggelamkan kapal perang Amerika yang masuk ke daerah tersebut. Hal ini menunjukkan kemampuan militer Iran. Dan jika selat Hormuz benar-benar ditutup, maka akan mengakibatkan kerugian yang signifikan dari pelayaran komersial dan menyebabkan harga minyak meroket di dunia internasional.

3. Taktik Perang AS yang sudah dipelajari militer Iran
Iran sama sekali berbeda dengan Irak. Angkatan Darat Iran dan Korps Garda Revolusi Iran tidak akan meletakkan senjata begitu saja pada ancaman pasukan darat AS. Lowther mengatakan, pasukan militer Iran selalu mengikuti perkembangan di Afghanistan dan Irak dan mempelajari bagaimana cara mengalahkan pasukan Amerika
.
4. Intelijen Iran termasuk yang paling kompeten dan kuat di dunia
Menurutnya, Kementerian Intelijen Iran telah berhasil memburu elemen-elemen anti-Iran selama tiga puluh tahun terakhir dan selalu cemerlang.
 
5. Faktor Libanon Hizbullah
Kemungkinan gerakan perlawanan Libanon Hizbullah akan membantu Iran dalam perang AS terhadap Iran. Analis pertahanan itu menyatakan bahwa seharusnya militer AS belajar bagaimana menyerang Iran, Hizbullah, selama tiga dekade saat Hizbullah bertempur dengan Israel. Baru kemudian melakukan serangkaian serangan terhadap Iran.

6. Kemampuan Cyber Maya Iran yang mengesankan dan berkembang pesat.
Lowther menulis, serangan terhadap infrastruktur nuklir Iran kemungkinan akan berkelanjutan. Dan serangan cyber tidak seperti yang telah kita lihat. Cyber Iran mungkin akan menargetkan data penting di sektor publik dan swasta dan ini akan mendatangkan malapetaka, mematikan sistem, dan menghancurkan data.
Continue reading →

Marinir AS Tutup 4 Batalyon dan 12 Skuadron Udara

0 komentar
Korps Marinir AS (USMC) berencana menutup empat batalyon infanteri dan 12 skuadron udaranya dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari langkah penghematan anggaran pertahanan AS. Nantinya, USMC akan fokus pada pengembangan pasukan khusus dan pesawat tak berawak yang membutuhkan jumlah personel lebih sedikit tanpa mengurangi kemampuan tempur.
Komandan Komando Pengembangan Tempur USMC Letnan Jenderal Richard Mills mengatakan, Rabu (14/3/2012), secara keseluruhan USMC akan memangkas 20.000 personel untuk menyesuaikan dengan pembatasan anggaran dan kebutuhan personel di masa damai.
Pemotongan terbesar akan terjadi di beberapa pangkalan USMC di negara bagian North Carolina. Pangkalan Camp Lejeune dan Pangkalan Udara New River akan kehilangan 5.800 personel, sementara Pangkalan Udara Cherry Point akan kehilangan 2.100 personel.
Tiga pangkalan USMC di California, yakni Campe Pendleton, 29 Palms, dan Miramar akan kehilangan total 6.000 personel. Namun, pengurangan jumlah personel di pangkalan-pangkalan di Pasifik jauh lebih kecil, yakni hanya sekitar 200 personel di Hawaii dan belum ditetapkan di Jepang.
Di luar pengurangan personel tersebut, USMC mengatakan akan merekrut tambahan 250 orang untuk memperkuat sektor peperangan cyber, 821 orang untuk dimasukkan ke Komando Operasi Khusus USMC, dan menambah satu skuadron pesawat tak berawak di bawah komando Pasukan Cadangan Marinir.
Mills mengatakan, pengurangan jumlah personel ini akan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan habisnya masa kontrak setiap prajurit Marinir. ”Kami jelas akan membutuhkan jumlah prajurit yang lebih sedikit. Pendaftaran kembali prajurit akan diperketat. Seorang Marinir nantinya harus benar-benar memiliki kualifikasi profesional, personal,dan kinerja puncak untuk tetap bisa bertahan meniti karier di korps Marinir,” tandas Mills.
Dengan pengurangan ini, jumlah personel USMC akan berkurang dari 202.000 personel saat ini menjadi hanya 182.000 personel pada 2016. Jumlah batalyon infanteri juga akan menyusut, dari 27 batalyon menjadi 23 batalyon. Sementara jumlah skuadron udara USMC berkurang dari 70 skuadron menjadi hanya 58 skuadron.
Continue reading →

Tentara AS Tembaki Warga Afghanistan, Obama Shock

0 komentar
Presiden AS Barack Obama menelepon Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Ahad, "untuk mengungkapkan rasa sedih dan terguncangnya" atas penembakan di Afghanistan oleh seorang prajurit AS yang menewaskan 16 warga sipil, demikian diumumkan Gedung Putih.


 Dalam pembicaraan telepon itu, Obama menyampaikan bela sungkawa kepada rakyat Afghanistan, dan memperjelas komitmen pemerintahnya untuk menetapkan fakta secepat mungkin dan mengadili pelakunya, katanya.
Obama sebelumnya mengeluarkan sebuah pernyataan yaag mengatakan, "Insiden ini tragis serta mengejutkan, dan tidak mewakili karakter militer kami."
Penembakan membabi buta itu terjadi pada Ahad pagi ketika seorang prajurit AS berjalan keluar dari markasnya di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, dan memberondongkan tembakan ke arah pria, wanita dan anak-anak.
Menteri Pertahanan AS Leon Panetta memberikan jaminan kepada Karzai dalam pembicaraan telepon bahwa "penyelidikan penuh" sedang dilakukan.
Penembakan itu terjadi ketika hubungan Washington dengan mitra-mitranya di Afghanistan mencapai tingkat terendah setelah pembakaran Al-Quran di sebuah pangkalan AS bulan lalu yang mengakibatkan kerusuhan-kerusuhan mematikan selama beberapa hari.
Peristiwa itu juga akan memperumit upaya Washington untuk merundingkan kemitraan srategis jangka panjang dengan Kabul yang akan menetapkan landasan bagi kerja sama keamanan yang akan berlanjut.
Continue reading →

Waspadai Korut, AS Kirim Pesawat Mata-mata Militer di Seoul

0 komentar
AS akan mengirim pesawat mata-mata ke Korsel untuk mendeteksi potensi serangan Korut jelang KTT Nuklir.


SEOUL, Jaringnews.com – Amerika Serikat menyatakan akan mengirim pesawat mata-mata militer ke Korea Selatan untuk mendeteksi potensi serangan dari Korea Utara, jelang KTT Nuklir yang akan diadakan di Seoul akhir bulan ini, Minggu (11/3).

Militer AS dan Korsel juga sedang membahas kemungkinan untuk menugaskan pesawat J-STARS (sistem pengawasan dan target serangan bersama) berjaga-jaga di titik-titik sekitar Seoul selama KTT Nuklir digelar pada 26-27 Maret 2012.

Pesawat J-STARS mampu terbang dengan ketinggian hingga 12 kilometer (7,4 mil) dan kecepatan jelajahnya mencapai Mach 0,8 serta dapat memonitor aktivitas militer Korut, termasuk gerakan pasukan, artileri dan misilnya.

Adapun pengawasan terhadap Korut akan semakin ditingkatkan mengingat forum global tersebut akan dihadiri lebih dari 50 kepala negara, termasuk Presiden AS Barack Obama.

Seorang pejabat militer senior Korsel, yang tidak mau disebutkan namanya, menyatakan kesiapan militer akan ditingkatkan untuk menjaga segala potensi serangan baik melalui darat, laut, udara maupun serangan cyber terhadap KTT Nuklir di Seoul nantinya.
Continue reading →

AS Miliki Senjata Mata-mata Baru Tercanggih Dunia

0 komentar
Perangkat mata-mata terbaru militer Amerika Serikat (AS) ini lebih mirip mainan anak-anak. Namun perangkat baru ini merupakan perangkat tercanggih dunia.


Angkatan Udara (AU) AS mengembangkan miniatur pesawat mata-mata super kecil berwujud burung, bahkan serangga yang keberadaannya bisa luput dari perhatian. Micro Air Vehicles (MAVs) dikembangkan di Wright-Patterson Air Force Base di Dayton, Ohio.

Misi Laboratorium Riset AU ini yakni mengembangkan MAVs yang mampu mencari, melacak dan menarget musuh sembari beroperasi di lingkungan kota yang rumit.

Pemimpin teknisi Dr Gregory Parker menggunakan beragam helikopter mungil serta robot di lab guna mengembangkan program dan software ini.

Pengujian robot ini bertempat di lingkungan dalam ruangan. Selama itu, data yang terkumpul akan digunakan pengembangan lebih lanjut. Defense Advanced Projects Agency AS menghabiskan bertahun-tahun mengembangkan robot mungil ini dan berharap mampu menciptakan ‘lalat di dinding’.

Pada dua tahun lalu, peneliti mengungkap berhasil membuat robot kumbang yang mampu dikendalikan nirkabel melalui laptop.
Continue reading →

Senjata Militer AS Kian Mengerikan

0 komentar
Kantor Riset Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) mengaku berhasil melakukan uji bahan peledak jenis baru. Seramnya, bahan ini mampu meningkatkan daya ledak senjata secara dramatis.


Rudal yang dibuat dari bahan dengan kepadatan tinggi ini mampu meledak lima kali lebih besar dari energi senjata yang sudah ada. Ilmuwan AL AS mengatakan, proyektil yang terbuat dari bahan baru ini akan lebih aman bagi warga tak berdosa.

Rudal, peluru artileri dan amunisi militer lainnya biasanya dibuat dengan casing besi yang cukup untuk memuat bahan peledak di dalamnya. Pendekatan baru dari Kantor Riset AL AS ini menggantikan casing yang ada dengan high-density reactive materials (HDRM).

Campuran bahan tersebut hanya akan meledak ketika proyektil mengenai target. Menurut peneliti AL, uji terbaru menunjukkan, HDRM sangat kuat dan secara signifikan memperbesar efek ledakan.
Bahan ini meningkatkan kesempatan apa yang disebut para ilmuwan militer sebagai ‘pembunuhan katastropik’. Peneliti Clifford Bedford yang terlibat pengembangan bahan baru ini menjelaskan manfaat bahan ini dibanding senjata yang sudah ada.

“Dalam kasus casing besi rudal, rudal secara sengaja diledakkan untuk meluncurkan. Rudal ini akan mencari targetnya dan semua energi kinetik yang ada akan menyebar pada target,” ujarnya.
Melalui rudal berbahan reaktif, bisa memiliki daya luncur ledak yang sama namun hanya akan menyebar pada target dan energi kimia terbebas, lanjutnya lagi. “Perpaduan energi kimia dan kinetik ini memberi efek yang lebih besar,” katanya.

Bahan baru ini telah dikembangkan selama lebih dari lima tahun dan terbuat dari jenis besi yang berbeda dipadukan pengoksidasi guna menciptakan ledakan kimia saat meledak.
Bedford mengatakan, HDRM awalnya digunakan dalam sistem anti-rudal karena dianggap memiliki daya ledak yang lebih besar guna menghancurkan proyektil yang sedang mengarah untuk menyerang di udara.

“Dalam skenario yang ada , sebenarnya kita menembak dua kali karena tak ada banyak waktu membidik rudal yang datang. Selain itu karena pecahan besi yang ada di hulu ledak, Anda tak bisa mengetahui apakah rudal sudah menabrak target atau belum,” paparnya.

Berbeda, dengan hulu ledak reaktif, kita cukup menembak sekali, melihat dan bisa menentukan efek ‘pembunuhan katastropik,’ katanya. “Kita masih memiliki pilihan penembakan kedua dan bahan ini menghemat banyak biaya seperti pada satu rudal melawan tiga rudal,” imbuhnya.

Karena bahan baru ini bereaksi dan meledak saat bertabrakan target, Bredford yakin bahan ini bisa meminimalisir korban tak berdosa. “Bahan ini terpakai hanya saat menabrak target, efek hancurnya akan terminimalisir. Jika bahan ini bisa difokuskan, efek hancur bisa dikurangi,” paparnya.
Peneliti mengatakan, bahan ini bisa diterapkan pada granat dan peluru serta senjata besar lainnya. “Bahan ini bisa digunakan pada senapan mesin berkaliber besar,” jelas Bedford. Uji lebih lanjut pada sistem ini akan dilakukan pada September ini.

Namun, karena terbatasnya dana, penggunaan bahan yang harganya tiga hingga empat kali teknologi yang digunakan saat ini tersebut akan terancam masa depannya. “Penggunaan bahan ini butuh jawaban politis dan anggaran yang memungkinkan,” tutupnya.
Continue reading →

Militer AS Pamer Mobil Terbang Tempur Pertama

0 komentar
Jeep terbang terdengar seperti kendaraan yang ada dalam komik Marvel. Namun, militer Amerika Serikat (AS) sudah mulai memamerkannya. Seperti apa?


 Menurut orang dalam Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) militer AS, model pertama kendaraan masa depan ini siap pada akhir tahun depan. Mobil ini dirancang mampu berjalan di segala medan seperti jeep, mampu menahan tembakan serta terbang.

Tentara AS berharap, ‘Humvee terbang’ ini mampu membawa empat penumpang beserta perlengkapannya dan mampu lepas landas dan mendarat secara vertical.

Tak hanya itu, mobil ini diharapkan mampu terbang lebih dari 402km dengan bahan bakar penuh dan tak memerlukan pilot terlatih untuk mengoperasikannya.

Menurut blog Ares Aviation Week, mitra perusahaan dirgantara Lockheed Martin dan AAI Corporation menyajikan ‘desain’ untuk program Transformer TX militer AS ini. Mitra ini telah masuk dalam tahap pembuatan prototipnya.

Jika DARPA jadi memroses proyek ini, Humvee baru akan siap lepas landas pada 2015, seperti dikutip DM. [mor]
Continue reading →

Militer AS Ungkap Senjata Tak Kasat Mata Terbaru

0 komentar
Pekan ini, militer Amerika Serikat (AS) mengungkap senjata terbarunya. Senjata ini diklaim tak bisa dilihat, hanya bisa dirasakan. Penasaran?


 “Anda tak akan melihatnya, mendengarkannya atau membaunya tapi Anda akan merasakannya,” papar Kolonel Angkatan Laut AS Tracy Taffola yang menjadi direktur Joint Non-Lethal Weapons Directorate di Marine Corps Base Quantico ini.

Senjata yang mengeluarkan gelombang atau sinar elektromagnetik kuat ini akan menimbulkan sensasi yang tak tertahankan, panas tiba-tiba yang tak diketahui sumbernya. Efek ini membuat insting manusia menyuruh manusia untuk melarikan diri.

Sinar ‘Active Denial System’ ini sangat kuat dan memiliki jangkauan jauh di mana bisa mencapai jarak seribu meter. ‘Senjata teraman’ militer AS ini sendiri merupakan hasil pengembangan selama 15 tahun dan belum pernah digunakan di medan perang seperti dikutip ST.
Continue reading →

Prajurit AS Dilatih Gunakan Indera Keenam

0 komentar
Pasukan militer Amerika Serikat akan dilatih menggunakan indera keenam. Rekomendasi tersebut dikeluarkan langsung oleh Office of Naval Research (ONR) AS.

Menurut mereka, intuisi telah menyelamatkan nyawa banyak prajurit selama perang Irak dan Afghanistan. Melalui pelatihan tersebut diharapkan masing-masing prajurit mampu memanfaatkan insting “super hero” mereka.

“Manusia dapat mendeteksi dan bertindak dalam pola yang unik tanpa kesadaran langsung ataupun analisis terlebih dahulu,” demikian bunyi memo yang diterbitkan otoritas tersebut pada 29 Februari lalu dan dilansir InnovationNewsDaily, Selasa (6/3) watu setempat.

Pelatihan itu rencananya akan diberikan kepada pasukan angkatan darat dan marinir khususnya tentara yang memiliki jam terbang minim di medan perang. Penelitian lebih lanjut juga terus dilakukan termasuk pengembangan “implicit learning” yang memungkinakan pengelolaan informasi tanpa melalui proses belajar. Contoh model ini adalah saat seseorang belajar mengendarai sepeda atau belajar bahasa baru.
Sebelum menerapkannya, NOR akan mengukur kinerja intuisi dan “implicit learning” para prajurit. Hal tersebut akan memudahkan penyusunan model berpikir bagi masing-masing prajurit saat menghadapi tekanan di medan perang.

Di tahap akhir, para prajurit akan diturunkan dalam simulasi perang untuk menggali lebih banyak data dari mereka. Sebelumnya ONR telah mengembangkan perangkat simulasi perang untuk persiapan bagi para prajurit. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk membantu para veteran perang mengatasi gangguan post-traumatic stress disorder (PTSD)
Continue reading →

Roket Taliban Hantam Pangkalan Militer AS

0 komentar
KABUL -- Pejuang milisi Taliban meluncurkan sedikitnya dua roket ke Bagram pada Sabtu (10/3) malam. Bagram merupakan pangkalan udara dan basis utama militer terbesar Amerika Serikat (AS) di Afghanistan.

Serangan roket diperkirakan berasal dari lokasi milisi taliban yang dijaga ketat. Lokasinya terletak 11 kilometer tenggara kota Charikar di provinsi Parwan. Serangan terjadi pada Sabtu sekitar pukul 20.00 waktu setempat.



Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pangkalan dan fasilitas militer terbesar AS ini. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, lewat siaran jumpa persnya mengatakan bahwa sejumlah tentara sekutu tewas dan kerusakan parah pada pangkalan militer itu. Namun, Pentagon belum mengkonfirmasi klaim Taliban tentang kerusakan atau korban pasukan sekutu.

Pada Mei 2010, Komite Internasional Palang Merah mengkonfirmasi laporan tentang keberadaan fasilitas militer dan penahanan rahasia di Bagram Airbase milik AS. Atas informasi ini, Bagram telah menjadi target serangan roket dan mortir pejuang milisi Taliban. Tahun lalu, para militan meluncurkan lebih dari selusin serangan ke pangkalan militer Bagram yang menewaskan beberapa pimpinan pasukan Amerika.

Serangan kali ini terjadi sehari setelah AS akhirnya setuju  menyerahkan kontrol penjara Bagram kepada pihak berwenang Afghanistan. Kesepakatan ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Afghanistan, Abdul Rahim Wardak, dan komandan pasukan AS untuk NATO di Afghanistan, Jenderal John Allen.

Sentimen anti-AS meningkat tinggi di seluruh Afghanistan dan dunia Muslim sejak akhir Februari. Kemarahan warga Afghanistan dipicu oleh pembakaran al Qur'an dan bacaan tuntunan ajaran Islam lainnya oleh tentara AS di pangkalan militer Bagram.

Selang beberapa hari, demonstrasi besa-besaran anti-AS pun digelar. Sebanyak 30 warga Afghanistan dan dua tentara AS tewas. Ini memaksa Presiden AS, Barack Obama, meminta maaf kepada warga Afganistan yang disampaikan langsung ke Presiden Hamid Karzai.
Continue reading →

KORSEL-AS TUNTASKAN LATIHAN MILITER

0 komentar
Pasukan Korea Selatan dan Amerika Serikat, Jumat (9/3), menutup latihan militer bersama tahunan pasca-komando. Latihan 12-hari, dijuluki "Key Resolve" itu, diikuti 200.000 pasukan Korea Selatan dan 2.100 tentara Amerika Serikat. 


Pada sisi lain, Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK/Korea Utara) secara rutin mengecam latihan tersebut, dan menyebutnya sebagai persiapan untuk invasi ke utara oleh sekutu. Kedua Korea secara teknis masih berperang satu sama lain sejak konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian perdamaian.Korea Selatan dan Amerika Serikat juga terlibat dalam latihan lapangan terpisah "Foal Eagle", yang diluncurkan pada 1 Maret dan berlangsung hingga 30 April.Pasukan Korea Selatan juga latihan menembak dengan peluru tempur di dekat perbatasan dengan Korea Utara, Kamis, di tengah ketegangan yang makin memuncak dan dalam menghadapi ancaman serangan balasan Pyongyang.Latihan satu jam di Pocheon adalah yang pertama dari jenisnya tahun ini di dekat perbatasan darat.Latihan itu dianggap sebagai latihan biasa yang melibatkan sekitar 170 tank, howitzer otomatis, helikopter dan empat pesawat tempur, kata juru bicara Kementerian Pertahanan kepada AFP Sabtu siang. 

Harus Membalas
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Korea Selatan, Kim Sang-Ki, yang menyaksikan latihan, mengatakan: "Kami harus membalas kuat dan segera jika diprovokasi oleh musuh." Latihan tersebut mengikuti latihan peluru tempur yang digelar oleh pasukan Korea Utara sebelumnya, pekan ini, dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan.Secara terpisah, Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Kwan-Jin juga mengunjungi satu unit rudal dan menyerukan "kesiapan penuh" untuk meluncurkan serangan balasan jika diperlukan.Ketegangan tetap tinggi di perbatasan Perang Dingin terakhir dunia, meskipun Pyongyang mengatakan pekan lalu akan menangguhkan uji coba nuklir dan program pengayaan uraniumnya dengan imbalan bantuan pangan AS.Pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong-Un, bulan lalu memeriksa kesatuan artileri pantai dan mendesak tentara untuk meluncurkan "serangan balasan kuat" dalam hal terjadi provokasi oleh Korea Selatan.Pyongyang juga mengancam "perang suci" dan menuding latihan militer bersama tahunan AS-Korea Selatan "deklarasi bungkam perang" dan menuduh Seoul memfitnah para pemimpinnya.
Continue reading →

Militer AS Terancam Kemampuan Cyber Cina

0 komentar
Kemampuan Cyber Cina merupakan bahaya nyata bagi militer Amerika Serikat jika mereka terlibat konflik, misalnya terkait Taiwan atau sengketa di Laut Cina Selatan, menurut sebuah laporan yang disusun untuk Kongres AS.

Operasi jaringan komputer telah menjadi dasar bagi pengembangan strategi militer dan nasional Cina selama dekade terakhir, kata Komisi Peninjau Keamanan dan Ekonomi AS-Cina pada Kamis (8/3), seperti dilansir Reuters.
Laporan yang disusun oleh para pakar Northrop Grumman Corp (NOC.N) menambahkan, perusahaan-perusahaan komersial Cina, yang didukung oleh mitra asing, memberikan akses kepada militer untuk riset mutakhir dan teknologi.
Di sisi militer, kemampuan Cina dalam operasi cyber cukup maju untuk menciptakan resiko serius terhadap operasi militer AS jika terjadi konflik.
Cina terlibat penuh dalam memanfaatkan semua sumber daya untuk melancarkan beragam operasi teknis canggih di dunia maya. Jaringan operasi komputer sedang diaktifkan untuk membantu pembangunan nasional jangka panjang.
Continue reading →

Militer China Masih Kalah dari Militer AS

0 komentar
Anggaran militer China yang dikabarkan terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin luasnya pengaruh mereka di kawasan Asia ternyata masih jauh dibawah anggaran militer Amerika Serikat.

Setidaknya hal inilah yang berada di benak pikiran Chairman Institute for Democracy and Human Rights The Habibie Center, Dewi Fortuna Anwar.


"Hingga saat ini anggaran militer AS masih jauh lebih besar dari jumlah anggaran sebagian negara-negara besar," ujar Dewi Fortuna Anwar dalam diskusi ASEAN-US Relations: What Are the Talking Points? yang digelar di @america Mall Pacific Place Jakarta.

"Sekalipun anggaran belanja militer sebagian negara-negara besar seperti Jepang, Inggris, Rusia ditambah dengan anggaran militer ke sepuluh negara ASEAN bahkan anggaran militer AS masih tetap yang tertinggi," imbuhnya.

Ditambahkan oleh Dewi Fortuna, perkembangan militer China masih sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan AS.

"Tentunya China juga tidak ingin kondisi negaranya bangkrut demi memperkaya anggaran militernya. Saya perkirakan China akan meningkatkan kemampuan militernya sesuai dengan kemampuan ekonominya. Namun China tidak akan secara serta merta berusaha mengejar ketertinggalannya dari AS, itu tidak akan mungkin," imbuhnya.

Dewi Fortuna pun menegaskan, hal itu terjadi karena usai Perang Dunia II AS telah meningkatkan anggaran militernya besar-besaran. Sehingga tidak akan mungkin dikejar oleh negara mana pun secara realistis tanpa menyebabkan kerugian terhadap negara itu sendiri.
Continue reading →

As Peringatkan Israel agar Tidak Serang Iran

0 komentar
Gedung Putih, Kamis (1/3), memperingatkan, setiap aksi militer terhadap Iran akan menciptakan “ketidakstabilan yang lebih besar” yang dapat mengancam keselamatan warga Amerika Serikat di Afganistan dan Irak. Peringatan itu datang beberapa hari sebelum pertemuan yang direncanakan pada 5 Maret antara Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

”Setiap aksi militer di wilayah itu mengancam ketidakstabilan yang lebih besar di kawasan tersebut,” kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney.

Israel telah memberi pesan yang membingungkan dalam beberapa minggu terakhir tentang kemungkinan negara itu menyerang Iran demi menghentikan program pengembangan nuklir Iran yang kontroversial. “Iran berbatasan dengan Afganistan dan Irak,” kata Carney dalam konferensi pers hariannya. “Kami memiliki personel sipil di Irak. Kami punya personel militer serta warga sipil di Afganistan.”

Menurut Carney, sejauh ini, Amerika Serikat tidak punya bukti bahwa Iran sedang membangun senjata nuklir. Pemerintahan Obama sedang mengupayakan sebuah solusi politik atas krisis yang melibatkan pemantauan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap program nuklir Iran itu. “Kami terus memberi tekanan kepada Teheran,” ujar Carney.

Pemerintah Iran berkeras bahwa pihaknya sedang mengembangkan energi nuklir hanya untuk tujuan damai, seperti pembangkit listrik dan untuk tujuan pengobatan kanker. Iran menyangkal bahwa negara itu berencana membuat senjata nuklir. Pemerintah Israel sangat vokal dalam menentang klaim Iran bahwa negara itu hanya mengembangkan nuklir untuk tujuan damai.

Carney mengatakan, “Kurangnya bukti tentang senjata nuklir Iran memberi waktu dan keleluasaan bagi Amerika Serikat untuk melanjutkan kebijakan yang kami terapkan sejak Presiden (Obama) menjabat.” Kebijakan tersebut difokuskan pada mengisolasi Iran, seperti melalui sanksi ekonomi, sampai pemerintahnya menghentikan program nuklir.

Sejauh ini, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, ia berencana untuk melanjutkan program nuklir negaranya. Namun, ia telah mengirim para perunding untuk membahas masalah tersebut dengan negara-negara Barat.

Program nuklir Iran akan menjadi topik utama diskusi saat Obama dan Netanyahu bertemu di Gedung Putih, Senin depan, kata Perdana Menteri Israel itu.
Continue reading →

FPC CARAT 2012 Antara TNI AL dan US. Navy Berakhir

0 komentar



Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya TNI AL dan US. Navy mencapai kesepakatan rencana program Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness And Training (CARAT) 2012. Kesepakatan itu ditandatangani oleh kedua belah pihak pada saat rapat penutupan Final Planning Conference (FPC) yang berakhir pada tanggal 01 Maret 2012 di Hotel JW. Marriott Surabaya, Kamis (01/03).

Komandan Satuan Tugas (Commander Task Grup) Carat 2012 dari pihak TNI AL Kolonel Laut (P) Rahmat Eko Rahardjo dan Commander Task Grup dari US. Navy Captain Wallace Lovely menandatangani enclosure perjanjian kesepahaman Latma CARAT 2012.  Enclosure tersebut telah dibahas dan disepakati oleh masing-masing delegasi dalam rapat FPC selama empat hari.

Untuk menentukan kesepakatan tersebut masing-masing delegasi membentuk kelompok diskusi kecil (small group discussions) membahas tentang rencana kegiatan, jadwal, dan peralatan tempur yang akan dikerahkan dalam Latma CARAT 2012 nanti. Small Grup Discussion terdiri dari beberapa bagian diantaranya pengamanan (Force Protection), unsur-unsur laut (sea phase), unsur udara (aviation), pendaratan pasukan Marinir (Marex), kesehatan (Medical Civil Action Programme), hubungan masyarakat (communication relation) dan lain-lain.

Rencananya Latma CARAT 2012 akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini, bertempat di sekitar Surabaya dan Madura. Latma CARAT merupkan program latihan rutin setiap satu tahun sekali yang digelar oleh TNI AL dan US. Navy. Dalam latihan  tersebut akan melibatkan beberapa komponen Angkatan Laut diantaranya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), pesawat udara (Pesud), Marinir, Kesehatan dan Pangkalan. Sedangkan dari pihak US. Navy akan mengirimkan beberapa kapal perang, pasukan  marinir  dan  peralatan  tempurnya, tim medis dan unsur-unsur maritim lainnya.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL mengenai doktrin taktik dan teknik peperangan laut, operasi amfibi dan penanggulangan  bencana  alam. Selain itu juga untuk meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut kedua negara, dengan prinsip saling menghormati dan menghargai sesama negara yang berdaulat.
Continue reading →