Tampilkan postingan dengan label Militer Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer Palestina. Tampilkan semua postingan

Serang Balik, Puluhan Roket Palestina Ledakkan Israel

0 komentar
Konflik antara Israel dan Palestina makin memanas. Kedua negara terus balas-balasan menyerang. Baru saja, Israel melepaskan 12 roket ke wilayah Jalur Gaza, Palestina tidak mau kalah dengan menembakkan 92 roket ke wilayah selatan Israel, 40 kilometer dari Jalur Gaza. [baca: Roket Israel Tewaskan 12 Pejuang Palestina]. 

Puluhan roket Qassams dan Grads dilepaskan tentara Palestina di pusat kota di Asdod, Be'ersheba dan Ashkelon, Sabtu (10/3) siang waktu setempat. Akibatnya, delapan orang terluka. Perut seorang korban robek akibat terkena roket. Sementara korban lainnya mengalami luka ringan. Para korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Kaplan di Rehovot dan Barzilai.

Selain itu, tiang listrik dan kendaraan di sekitar hancur. Jendela rumah dan beberapa rumah rusak parah. Serangan ini merupakan balasan atas tewasnya Ketua Komite Pertahanan Palestina (PRC) Zohair al-Qaisi dan sembilan pejuang Palestina dalam serangan Gaza.
Continue reading →

Saling Serang Roket Terus Berlanjut

0 komentar
Perang roket antara Israel melawan para pejuang Palestina terus berlanjut. Terakhir tentara angkatan udara Israel menghajar kawasan jalur Gaza dengan pesawat tempurnya. Dua orang, Ahad (11/3) tewas dalam peristiwa tersebut.

Paramedis setempat menyatakan akibat serangan udara Israel di wilayah Jalur Gaza Utara tersebut seorang bocah Ayoub Assaleya ikut menjadi korban tewas. Sedangkan satu korban lagi di blok yang berbeda adalah seorang tentara Palestina.

Juru bicara Israel mengakui telah melakukan penyerangan tersebut dan tentang kematian bocah dalam insiden tersebut, pihak militer sedang menyelidikinya.

"Serangan udara kami lancarkan untuk membunuh para teroris Palestina. Kami juga menembakkan roket dari Israel ke utara Jalur Gaza," kata juru bicara tersebut.

Wakil PM Israel Moshe Yaalon mengatakan bahwa Israel tak akan bernegosiasi dengan Hamas dan hanya akan memberikan suatu pesan kepada mereka lewat serangan.

"Jika kalian tidak menembak, kami akan diam. Tetapi jika menyerang, kami tidak akan berikan ampun," ujar Yaalon.

Sementara itu, pihak militer Palestina menyebutkan 17 orang tewas sejak serangan roket Jumat (9/3) terjadi. Setelah serangan tersebut, Palestina menembakkan sekitar 100 roket ke wilayah Israel selatan
Continue reading →

Pejuang Palestina Tembakkan Lagi Roket ke Israel

0 komentar
Pejuang Palestina di Jalur Gaza menembakkan sebuah roket ke daerah Eshkol, Israel selatan, pada Jumat malam, namun tidak ada korban, kata militer.

Jumat pagi, jet tempur Israel melancarkan dua serangan udara ke Jalur Gaza sebagai pembalasan atas penembakan roket ke negara Yahudi tersebut pada Kamis malam.

Kelompok pejuang Palestina, Komite Perlawanan Rakyat (PRC), mengatakan, pihaknya meluncurkan satu roket Kamis untuk mempertahankan Al-Quds (Yerusalem), dimana terjadi peningkatan ketegangan di kompleks Kota Tua yang mencakup masjid Al-Aqsa.
Bentrokan singkat meletus antara polisi Israel dan demonstran pelempar batu di kompleks itu, kata polisi, dengan menambahkan bahwa aparat menggunakan granat suara untuk membubarkan massa.

Menurut polisi, empat orang ditangkap dan 11 aparat "cedera ringan akibat lemparan batu".
Di kota Khan Yunis, Jalur Gaza, ribuan orang Palestina juga berpawai untuk mendukung kedaulatan Palestina atas Yerusalem.

Sejak awal tahun ini, pejuang Palestina di Jalur Gaza menembakkan lebih dari 40 roket ke Israel selatan, menurut data militer.

Pada Desember 2011, delapan orang tewas dalam serangkaian serangan udara Israel, enam diantaranya gerilyawan.

Kekerasan berlangsung di dan sekitar Gaza pada November namun tidak memburuk ke tingkatan seperti yang terjadi pada 29-30 Oktober yang menewaskan 12 gerilyawan Palestina dan seorang warga Israel.
Kelompok-kelompok pejuang Palestina menyatakan, mereka melaksanakan gencatan senjata yang ditengahi Mesir namun akan membalas jika diserang Israel.

Daerah sekitar perbatasan Gaza relatif tenang selama beberapa pekan setelah gelombang kekerasan pasca serangan gerilya 18 Agustus di Israel selatan yang menewaskan delapan orang Israel.
Para pejabat Israel mengatakan, pelaku serangan itu berasal dari Jalur Gaza dan menyeberang ke wilayahnya dekat kota pesisir Laut Merah Eilat melalui Semenanjung Sinai Mesir.

Lima personel keamanan Mesir dan tujuh orang bersenjata juga tewas dalam kekerasan pada hari itu.
Suasana memanas antara Hamas dan Israel sejak serangan lintas-batas itu. Sejumlah orang Palestina tewas dalam gempuran-gempuran udara Israel ke Gaza setelah itu.

Bulan Juli terjadi kenaikan dalam serangan roket dan proyektil lain yang ditembakkan dari Gaza ke Israel, mengakhiri bulan-bulan tenang setelah meletusnya kekerasan pada April ketika sebuah rudal anti-tank menghantam bis sekolah Israel, yang menewaskan seorang remaja.
Israel membalas serangan itu dengan gempuran udara yang menewaskan sedikitnya 19 orang Palestina dalam kekerasan mematikan sejak ofensif 22 hari di Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009.
Israel meluncurkan perang 22 hari itu dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan roket dan mortir.
Jumlah serangan dari wilayah kantung Palestina itu mengalami penurunan dramatis sejak perang itu, meski sepanjang tahun 2010 hampir 200 roket ditembakkan ke Israel, kata militer.
Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel dan Mesir setelah Hamas berkuasa empat tahun lalu.

Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza dua tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan penembakan roket yang hampir setiap hari ke wilayah negara Yahudi tersebut.
Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Tiga-belas warga Israel, sepuluh dari mereka prajurit, tewas selama perang itu.
Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik itu, dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.
Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Kini kedua kubu tersebut telah melakukan rekonsiliasi.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.
Continue reading →