Tampilkan postingan dengan label Militer Israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer Israel. Tampilkan semua postingan

Iran Dimata Mossad

0 komentar
Mantan kepala Mossad, Meir Dagan mengingatkan Israel untuk tidak menyerang fasilitas nuklir Iran. “Serangan atas Iran sebelum anda mengeksplorasi semua pendekatan lain, bukan cara yang tepat,” kata Dagan.
Dagan telah pensiun pada Januari 2011 setelah 8 tahun menjadi kepala Mossad. Dia berulang kali mengingatkan bahwa serangan militer bisa gagal menghentikan ambisi nuklir Iran, dan akan menimbulkan konflik besar di wilayah Timur Tengah.
r ISRAEL WAR large570 Iran di Mata Mossad
Dagan percaya Presiden AS Barack Obama akan mengintervensi jika diperlukan. Dalam wawancara dengan televisi CBS Jumat (9/3/2012), Dagan mengatakan, yakin rezim Iran merupakan rezim yang sangat rasional. Termasuk Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Dagan yakin pemerintah Iran tidak akan terburu-buru untuk memproduksi bom nuklir karena mereka tahu konsekuensinya.
“Namun tidak diragukan, mereka sedang mempertimbangkan semua implikasi tindakan mereka,” ujar Dagan. “Mereka harus membayar mahal dan saya pikir pemerintah Iran saat ini sangat berhati-hati akan proyek tersebut,” imbuhnya.
“Dan Presiden Obama mengatakan secara terbuka bahwa opsi militer tetap ada dan dia tak akan membiarkan Iran menjadi negara nuklir. Dan dari pengalaman saya, saya biasanya mempercayai presiden AS,” cetus Dagan.
Hal senada dengan Meir Dagan juga disampaikan Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu. Ia mengingatkan Israel untuk tidak melancarkan serangan militer terhadap Iran. Pemimpin OKI ini menyebut serangan terhadap Iran merupakan bentuk kegilaan yang akan membakar seluruh wilayah Timur Tengah.
“Saya telah berulang kali mengingatkan pejabat-pejabat Barat, setiap agresi atau serangan terhadap Iran merupakan bentuk kegilaan dan membuka pintu neraka ke wilayah ini,” kata Ihsanoglu seperti dilansir harian Press TV.
Pemerintah Amerika Serikat, Israel dan negara-negara lainnya telah menuding Iran diam-diam mengembangkan senjata nuklir. Namun pemerintah Iran bersikeras, program nuklir mereka semata-mata untuk pembangkit energi.
Continue reading →

TNI Masuki Wilayah Operasi Militer Israel

0 komentar
Komandan Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-F/UNIFIL atau Indonesian Batallion (Indobatt) Letkol Inf Suharto Sudarsono mengikuti Tour Area Operasi di perbatasan blue line wilayah Israel, Selasa (17/4/2012).
 
Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi, dari Israel secara tertulis kepada CitraIndonesia.Com, Rabu (18/7/2012) mengatakan tour diikuti tiga Komandan Batalyon di bawah jajaran Sektor Timur.


Ini untukmengetahui secara dekat batas-batas negara Lebanon dengan Israel, khususnya batas area operasi tiga Batalyon UNIFIL, Batalyon Indonesia, Batalyon Nepal dan Batalyon India.
Tour ke wilayah Israel ini merupakan program UNIFIL, diikuti oleh 3 (tiga) Dansatgas jajaran UNIFIL yaitu Dansatgas Indobatt, Indiabatt dan Nepalbatt.
Diawali dari pintu masuk perbatasan di UN Posn 1-32A  di Naqoura yang merupakan Area Operasi Italia Batallion.
“Setelah melalui pemeriksaan ketat Dansatgas beserta rombongan memasuki Israel disambut perwira IDF (Israel Defense Force), dilanjutkan menuju Observation  Post  (OP) Israel untuk mengamati batas-batas blue line antar kedua negara dari atas OP,” ujarnya.
Setelah melaksanakan pengamatan dari OP  IDF, dilanjutkan menuju post pengamatan Israel di dekat Fatimah Gate, kemudian bergerak menyusuri route patroli IDF disepanjang blue line melewati pos Panorama Point, TP 37 dan TP 36 yang berada di wilayah Lebanon.
Perjalanan tour yang ditempuh selama kurang lebih 2 (dua) jam ini berakhir hingga di pos Syeh Abadthom yang merupakan Area Operasi Batalyon Nepal dan kembali masuk ke Lebanon melalui pintu masuk sebelumnya.
Turut serta mendampingi Komandan Satgas dalam Tour ini, Kasi Intel Kapten Inf Nurudin dan Pasiops Satgas Lettu Inf Budi Prakoso.
Continue reading →

Komandan Indobatt Tour Area Operasi di Wilayah Israel

0 komentar
Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-F/UNIFIL atau Indonesian Batallion (Indobatt) Letkol Inf Suharto Sudarsono mengikuti Tour Area Operasi di sepanjang perbatasan blue line yang berada di wilayah Israel, Selasa (17/4/2012).

Tour yang diikuti oleh tiga Komandan Batalyon dibawah jajaran Sektor Timur ini dilaksanakan dalam rangka mengetahui secara dekat batas-batas negara Lebanon dengan Israel, khususnya batas yang terletak dekat dengan area operasi tiga Batalyon jajaran UNIFIL, yaitu Batalyon Indonesia, Batalyon Nepal dan Batalyon India.

Tour ke wilayah Israel ini merupakan program UNIFIL, diikuti oleh 3 (tiga) Dansatgas jajaran UNIFIL yaitu Dansatgas Indobatt, Indiabatt dan Nepalbatt. Pelaksanaannya diawali dari pintu masuk perbatasan di UN Posn 1-32A  di Naqoura yang merupakan Area Operasi Italia Batallion, setelah melalui pemeriksaan ketat Dansatgas beserta rombongan memasuki Israel disambut oleh perwira dari IDF (Israel Defense Force) dilanjutkan menuju Observation  Post  (OP) Israel untuk mengamati batas-batas blue line antar kedua negara dari atas OP.

Setelah melaksanakan pengamatan dari OP  IDF, dilanjutkan menuju post pengamatan Israel di dekat Fatimah Gate, usai melaksanakan pengamatan dari pos tersebut rombongan selanjutnya bergerak menyusuri route patroli IDF disepanjang blue line melewati jalan dekat pos Indonesia, yaitu pos Panorama Point, TP 37 dan TP 36 yang berada di wilayah Lebanon.

Perjalanan tour yang ditempuh selama kurang lebih 2 (dua) jam ini berakhir hingga di pos Syeh Abadthom yang merupakan Area Operasi Batalyon Nepal dan kembali masuk ke Lebanon melalui pintu masuk sebelumnya.

Turut serta mendampingi Komandan Satgas dalam Tour ini, Kasi Intel Kapten Inf Nurudin dan Pasiops Satgas Lettu Inf Budi Prakoso.
Continue reading →

Tiga Dansatagas Unifil Kunjungi Israel

0 komentar
Tiga Dansatgas dibawah naungan UNIFIL melaksanakan tour ke wilayah Israel.Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi, mengatakan, Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) Letkol Inf Suharto Sudarsono, Selasa, 17 April, mengikuti Tour Area Operasi di sepanjang perbatasan blue line yang berada di wilayah Israel.

Tour diikuti oleh tiga Komandan Batalyon dibawah jajaran Sektor Timur, yakni Batalyon Indonesia (Indobatt), Batalyon Nepal (Nepalbatt), dan Batalyon India (Indiabatt). Acara tour dilakukan dalam rangka untuk mengetahui secara dekat, batas-batas negara Lebanon dengan Israel, khususnya batas yang terletak dekat dengan area operasi tiga Batalyon jajaran UNIFIL tersebut.


Pelaksanaan tour diawali dari pintu masuk perbatasan di UN Posn 1-32A  di Naqoura, yang merupakan Area Operasi Italia Batallion. Setelah melalui pemeriksaan ketat, tiga Dansatgas beserta rombongan memasuki wilayah Israel yang disambut oleh perwira dari IDF (Israel Defense Force). “Kegiatan dilanjutkan menuju Observation  Post (OP) Israel untuk mengamati batas-batas blue line antar kedua negara dari atas OP, “kata Lettu Suwandi.

Usai melaksanakan pengamatan dari OP  IDF, kemudian dilanjutkan menuju post pengamatan Israel di dekat Fatimah Gate, dari pos tersebut rombongan selanjutnya bergerak menyusuri route patroli IDF disepanjang blue line , melewati jalan dekat pos Indonesia, yaitu pos Panorama Point, TP 37 dan TP 36 yang berada di wilayah Lebanon.

Perjalanan tour yang ditempuh selama kurang lebih dua jam ini, berakhir hingga di pos Syeh Abadthom, yang merupakan Area Operasi Batalyon Nepal dan kembali masuk ke Lebanon, melalui pintu masuk sebelumnya. “Komandan Satgas, dalam Tour ini, didampingi Kasi Intel Kapten Inf Nurudin dan Pasiops Satgas Lettu Inf Budi Prakoso,” kata Suwandi.
Continue reading →

Israel Memutuskan Hubungan dengan Dewan HAM PBB

0 komentar
Israel memilih memutus hubungan kerja sama dengan Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Langkah ini diambil setelah Dewan HAM PBB memutuskan menyelidiki pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan kepada perwakilannya di Jenewa untuk tidak bekerja sama dengan Dewan HAM PBB maupun Komisaris HAM PBB, Navi Pillay. Negara Israel juga melarang Tim PBB memasuki Israel guna meneliti dampak pemukiman Yahudi terhadap hak-hak Palestina.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yigal Palmor menyatakan bahwa Dewan HAM secara sistematis mengabaikan pandangan, posisi, kekhawatiran Israel dan benar-benar tidak bekerja sama dengan negara Zionis itu dalam berbagai masalah.

Akibatnya Israel memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan Dewan HAM sejak awal minggu ini. Palmor juga memutuskan untuk menghentikan semua hubungan kerja sama dengan badan itu dan ini berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,

Sebelumnya, Israel menyatakan kemarahan atas keputusan Dewan HAM PBB untuk menyelidiki pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat. Dewan HAM menyatakan misi badan PBB meliputi penyelidikan dampak pemukiman Israel terhadap hak-hal sipil, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan rakyat Palestina di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

Tak hanya itu, Israel dilaporkan juga sedang mempertimbangkan untuk menerapkan sanksi kepada Otoritas Palestina sebagai reaksi atas keputusan Dewan HAM PBB.

Seperti diketahui selama ini, pembangunan pemukiman menjadi salah satu penghalang utama dalam perundingan antara Israel dan Palestina untuk mewujudkan keinginan dua bangsa ini. Perundingan damai menemui jalan buntu pada akhir 2010 setelah terjadi sengketa pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Disebutkan, sekitar 500 ribu warga Yahudi menempati sekitar 100 kawasan pemukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Berdasarkan undang-undang internasional, pemukiman Yahudi tersebut ilegal, tapi Israel menepis hal itu.
Continue reading →

Latihan Militer AS-Israel Takkan Pengaruhi Turki

0 komentar
Foto : Latihan militer Nobel Dina (habermonitor)

WASHINGTON
- Pada Minggu pekan lalu, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Israel menggelar latihan militer gabungan di Laut Mediterania bersama armada tempur Amerika Serikat (AS) dan Yunani. Latihan itu diklaim bukan ditujukan untuk mengancam Turki.

Pejabat AS melaporkan bahwa latihan militer Noble Dina juga tidak dimaksudkan untuk menyimulasikan peperangan, dan tidak ditujukan untuk mewaspadai sejumlah negara yang ada di sekitar Mediterania.

"Tidak ada skenario dalam latihan militer ini, ini adalah latihan milter untuk mewaspadai peperangan dengan kapal selam. Latihan ini juga digelar untuk meningkatkan kewaspadaan angkatan laut, meningkatkan komunikasi, mengatasi terorisme, dan melindungi wilayah maritim," ujar pejabat AS, seperti dikutip Haaretz, Kamis (5/4/2012).

Noble Dina merupakan latihan perang antara Angkatan Laut AS dan Israel yang sudah dibentuk pada 1998 silam. Namun sejak 2009, latihan ini melibatkan pihak ketiga, yakni Yunani.

Sebelumnya, adapula latihan militer yang bernama Reliant Mermaid. Latihan itu dilakukan oleh AS, Israel, dan Turki. Namun saat ini, hubungan Turki dan Israel kian menegang, dan Turki sudah memutus segala bentuk kontak dengan Negera Yahudi itu.

Ketika ketegangan antara Turki dan Israel berlangsung, latihan Reliant Mermaid tetap digelar pada Agustus 2010 dan 2011. Meski demikian, Turki menolak untuk berpartisipasi.

Turki sendiri belum mengeluarkan komentarnya untuk menyikapi latihan militer Noble Dina yang berlangsung pada awal April ini.
Continue reading →

Serang Balik, Puluhan Roket Palestina Ledakkan Israel

0 komentar
Konflik antara Israel dan Palestina makin memanas. Kedua negara terus balas-balasan menyerang. Baru saja, Israel melepaskan 12 roket ke wilayah Jalur Gaza, Palestina tidak mau kalah dengan menembakkan 92 roket ke wilayah selatan Israel, 40 kilometer dari Jalur Gaza. [baca: Roket Israel Tewaskan 12 Pejuang Palestina]. 

Puluhan roket Qassams dan Grads dilepaskan tentara Palestina di pusat kota di Asdod, Be'ersheba dan Ashkelon, Sabtu (10/3) siang waktu setempat. Akibatnya, delapan orang terluka. Perut seorang korban robek akibat terkena roket. Sementara korban lainnya mengalami luka ringan. Para korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Kaplan di Rehovot dan Barzilai.

Selain itu, tiang listrik dan kendaraan di sekitar hancur. Jendela rumah dan beberapa rumah rusak parah. Serangan ini merupakan balasan atas tewasnya Ketua Komite Pertahanan Palestina (PRC) Zohair al-Qaisi dan sembilan pejuang Palestina dalam serangan Gaza.
Continue reading →

Saling Serang Roket Terus Berlanjut

0 komentar
Perang roket antara Israel melawan para pejuang Palestina terus berlanjut. Terakhir tentara angkatan udara Israel menghajar kawasan jalur Gaza dengan pesawat tempurnya. Dua orang, Ahad (11/3) tewas dalam peristiwa tersebut.

Paramedis setempat menyatakan akibat serangan udara Israel di wilayah Jalur Gaza Utara tersebut seorang bocah Ayoub Assaleya ikut menjadi korban tewas. Sedangkan satu korban lagi di blok yang berbeda adalah seorang tentara Palestina.

Juru bicara Israel mengakui telah melakukan penyerangan tersebut dan tentang kematian bocah dalam insiden tersebut, pihak militer sedang menyelidikinya.

"Serangan udara kami lancarkan untuk membunuh para teroris Palestina. Kami juga menembakkan roket dari Israel ke utara Jalur Gaza," kata juru bicara tersebut.

Wakil PM Israel Moshe Yaalon mengatakan bahwa Israel tak akan bernegosiasi dengan Hamas dan hanya akan memberikan suatu pesan kepada mereka lewat serangan.

"Jika kalian tidak menembak, kami akan diam. Tetapi jika menyerang, kami tidak akan berikan ampun," ujar Yaalon.

Sementara itu, pihak militer Palestina menyebutkan 17 orang tewas sejak serangan roket Jumat (9/3) terjadi. Setelah serangan tersebut, Palestina menembakkan sekitar 100 roket ke wilayah Israel selatan
Continue reading →

Militer Israel tewaskan 10 warga Palestina

0 komentar
Serangan udara militer Israel di wilayah Jalur Gaza yang menyasar kelompok perlawanan Palestina menewaskan setidaknya sepuluh orang di wilayah tersebut.

Salah satu yang tewas dalam peristiwa itu adalah Sekretaris Umum kelompok Komite Perlawanan Rakyat, PRC, Zohair al-Qaisi.
PRC sendiri merupakan salah satu faksi yang terkait dengan Hamas.
Selain al-Qaisi sejumlah anggota perlawanan lain dilaporkan juga tewas bersamanya.
al-Qaisi tewas saat berada dalam mobilnya yang sedang berada di wilayah Gaza.
Pemerintah Israel beralasan serangan itu dilakukan karena kelompok yang dipimpin oleh al-Qaisi berencana untuk melakukan serangan ke wilayah mereka.
Juru Bicara Militer Israel juga mengatakan bahwa al-Qaisi berada di balik aksi ledakan bom dan serangan bersenjata yang terjadi di wilayah perbatasan Israel dengan Mesir tahun lalu.
Dia mengatakan akibat serangan itu delapan warga Israel dan lima tentara Mesir tewas sedangkan dari kelompok penyerang ada sepuluh orang yang tewas.

Aksi balasan

Kelompok Hamas yang menguasai wilayah Gaza mengatakan ada delapan orang lain yang tewas dalam serangan tersebut.
Serangan pertama Israel terjadi hanya beberapa jam setelah kelompok perlawanan di Gaza menembakan sejumlah roket ke wilayah Israel.
Tidak ada korban jiwa dalam aksi serangan roket yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina itu.
"Pembunuhan yang menimpa pemimpin PRC tidak akan mengakhiri perlawanan kita"
Abu Attiya
Laporan menyebutkan serangan udara yang dilancarkan Israel hari Jumat (09/03) merupakan yang terburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Juru Bicara PRC di Gaza mengatakan mereka akan melakukan pembalasan atas serangan yang dilancarkan Israel itu.
"Semua pilihan terbuka sebelum para pejuang kita merespon kejahatan tercela ini. Pembunuhan yang menimpa pemimpin PRC tidak akan mengakhiri perlawanan kita," kata Juru Bicara PRC Abu Attiya.
Wartawan BBC di kawasan Timur Tengah, Kevin Connoly mengatakan PRC merupakan kelompok yang berada di belakang aksi serangan roket ke arah wilayah Israel selama ini.
Penyerangan terhadap pemimpin PRC bukanlah yang pertama, tahun lalu militer Israel juga melakukan serangan yang menewaskan mantan pemimpin PRC, Kamal al-Nairab dan seorang kepala militer PRC.
Continue reading →

Israel Akan Menyerang Reaktor Nuklir Iran?

0 komentar
Hari Senin (5/3) waktu setempat, terjadi pertemuan penting di Gedung Putih antara Presiden AS Barrack Obama dengan PM Israel Benyamin Netanyahu yang membahas kebijakan tentang masalah nuklir Iran. Pertemuan nampaknya belum menemukan titik temu, kedua negara berbeda prinsip apakah nuklir Iran akan diserang atau diselesaikan dengan jalur diplomasi.

Netanyahu menyatakan belum memutuskan apa langkah konkrit yang akan diambil Israel terhadap program senjata nuklir Iran, kecenderungannya mereka akan menyerang dan menghancurkan reaktor tersebut. Sementara Presiden Obama menyatakan bahwa AS menginginkan tetap melakukan tekanan dan jalan diplomasi. Obama mengatakan resiko terlalu besar  penggunaan kekerasan militer.

Presiden Obama dalam pertemuan bilateral tersebut berusaha meyakinkan PM Israel Netanyahu sekaligus meyakinkan kritikus Partai Republik bahwa sangsi politik dan ekonomi terhadap Iran mulai bekerja dan merupakan bagian dari alasan Iran untuk kembali ke meja perundingan. Netanyahu menegaskan bahwa Israel bisa menjaga keamanan dirinya sendiri dari setiap ancaman yng timbul, dan Israel yang menentukan nasib dirinya sendiri. Israel tetap yakin proyek nuklir Iran sangat mengancam negaranya, serta yakin Iran akan mampu membuat senjata nuklir dalam waktu singkat.

Israel sudah menyatakan secara terbuka, mengancam akan menyerang fasilitas nuklir Iran jika sangsi AS menemui kegagalan. Dilain sisi Obama menyatakan "Satu hal yang belum kita lakukan adalah kita belum meluncurkan perang," kata Obama. Selanjutnya ditegaskannya dalam menantang Partai Republik, “If some of these folks think we should launch a war, let them say so, and explain to the American people.”

Apabila Republik menginginkan perang, mereka harus menjelaskan tentang biaya dan manfaat perang itu kepada rakyat Amerika. Obama mengatakan masih yakin bahwa AS dan Israel masih percaya masih ada waktu menekan Iran. Obama dalam konperensi persnya menegaskan bahwa Amerika, setelah satu dekade perang di Afghanistan, Irak dan Libya, sudah muak dengan konflik dan sebaiknya dihindari melalui jalan diplomasi dan tekanan ekonomi.

Obama mengatakan bahwa pemerintahannya dan kecerdasan pejabat di Amerika Serikat dan di Israel  percaya bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir lagi, dan bahwa masih ada waktu untuk sanksi yang dapat memaksa rezim Iran untuk menyerahkan program senjata nuklir. "Pada tahap ini adalah keyakinan saya kami memiliki peluang dan kesempatan," kata Obama. “And so this notion that somehow we have a choice to make in the next week or two weeks or month or two months is not borne out by the facts,” kata Obama.

Kemampuan Intelijen dan AU Israel
Operasi intelijen dan udara Israel yang hingga kini dinilai sangat mengagumkan dari sisi perencanaan, pelaksanaan, strategi dan kerahasiaan adalah Raid on Entebbe (4 Juli1976) yaitu operasi pembebasan sandera warga Israel di Uganda serta Operasi penghancuran reaktor nuklir Irak (7 Juni1981). Kedua operasi udara tersebut menunjukkan akurasi informasi intelijen serta kemampuan tinggi dan profesional personil AU serta komando yang terlibat.

Kedua operasi gabungan didukung oleh  informasi intelijen dari Mossad dan intelijen militer yang perencanaannya demikian akurat dan detail, sehingga kekuatan yang dikirim mampu melakukan infiltrasi, desepsi dan penghancuran, sehingga tim berhasil menyelesaikan  missi dengan gemilang. Penulis mencoba menyampaikan sedikit informasi kedua operasi spektakuler dari negara kecil tapi berkemampuan sebagai penyerang yang sukses ini.

Raid on Entebbe (Ops Udara dan Komando Israel ke Uganda)
Pada tanggal 27 Juni Air France dengan nomor penerbangan 139 berangkat Tel Aviv ke Paris, short stop di Athena. Tak lama setelah lepas landas dari Yunani, pesawat itu dibajak oleh dua anggota Front Populer untuk Pembebasan Palestina dan dua orang Jerman dari Sel Revolusioner. Para teroris mengarahkan pesawat untuk mendarat dan mengisi bahan bakar di Benghazi, Libya sebelum melanjutkan ke pro-Palestina Uganda. Setelah mendarat di Entebbe, para teroris diperkuat oleh tiga lebih ekstrimis dan disambut oleh diktator Idi Amin.

Semua penumpang kecuali warga Israel dan Yahudi serta crew pesawat kemudian dibebaskan. Para teroris menuntut pembebasan 40 warga Palestina yang ditahan Israel serta 13 lainnya yang ditahan dinegara lainnya. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi pada Juli 1, mereka mengancam akan mulai membunuh para sandera. Pemerintah Israel melakukan negosiasi pada 1 Juli 1976 untuk mengulur waktu dan kemudian menetapkan akan melakukan oparasi penyelamatan sandera dibawah pimpinan Kolonel Yoni Natanyahu.

Pada malam hari tanggal 3 Juli,menjelang 4 Juli, empat pesawat transport Israel Air Force C-130 Hercules mendekati wilayah Entebbe dalam kegelapan. Setelah pesawat landing, 29 pasukan komando Israel dengan menggunakan mobil Mercedes dan dua Land Rovers menuju Bandara untuk meyakinkan para teroris bahwa mereka adalah Presiden Uganda  Amin atau pejabat tinggi lain  Uganda. Pasukan komando Israel kemudian menyerbu gedung, membebaskan para sandera dan membunuh para pembajak. Untuk mengamankan saat pull out, komando  Israel menghancurkan 11 pesawat tempurMiG-17 Uganda.

Keempat pesawat Hercules Israel kemudian diterbangkan ke Kenya di mana kemudian para sandera dipindahkan ke pesawat lain. Secara keseluruhan, Raid on Entebbe berhasil membebaskan 100 orang sandera. Dalam pertempuran yang terjadi, jatuh korban yang tewas terdiri dari tiga sandera, 45 tentara Uganda dan enam teroris. Pasukan komando mengalami kerugian dengan tewasnya pimpinan misi, Kolonel Netanyahu yang tewas ditembak sniper.

Operasi Osirak (Operasi Udara Israel ke Irak)
Operasi udara spektakuler dari AU Israel terhadap reaktor nuklir Irak dikenal sebagai "Opera Operation." Israel sangat khawatir dengan kepemilikan reaktor nuklir Irak, yang mereka pantau sejak tahun 1960, sampai akhir tahun 1970. Pada 1970-an, Irak berusaha membeli reaktor produksi plutonium dari Prancis. Irak juga ingin membeli reaktor pemrosesan kembali. Perancis menolak permintaan tersebut tetapi, sebaliknya, setuju untuk membangun reaktor riset dan laboratorium penelitian. Dengan dukungan Perancis, Irak memulai pembangunan reaktor 40-megawatt air ringan nuklir di Al Tuwaitha Nuklir Center. Jenis reaktor bernama Osiris, dewa Mesir setelah orang mati. Orang Prancis berganti nama menjadi reaktor mereka menyediakan untuk Irak Osiraq, untuk memasukkan nama Irak dalam judul. Orang Irak menyebutnya "Tammuz" setelah bulan dalam kalender Arab bahwa partai Baath berkuasa pada 1968.

Pada tanggal 30 September 1980, dalam perang Iran-Irak, sepasang jet F-4 Phantom Iran, bagian dari kelompok pesawat yang menyerang pembangkit listrik terdekat konvensional, mencoba membom reaktor Osirak, tapi reaktor hanya mengalami kerusakan ringan.

Intelijen Israel menyatakan bahwa  niat Irak untuk mengembangkan senjata nuklir di reaktor nuklir Osirak dan senjata nuklir adalah ancaman ancaman Irak terhadap Israel. Pada tahun 1981, beberapa perkiraan menunjukkan Irak membutuhkan waktu lima sampai sepuluh tahun akan mampu membangun senjata nuklir. Laporan intelijen lainnya memperkirakan bahwa Irak dapat memiliki bom nuklir dalam waktu satu atau dua tahun. Israel mencoba upaya diplomatik untuk untuk menghentikan dukungan Perancis terhadap proyek nuklir Irak. Intelijen Israel sangat faham bahwa waktu itu sangat pendek karena, jika upaya diplomatik gagal, mereka harus melancarkan serangan militer sebelum reaktor penuh dengan bahan nuklir untuk membuat senjata nuklir.

Diplomasi Israel melibatkan Perancis, Italia (pemasok utama ke reaktor) dan Amerika Serikat. Sebuah tim tingkat tinggi negosiasi Israel, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri, Yitzchak Shamir , bernegosiasi dengan presiden Prancis Valery Giscard-D'Estaing dan penggantinya François Mitterand. Perancis tetap bertahan tidak akan mundur demi  kepentingan ekonomi mereka sendiri, dimana Irak adalah pelanggan utama mereka untuk alutsista militer. Perancis menerima pembayaran  dari Irak diantaranya dalam bentuk minyak.

Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Casper Weinberger dan Menteri Luar Negeri Alexander Haig, didapat kesepakatan tentang penilaian Israel mengenai ancaman nuklir Irak. Israel menegaskan bahwa Irak sedang bekerja untuk mencapai kemampuan nuklir dan akan mengeksploitasi kemampuannya untuk mempengaruhi dan menghancurkan Israel. Dalam perundingan tersebut, Amerika menolak untuk bertindak dengan berbagai alasan. Yang jelas masing-masing mengukur dari kepentingan nasionalnya. Disinilah perbedaan prinsip AS dan Israel.

Pada akhirnya Israel mengambil keputusan akan menyerang reaktor nuklir tersebut. Militer mengajukan berbagai pilihan untuk menghancurkan reaktor, seperti pasukan komando, pasukan payung, helikopter dan Operasi udara dengan Jet Phantom. Israel tidak mengetahui tepat kekuatan militer Irak, pada tahun 1970 diketahui bahwa militer dibawah pemerintahan Saddam Hussein terdiri dari 12 Divisi infanteri, berjumlah  190.000 pasukan, dengan 2.200 tank dan 450 pesawat terbang berbagai hjenis. Selain itu pertahanan udaranya dilengkapi dengan rudal Scud.

Pada tanggal 7 Juni 1981, misi itu mendapat lampu hijau. Chief of Staff dari Israel Defence Force, Letnan Jenderal Rafael Eitan, memberi penjelasan kepada para penerbang. Menekankan kepada mereka: "Alternatif lain adalah kehancuran kita." Serangan akan dilakukan oleh empat belas pesawat tempur F-15 dan F-16 yang akan diterbangkan  dari pangkalan Angkatan Udara Etzion di Negev. Rute penyerangan akan melewati kawasan Yordania , Saudi dan wilayah udara Irak, untuk sampai di sasaran. 

Penerbangan ke Irak dilakukan dengan terbang rendah untuk menghindari radar salah satu negara Arab. Serangan dilakukan oleh pesawat-pesawat F-16 yang masing-masing membawa dua buah bom dengan berat tiap bom satu ton. Sementara F-15 melakukan perlindungan udara. Formasi pesawat penyerang mampu mengecoh radar dan berhasil sukses menghancurkan reaktor nuklir Osirak.

Menurut Yitzhak Shamir "It was attained by the State of Israel and its Prime Minster who decided, acted and created a fact that no one in the world today  with the exception of our enemies regrets.” Pencegahan tidak dicapai oleh negara-negara lain Perancis dan Italia  dan bahkan Amerika Serikat. Hal ini dicapai oleh Negara Israel, dimana Perdana Menteri yang memutuskan, bertindak dan menciptakan sebuah kenyataan bahwa tidak ada satupun di dunia saat ini ada pengecualian mengenai musuh kita dan mereka akan menyesal.

Operasi Udara Terhadap Reaktor Iran ?
Menarik apa yang disampaikan oleh Mayor Jenderal (Pur) Amos Yadlin, mantan Kepala Intelijen Pertahanan dari Israel Defence Force. Yadlin adalah salah satu pilot tempur yang melakukan pengeboman reaktor Osirak pada tahun 1981. Yadlin mengatakan kepada surat kabar, tak lama setelah kita menghancurkan Osirak, Atase Pertahanan Israel di Washington dipanggil ke Pentagon. Dia mengira akan ditegur. Sebaliknya, dia mendapat pertanyaan, "Bagaimana Anda melakukannya? Militer Amerika Serikat berasumsi bahwa pesawat F-16 Israel  dinilai mempunyai keterbatasan,  tidak punya kemampuan jangkauan maupun persenjataan untuk menjamin keberhasilan penyerangan Osirak. 

Yadlin, kini menjabat sebagai Direktur Institut Nasional Studi Keamanan pada Universitas Tel Aviv. Dia mengatakan bahwa kesalahan yang terjadi seperti sekarang ini, adalah terlalu meremehkan kecerdikan militer Israel.  Obama karena itu harus bergeser pemikirannya, dari  pembentukan pertahanan Israel dari fokus "zona kekebalan" kepada kebutuhan yaitu "zona kepercayaan." Merupakan jaminan kuat dari Amerika bahwa jika Israel menahan diri untuk bertindak sendiri dimana pilihan lain telah gagal untuk menghentikan perundingan. Yadli berharap Presiden Obama akan membuat ini jelas. Jika dia tidak, para pemimpin Israel juga dapat memilih untuk bertindak dengan caranya sendiri.

Dari beberapa fakta studi kasus intelijen, baik operasi gabungan, udara maupun militansi para pemimpin Israel, mereka sangat percaya diri dengan kemampuan dan kekuatan militernya dalam menghadapi negara-negara Arab. Operasi Entebbe dan Osirak adalah  bukti bahwa AU Israel mampu melakukan operasi udara strategis jauh melintasi batas negara. Karena itu apabila pada saat batas kesabaran Israel habis, diperkirakan dua hingga tiga minggu kedepan, besar kemungkinan mereka akan melakukan operasi penyerangan.

Hanya kini apabila Israel akan melakukan serangan udara, maka kendala utama bagi pesawat tempurnya adalah jarak, karena untuk mencapai reaktor Iran, pesawat tempurnya harus melalui wilayah udara Yordania, Saudi Arabia dan Irak. Selain itu Komando Pertahanan Iran jelas kini lebih alert menyikapi perkembangan politik dan pertahanan kawasan. Mungkin serangan komando merupakan pilihan lainnya.

Menarik apabila kita menyimak kasus Reaktor Nuklir Iran ini, kita tunggu apa langkah Israel untuk menetralisir ancaman nuklir Iran. Mereka pada saatnya nanti tidak akan tunduk kepada negara manapun dan penulis perkirakan akan menyerang begitu perundingan gagal. Israel bagaikan Tupai, dengan pameo "Sepandai-pandainya Tupai melompat, sekali-sekali jatuh juga." Tapi apabila didukung dengan sistem, teknologi canggih, pameo bisa saja berubah menjadi "Sepandai-pandainya Tupai melompat, makin lama makin jago..." Apakah begitu, mari kita tunggu.
Continue reading →

As Peringatkan Israel agar Tidak Serang Iran

0 komentar
Gedung Putih, Kamis (1/3), memperingatkan, setiap aksi militer terhadap Iran akan menciptakan “ketidakstabilan yang lebih besar” yang dapat mengancam keselamatan warga Amerika Serikat di Afganistan dan Irak. Peringatan itu datang beberapa hari sebelum pertemuan yang direncanakan pada 5 Maret antara Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

”Setiap aksi militer di wilayah itu mengancam ketidakstabilan yang lebih besar di kawasan tersebut,” kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney.

Israel telah memberi pesan yang membingungkan dalam beberapa minggu terakhir tentang kemungkinan negara itu menyerang Iran demi menghentikan program pengembangan nuklir Iran yang kontroversial. “Iran berbatasan dengan Afganistan dan Irak,” kata Carney dalam konferensi pers hariannya. “Kami memiliki personel sipil di Irak. Kami punya personel militer serta warga sipil di Afganistan.”

Menurut Carney, sejauh ini, Amerika Serikat tidak punya bukti bahwa Iran sedang membangun senjata nuklir. Pemerintahan Obama sedang mengupayakan sebuah solusi politik atas krisis yang melibatkan pemantauan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap program nuklir Iran itu. “Kami terus memberi tekanan kepada Teheran,” ujar Carney.

Pemerintah Iran berkeras bahwa pihaknya sedang mengembangkan energi nuklir hanya untuk tujuan damai, seperti pembangkit listrik dan untuk tujuan pengobatan kanker. Iran menyangkal bahwa negara itu berencana membuat senjata nuklir. Pemerintah Israel sangat vokal dalam menentang klaim Iran bahwa negara itu hanya mengembangkan nuklir untuk tujuan damai.

Carney mengatakan, “Kurangnya bukti tentang senjata nuklir Iran memberi waktu dan keleluasaan bagi Amerika Serikat untuk melanjutkan kebijakan yang kami terapkan sejak Presiden (Obama) menjabat.” Kebijakan tersebut difokuskan pada mengisolasi Iran, seperti melalui sanksi ekonomi, sampai pemerintahnya menghentikan program nuklir.

Sejauh ini, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, ia berencana untuk melanjutkan program nuklir negaranya. Namun, ia telah mengirim para perunding untuk membahas masalah tersebut dengan negara-negara Barat.

Program nuklir Iran akan menjadi topik utama diskusi saat Obama dan Netanyahu bertemu di Gedung Putih, Senin depan, kata Perdana Menteri Israel itu.
Continue reading →

Dunia Kembali Khawatir Adu Rudal Iran-Israel

0 komentar
Pejabat Amerika Serikat (AS) dan analis militer tengah dirudung kekhawatiran, bahwa Israel akan meluncurkan serangan rudal ke Iran dan nantinya memicu serangan balasan dari Teheran.

Ketegangan memang terjadi antara kedua negara ini, menyusul program nuklir Iran yang dituduh dapat menghasilkan senjata nuklir. Israel khawatir bahwa senjata yang dituduhkan itu dapat digunakan untuk menyerang Negara Yahudi.

Serangan rudal berbalasan ini dapat cepat merembet menuju konflik regional, yang tentunya memicu AS untuk turun tangan melindungi kepentingannya di Timur Tengah. Dalam kata lain, AS bisa saja memberikan bantuan kepada Israel yang selama ini merupakan sekutu terdekatnya.

Menurut beberapa analis militer, serangan dari Israel bisa diarahkan ke beberapa instalasi nuklir terpenting Iran melalui serangan udara dan rudal. Israel bisa saja mengerahkan pesawat pengebom tak berawak untuk menyerang Iran.

Tetapi para ahli belum bisa mengukur kekuatan Iran bila negara mereka diserang. Mereka pun memperkirakan akan menggunakan rudal untuk melancarkan serangan balasan. 

Menurut beberapa ahli, Iran memiliki rudal yang mematikan lebih banyak dari Israel dan memiliki kemampuan menyentuh wilayah populasinya.

"Saya kira bila Israel menyerang, Iran akan memberikan respons yang setimpal," ujar ahli dari Seton Hall University Christopher J Ferrero seperti dikutip NBC News, Rabu (29/2/2012).

Ferrero menambahkan, Iran akan melancarkan serangan ke kota besar Israel dengan menggunakan rudal Shahab 3. Rudal ini memang tidak seakurat milik Israel, tetapi amat efektif untuk menciptakan teror dan kerusakan hebat.
Continue reading →

Jet-Jet Tempur Israel Serang Gaza

0 komentar
PESAWAT-pesawat jet tempur Israel Sabtu malam tadi menyerang kota Gaza dan Rafah.Serangan ini menyebabkan kerusakan parah namun tidak menjatuhkan korban.

Para saksi mata mengatakan, jet-jet tempur negara Zionis itu menembakkan dua rudal udara-ke-darat di satu fasilitas penyimpanan semen di pinggiran selatan kota.Rudal itu menyebabkan dua ledakan besar terdengar disusuli gulungan asap terlihat di daerah tersebut.

Mobil-mobil ambulans dan para petugas pemadam kebakaran bergegas ke tempat kejadian tetapi tidak ada korban cedera yang dilaporkan.



Pihak Israel menyatakan bahwa serangan-serangan udara itu dilakukan tak lama setelah pejuang Gaza menembakkan beberapa proyektil ke Israel selatan.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa proyektil-proyektil itu tidak menimbulkan kerusakan atau korban.

Aksi-aksi permusuhan antara Israel dan gerilyawan Gaza masih berlangsung meskipun gencatan senjata yang ditengahi Mesir tetap berlaku.
Continue reading →

Pesawat Tanpa Awak Israel Jatuh

0 komentar
PESAWAT tanpa awak (drone) Israel yang memiliki kemampuan mencapai Iran, telah jatuh dalam sebuah percobaan terbang hari Minggu. Demikian disampaikan oleh Departemen Pertahanan Israel.

Drone tipe Eitan itu berputar-putar di udara, sebuah sayapnya patah, lalu jatuh dalam bentuk bola api. Begitu dikatakan sakti mata. Tak ada korban jatuh dalam peristiwa ini, dan penyebab jatuhnya pesawat itu sedang diselidiki.

Israel mengungkapkan keberadaan Eitan hampir 2 tahun lalu, dalam sebuah demonstrasi kemampuan pesawat itu yang tak biasa. Pesawat itu mampu terbang 1000 kam (620 mil) – berarti ia mampu mencapai sebagian wilayah Iran.



Pesawat itu didisain untuk tugas pengintaian. Tapi ia  bisa dimodifikasi untuk membawa rudal, perusahaan yang membuatnya mengungkapkan hal itu dalam peluncuran pesawat itu Februari 2010.

Letnan Kolonel Angkatan Udara Israel, Shlomo Nissin, menolak bicara detil tentang kemampuan pesawat, tapi ia berkata,’’Kemampuan masa datang pesawat bisa membawa apa saja yang diperlukannya.”

General Manager Industri Luar Angkasa Israel Tommy Silbering mengatakan drone itu bisa mengudara di ketinggian selama 24 sampai 36 jam. ‘’Ia akan menjadi sistem senjata utama dalam perang yang akan datang,’’ katanya.

Eitan berarti kuat dalam bahasa Ibrani. Pesawat itu punya 26 meter rentang sayap, dengan mesin 1200 tenaga kuda. Menurut IDF, Desember lalu, Israel memiliki tiga tipe pesawat terbang tanpa awak (drone)
Continue reading →

Pejuang Palestina Tembakkan Lagi Roket ke Israel

0 komentar
Pejuang Palestina di Jalur Gaza menembakkan sebuah roket ke daerah Eshkol, Israel selatan, pada Jumat malam, namun tidak ada korban, kata militer.

Jumat pagi, jet tempur Israel melancarkan dua serangan udara ke Jalur Gaza sebagai pembalasan atas penembakan roket ke negara Yahudi tersebut pada Kamis malam.

Kelompok pejuang Palestina, Komite Perlawanan Rakyat (PRC), mengatakan, pihaknya meluncurkan satu roket Kamis untuk mempertahankan Al-Quds (Yerusalem), dimana terjadi peningkatan ketegangan di kompleks Kota Tua yang mencakup masjid Al-Aqsa.
Bentrokan singkat meletus antara polisi Israel dan demonstran pelempar batu di kompleks itu, kata polisi, dengan menambahkan bahwa aparat menggunakan granat suara untuk membubarkan massa.

Menurut polisi, empat orang ditangkap dan 11 aparat "cedera ringan akibat lemparan batu".
Di kota Khan Yunis, Jalur Gaza, ribuan orang Palestina juga berpawai untuk mendukung kedaulatan Palestina atas Yerusalem.

Sejak awal tahun ini, pejuang Palestina di Jalur Gaza menembakkan lebih dari 40 roket ke Israel selatan, menurut data militer.

Pada Desember 2011, delapan orang tewas dalam serangkaian serangan udara Israel, enam diantaranya gerilyawan.

Kekerasan berlangsung di dan sekitar Gaza pada November namun tidak memburuk ke tingkatan seperti yang terjadi pada 29-30 Oktober yang menewaskan 12 gerilyawan Palestina dan seorang warga Israel.
Kelompok-kelompok pejuang Palestina menyatakan, mereka melaksanakan gencatan senjata yang ditengahi Mesir namun akan membalas jika diserang Israel.

Daerah sekitar perbatasan Gaza relatif tenang selama beberapa pekan setelah gelombang kekerasan pasca serangan gerilya 18 Agustus di Israel selatan yang menewaskan delapan orang Israel.
Para pejabat Israel mengatakan, pelaku serangan itu berasal dari Jalur Gaza dan menyeberang ke wilayahnya dekat kota pesisir Laut Merah Eilat melalui Semenanjung Sinai Mesir.

Lima personel keamanan Mesir dan tujuh orang bersenjata juga tewas dalam kekerasan pada hari itu.
Suasana memanas antara Hamas dan Israel sejak serangan lintas-batas itu. Sejumlah orang Palestina tewas dalam gempuran-gempuran udara Israel ke Gaza setelah itu.

Bulan Juli terjadi kenaikan dalam serangan roket dan proyektil lain yang ditembakkan dari Gaza ke Israel, mengakhiri bulan-bulan tenang setelah meletusnya kekerasan pada April ketika sebuah rudal anti-tank menghantam bis sekolah Israel, yang menewaskan seorang remaja.
Israel membalas serangan itu dengan gempuran udara yang menewaskan sedikitnya 19 orang Palestina dalam kekerasan mematikan sejak ofensif 22 hari di Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009.
Israel meluncurkan perang 22 hari itu dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan roket dan mortir.
Jumlah serangan dari wilayah kantung Palestina itu mengalami penurunan dramatis sejak perang itu, meski sepanjang tahun 2010 hampir 200 roket ditembakkan ke Israel, kata militer.
Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel dan Mesir setelah Hamas berkuasa empat tahun lalu.

Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza dua tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan penembakan roket yang hampir setiap hari ke wilayah negara Yahudi tersebut.
Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Tiga-belas warga Israel, sepuluh dari mereka prajurit, tewas selama perang itu.
Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik itu, dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.
Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Kini kedua kubu tersebut telah melakukan rekonsiliasi.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.
Continue reading →

Israel Perlu 100 Pesawat Tempur Untuk Serang Iran

0 komentar
Seorang pejabat AS mengatakan, Israel akan memerlukan setidaknya 100 pesawat tempur untuk menyerang Iran, kata berita New York Times yang mengutip pernyataan pejabat pertahanan AS.

Pejabat militer AS juga mengatakan bahwa Israel harus memilikinya untuk menyerang Iran, itu akan menjadi operasi yang sangat rumit.

Israel harus menggunakan setidaknya 100 pesawat tempur dan terbang lebih dari 1.000 mil di atas wilayah udara yang tidak ramah ketika ia memutuskan untuk menyerang Iran, lapor New York Times, Senin(20/2), yang mengutip penilaian dari para pejabat pertahanan AS yang berhubungan dekat dengan Pentagon.


Menurut laporan itu, analis militer dan para pejabat pertahanan Amerika percaya bahwa serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran akan menjadi operasi yang sangat rumit, dan mengatakan bahwa itu akan sangat berbeda dari serangan Israel ke reaktor Osirak, Irak pada tahun 1981.

"Semua pakar yang berbicara tentang, oh ya, mengebom Iran, itu tidak akan semudah itu, " kata laporan yang mengutip kata-kata Letnan Jenderal David A. Deptula, pejabat senior intelijen Angkatan Udara yang pensiun tahun lalu
Continue reading →

Israel mengadakan latihan perang kimia dalam persiapan untuk menyerang Gaza

0 komentar
Israel telah mengadakan latihan perang kimia di utara distrik Haifa, Palestina, untuk persiapan menyerang rakyat Palestina.

Latihan perang tersebut dilakukan pada hari Kamis (16/2/2012) di Hillel Jaffe Medical Center di kota Hadera.

Latihan itu diadakan diantara pukul 10:00 dan 14:00 waktu setempat, yang membuat akses ke rumah sakit itu ditutup dan masyarakat diminta untuk menjauh dari tempat itu selama latihan.

Pasukan zionis Israel menggunakan masker selama simulai serangan rudal kimia. Pasukan zionis Israel telah melakukan sejumlah latihan militer dalam persiapan untuk melakukan penyerangan besar-besaran kembali ke Jalur Gaza. 

Bulan lalu, kantor berita Israel melaporkan bahwa militer Israel telah memerintahkan pasukannya untuk mempersiapkan serangan skala besar di Jalur Gaza.
Continue reading →

Pesawat Pengintai Tanpa Awak Buatan AS & Israel 'Rajai' Langit

0 komentar
Kemenhan dikabarkan akan segera mendatangkan pesawat tanpa awak alias unmanned aero vehicle/UAV untuk keperluan penjagaan di daerah perbatasan. UAV buatan Israel, Inggris dan Prancis jadi lirikan. Sekadar diketahui, UAV yang paling 'merajai' langit adalah buatan AS dan Israel.

"AS dan Israel di ranah internasional memimpin dalam pengembangan dan penyebaran UAV," demikian ditulis Asif Anwar, seorang analis global di lemaga Strategy Analytics, yang dipublikasikan pada 15 Agustus 2011.

Meski demikian, ada upaya dari Eropa untuk menjembatani kesenjangan yang ada dalam pengembangan dan penyebaran UAV ini. Selain itu upaya negara-negara lainnya seperti China dan India untuk mengembangkan kemampuannya dalam bidang ini pun mulai terlihat.

Menurut Asif, ada 5 kategori utama yang secara kasar dikelompokkan berdasar parameter ukuran, berat dan daya tahan UAV. Kelima kategori itu yakni: Micro Air Vehicles, Mini UAV,�
Tactical UAV, Medium Altitude/Long Endurance (MALE) UAV, dan High Altitude/Long Endurance (HALE) UAV.

Meskipun ada tekanan dalam anggaran militer AS, namun Strategy Analytics memperkirakan akan tetap ada pertumbuhan dalam pengeluaran pertahanan AS terkait platform UAV. Hal ini menegaskan bahwa AS merupakan basis pembuatan UAV, serta berada di garis depan pengembangan dan penyebaran pesawat ini.

"Israel yang memiliki basis landasan (platform) juga memimpin dan menunjukkan kesuksesan besar di pasar internasional," sambung Asif.

Di airforce-technology.com pada Oktober 2009 lalu juga disebut AS dan Israel merupakan dua negara yang membuat kemajuan spektakuler di bidang UAV. Di AS ada 2 perusahan yang mendominasi pembuat UAV yakni Northrop Grumman dan General Atomics. Sedangkan di Israel yang merajai produksi UAV kelas dunia adalah Israel Aerospace Industries (IAI). Heron dan Reaper merupakan UAV produksi Israel dan AS yang banyak dipesan.

Baru-baru ini UAV militer digunakan untuk melakukan misi pengintaian dan serangan. Namun ada juga UAV yang digunakan untuk kegiatan sipil seperti pemadaman kebakaran dan kegiatan nonmiliter lainnya.

Pesawat tanpa awak mulai digunakan sekitar 1915-1916. Pesawat jenis ini dikembangkan untuk meminimalisir kecelakaan dan jatuhnya korban jiwa di udara. UAV digerakkan dengan pengendali jarak jauh. Pesawat ini dapat membawa kamera, sensor, peralatan komunikasi atau muatan lainnya. Ukuran pesawat ini lebih kecil ketimbang pesawat berawak sehingga lebih mudah disimpan dan diangkut.

Aneka produk UAV antara lain Boeing/Insitu ScanEagle (AS), Elbit Hermes 450 (Israel), General Atomics MQ-9 Reaper alias Predator B atau Guardian (AS), dan Northrop Grumman Global Hawk (RQ-4A) (AS).

Indonesia melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) untuk berbagai keperluan pemantauan dari udara. PUNA dirancang dengan kecepatan jelajah 80 knot dengan jangkauan terbang hingga 30 km di ketinggian kurang lebih 7.000 kaki.
Continue reading →

Israel Gelar Latihan Militer

0 komentar
Israel menggelar latihan militer dengan asumsi bahwa negaranya tengah bersiap-siap jika berada di bawah serangan rudal dari negara tetangga Suriah. Menurut laporan NHK, Rabu (1/2), latihan militer ini dimulai Selasa dan dibuka kepada media Israel dan asing di pangkalan militer di Shizafon, Israel selatan.

Laporan media lokal mengatakan, sekitar 100 tentara mengambil bagian dalam latihan amunisi tersebut. Pasukan tentara melakukan simulasi skenario dimana militer Israel terlibat dalam serangan balik lintas perbatasan serangan melawan Suriah.

Para penembak jitu dan unit infanteri, serta tank diskenariokan mengambil alih sebuah desa di Suriah, yang dibuat ulang dengan bangunan sementara. Hubungan negara itu dan Suriah tegang sejak Israel menduduki Dataran Tinggi Golan Suriah setelah perang Timur Tengah 1967 lalu.
Continue reading →

Galloway: Iran tak Punya Senjata Nuklir, Israel yang Punya Banyak

0 komentar
George Galloway, politikus Inggris yang juga penggiat kemerdekaan Palestina, menyatakan tindakan Amerika Serikat dan Uni Eropa mengembargo minyak mentah Iran sebagai tindakan bodoh. Karena, Israel yang sesungguhnya memiliki sejata nuklir dan bukan Iran.

Galloway menilai keputusan AS dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi minyak Iran itu bisa memicu perang. Jikapun ingin menjatuhkan sanksi, AS dan Uni Eropa harus memastikan dahulu bahwa pengayaan nuklir Iran bukan untuk upaya perdamaian.

"Sejauh ini pengayaan nuklir Iran untuk kepentingan damai. Iran tidak mempunyai senjata nuklir, Israel yang justru banyak memilikinya,'' katanya. ''Namun, mengapa Amerika Serikat sama sekali tidak mengusik Israel yang juga memiliki nuklir.''

Uni Eropa menyetujui embargo terhadap ekspor minyak Iran sebagai salah satu cara untuk menghentikan program nuklir Iran. Sebanyak 27 menlu Uni Eropa bertemu di Brussels pada Senin lalu. Mereka membahas mengenai pelarangan impor minyak mentah Iran yang mulai diberlakukan pada 1 Juli.

Iran telah menjual sekitar seperlima minyak mentah ke negara-negara Uni Eropa. Yunani, Spanyol dan Italia menjadi importir utama Iran. Volumenya mencapai 20 persen total ekspor minyak Iran.
Continue reading →