Tampilkan postingan dengan label Militer Korea Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer Korea Utara. Tampilkan semua postingan

Korea Utara Gelar Latihan Militer di Tengah Ancaman

0 komentar
Pyongyang, PelitaOnline -- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un menyaksikan latihan militer yang melibatkan tank-tank, pesawat-pesawat dan artileri di tengah berlanjutnya ancaman-ancaman.

“Kim, komandan tertinggi militer berkekuatan 1,2 juta prajurit, memandu latihan militer yang digelar untuk menandai ulang tahun ke-80 angkatan bersenjata,”ungkap kantor berita negara KCNA yang tidak menyebutkan tanggal latihan itu.

"Dia meminta tanpa ampun memusnahkan musuh-musuh dengan senjata keadilan dan balas dendam jika mereka berani memprovokasi," katanya.


Korea Utara telah mengancam "perang suci" terhadap pemerintah konservatif Korea Selatan sebagai balasan atas penghinaan yang dirasakan selama Pyongyang melakukan peringatan seratus tahun kelahiran pendiri negara Kim Il-Sung bulan ini.


Ada juga spekulasi luas bahwa Korea Utara mungkin akan melakukan uji nuklir lain menyusul kecaman-kecaman internasional terhadap peluncuran roketnya yang gagal pada 13 April.

Para pejabat pertahanan Korea Selatan dan Amerika Serikat melihat satu kesempatan "sangat tinggi" uji nuklir lain, kata Wakil Menteri Pertahanan Seoul, Lim Kwan-Bin, sehari yang lalu.

"Penilaian Korea Selatan dan Amerika Serikat adalah bahwa kemungkinan sangat tinggi bahwa Korea Utara akan melakukan percobaan nuklir," kata kantor berita Yonhap mengutip pernyataannya setelah pertemuan dua hari dengan para pejabat senior Pentagon.

"(Kami) tidak dapat memprediksi waktu tertentu, tetapi itu diyakini kapan saja bisa mereka lakukan." Lim mengatakan ia tidak memiliki bukti kuat, tetapi mengutip catatan bahwa Pyongyang melakukan uji coba nuklir menyusul kritik-kritik peluncuran rudal jarak jauh tahun 2006 dan tahun 2009.

"Ada banyak pendapat bahwa ada kemungkinan besar Pyongyang ia akan melakukan uji coba nuklir untuk menebus kegagalan peluncuran rudal," katanya seperti dikutip.

Para pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat menegaskan kembali mereka akan menggelar tanggapan tegas untuk setiap provokasi tambahan oleh Korea Utara, kata Lim.

Amerika Serikat menempatkan 28.500 tentaranya di pangkalan militer Korea Selatan.
Continue reading →

Korut Gelar Latihan Militer di Tengah Ancaman

0 komentar
Pyongyang, PelitaOnline -- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un menyaksikan latihan militer yang melibatkan tank-tank, pesawat-pesawat dan artileri di tengah berlanjutnya ancaman-ancaman.

“Kim, komandan tertinggi militer berkekuatan 1,2 juta prajurit, memandu latihan militer yang digelar untuk menandai ulang tahun ke-80 angkatan bersenjata,”ungkap kantor berita negara KCNA yang tidak menyebutkan tanggal latihan itu.

"Dia meminta tanpa ampun memusnahkan musuh-musuh dengan senjata keadilan dan balas dendam jika mereka berani memprovokasi," katanya.


Korea Utara telah mengancam "perang suci" terhadap pemerintah konservatif Korea Selatan sebagai balasan atas penghinaan yang dirasakan selama Pyongyang melakukan peringatan seratus tahun kelahiran pendiri negara Kim Il-Sung bulan ini.

Ada juga spekulasi luas bahwa Korea Utara mungkin akan melakukan uji nuklir lain menyusul kecaman-kecaman internasional terhadap peluncuran roketnya yang gagal pada 13 April.

Para pejabat pertahanan Korea Selatan dan Amerika Serikat melihat satu kesempatan "sangat tinggi" uji nuklir lain, kata Wakil Menteri Pertahanan Seoul, Lim Kwan-Bin, sehari yang lalu.

"Penilaian Korea Selatan dan Amerika Serikat adalah bahwa kemungkinan sangat tinggi bahwa Korea Utara akan melakukan percobaan nuklir," kata kantor berita Yonhap mengutip pernyataannya setelah pertemuan dua hari dengan para pejabat senior Pentagon.

"(Kami) tidak dapat memprediksi waktu tertentu, tetapi itu diyakini kapan saja bisa mereka lakukan." Lim mengatakan ia tidak memiliki bukti kuat, tetapi mengutip catatan bahwa Pyongyang melakukan uji coba nuklir menyusul kritik-kritik peluncuran rudal jarak jauh tahun 2006 dan tahun 2009.

"Ada banyak pendapat bahwa ada kemungkinan besar Pyongyang ia akan melakukan uji coba nuklir untuk menebus kegagalan peluncuran rudal," katanya seperti dikutip.

Para pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat menegaskan kembali mereka akan menggelar tanggapan tegas untuk setiap provokasi tambahan oleh Korea Utara, kata Lim.

Amerika Serikat menempatkan 28.500 tentaranya di pangkalan militer Korea Selatan.
Continue reading →

Jepang Siapkan Rudal untuk Menembak Satelit Korea Utara

0 komentar
TOKYO -- Jepang menempatkan misil anti rudalnya di Tokyo. Tindakan itu diambil sebagai reaksi atas rencana Korea Utara meluncuncurkan satelitnya pada 12 April dan 16 April mendatang. Jepang menduga peluncuran satelit itu hanya kedok untuk menguji coba daya jelajah rudal Korea Utara.

Pyongyang mengatakan peluncuran satelit untuk menandai ulang tahun ke-100 bekas pemimpin Korea Utara Kim Il-Sung pada 15 April. Pyongyang berusaha meyakinkan musuh-musuhnya bahwa peluncuran satelit ini bertujuan damai dengan mengundang para ahli asing dan wartawan.



Namun upaya itu sia-sia. Jepang, Amerika Serikat, bersama sekutunya menyatakan peluncuran satelit Korea Utara melanggar sanksi PBB yang membatasi program rudal Korea Utara.

Kecurigaan terhadap korea Utara mengundang keprihatinan sekutu utama Korea Utara, Cina. Beijing menyerukan seluruh negara dapat mengendalikan diri. “Cina memperhatikan dan khawatir terhadap perkembangan terakhir di semenanjung Korea," kata Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi, Sabtu (7/4), kepada Xinhua.

Bagi pemimpin baru Korea Utara, Kim Jon-Un, peluncuran satelit merupakan hal yang penting. Hal ini karena peluncuran satelit bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadapnya sebagai pemimpin yang kuat. Sementara Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda, telah memberikan lampu hijau kepada militer untuk menembak jatuh roket satelit jika mengancam wilayah Jepang.

Kementerian pertahanan Jepang juga mengirim tiga kapal perusak Aegis yang membawa rudal penghalau ke Timur Laut Cina. Kementerian pertahanan juga memasang rudal Patriot di sepanjang gugusan pulau selatan Okinawa, yang diperkirakan bakal menjadi jalur penerbangan roket. "Kami telah mengambil langkah-langkah terbaik yang bisa kita pikirkan pada saat ini," kata Wakil Menteri Pertahanan Jepang, Shu Watanabe kepada kantor berita Jepang NHK, Ahad (8/4).
Continue reading →

Korut Permudah Warganya yang Pendek Masuk Militer

0 komentar
Korea Utara (Korut) mempermudah warganya untuk bergabung dalam militer dengan mengurangi batas minimal tinggi badan bagi prajurit. Hal itu disebabkan karena merebaknya wabah kelaparan di negeri komunis itu. Warga Korut sendiri juga terkenal dengan tubuhnya yang cenderung pendek.

Menurut media asal Korea Selatan (Korsel), Daily NK, seorang dengan tinggi badan 142 centimeter sudah boleh bergabung ke dalam militer. Sebelumnya, batas minimal tinggi badan bagi seorang prajurit Korut adalah 145 centimeter.

Namun, tubuh bagi seorang pria berusia 16 hingga 17 tahun harus terlihat sempurna, begitu pula para prajurit perempuan. Umumnya, warga Korut memang selalu terlihat lebih pendek daripada warga Korsel. Dalam usia remaja, seorang pemuda atau pemudi Korsel dapat memiliki tinggi badan 172 centimeter.

"Banyak pria pendek yang tidak memenuhi batas minimal tinggi badan. Saat ini, militer Korut sudah menerima seseorang yang tinggi badannya lebih dari 142 centimeter," ujar sumber dari Korut, seperti dikutip AFP, Senin (2/4/2012).

Bocah-bocah Korut yang lahir pada dekade 1990 akan mengikuti program wajib militer, meski demikian, mereka kerap menderita kelaparan sepanjang hidupnya.

"Warga Korut mengatakan bahwa bocah-bocah generasi baru di negaranya terlihat lebih pendek," ujar sumber.

Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Valerie Amos juga mengatakan, bahwa satu dari dua anak Korut mengalami kekurangan gizi.
Continue reading →

Waspadai Korut, AS Kirim Pesawat Mata-mata Militer di Seoul

0 komentar
AS akan mengirim pesawat mata-mata ke Korsel untuk mendeteksi potensi serangan Korut jelang KTT Nuklir.


SEOUL, Jaringnews.com – Amerika Serikat menyatakan akan mengirim pesawat mata-mata militer ke Korea Selatan untuk mendeteksi potensi serangan dari Korea Utara, jelang KTT Nuklir yang akan diadakan di Seoul akhir bulan ini, Minggu (11/3).

Militer AS dan Korsel juga sedang membahas kemungkinan untuk menugaskan pesawat J-STARS (sistem pengawasan dan target serangan bersama) berjaga-jaga di titik-titik sekitar Seoul selama KTT Nuklir digelar pada 26-27 Maret 2012.

Pesawat J-STARS mampu terbang dengan ketinggian hingga 12 kilometer (7,4 mil) dan kecepatan jelajahnya mencapai Mach 0,8 serta dapat memonitor aktivitas militer Korut, termasuk gerakan pasukan, artileri dan misilnya.

Adapun pengawasan terhadap Korut akan semakin ditingkatkan mengingat forum global tersebut akan dihadiri lebih dari 50 kepala negara, termasuk Presiden AS Barack Obama.

Seorang pejabat militer senior Korsel, yang tidak mau disebutkan namanya, menyatakan kesiapan militer akan ditingkatkan untuk menjaga segala potensi serangan baik melalui darat, laut, udara maupun serangan cyber terhadap KTT Nuklir di Seoul nantinya.
Continue reading →

Militer Korsel Bersumpah Tanggapi Serius Serangan Korut

0 komentar
Angkatan laut  (AL) Korea Selatan diminta untuk memukul balik keras terhadap setiap serangan baru Korea Utara. Perintah itu disampaikan langsung oleh Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Jendral Jung Seung-Jo, pada saat Seoul memperkuat keamanan menjelang menggelar forum besar.

Jenderal Jung meminta para pelaut untuk tetap waspada, dan mengatakan AL Korea Utara akan meningkatkan kegiatan pada saat pelabuhannya yang membeku mulai mencair. "Korea Utara dapat memicu serangan terhadap kita pada setiap kesempatan, Anda harus menggunakan kesempatan itu untuk memulai pembalasan segera dan kuat dengan semua senjata yang tersedia," katanya saat berkunjung ke satu pangkalan angkatan laut di pelabuhan Pyeongtaek.

"Jika musuh memprovokasi kami, kami akan membantu Anda memulai pembalasan cepat dan tepat dengan pasukan gabungan, sehingga musuh akan sangat menyesal," katanya. Jenderal Jung menyaksikan satu kapal perusak 3.200 ton sedang menangani serangan tiruan dengan rudal Korea Utara Styx dan membahas gerakan-gerakan militer baru-baru ini dengan para komandan angkatan laut.

Dia mendesak angkatan laut tetap waspada menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir 26-27 Maret di Seoul yang melibatkan puluhan pemimpin dunia. Presiden Amerika Serikat Barack Obama termasuk di antara kepala negara atau kepala pemerintahan diharapkan hadir dalam KTT itu.

Korea Utara telah mengecam acara tersebut sebagai "bahan tertawaan buruk" yang dimaksudkan untuk membenarkan serangan atom oleh Korea Selatan dan sekutunya Amerika Serikat. Pyongyang telah mengintensifkan retorika bermusuhan terhadap Seoul sejak pemimpin baru Kim Jong-un mengambil alih tampuk pimpinan dari ayahnya, Kim Jong-il, yang meninggal Desember lalu.

Pekan lalu, Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Kwan-jin mendesak tentara untuk meningkatkan kekuatan serangan balik jika diprovokasi oleh Utara. Ketegangan militer telah meninggi sejak Seoul menuduh tetangganya mentorpedo kapal perang Cheonan pada Maret 2010 yang menewaskan 46 pelautnya.

Korea Utara menolak bertanggung jawab, tetapi Pyongyang menembaki sebuah pulau perbatasan Korea Selatan, Yeonpyeong, pada November 2010, menewaskan empat orang termasuk warga sipil.
Continue reading →

Korut Tambah Senjata Militer

0 komentar
Korea Utara disinyalir terus menambah sejumlah senjata militer, khususnya rudal darat ke udara (SAM) untuk menangkis serangan udara di sekitar ibu kota Pyongyang dari tahun ke tahun. Penambahan rudal itu untuk mengantisipasi serangan gabungan Korea Selatan dan AS. Demikian diungkapkan kantor berita resmi Korea Selatan (Korsel) Yonhap yang mengutip seorang sumber di angkatan bersenjata Korsel, Rabu (7/3).

Menurut sumber tersebut, militer Korea Utara (Korut) terus menambah rudal antipesawat dari berbagai jenis, mulai dari SA-2 yang berdaya jelajah pendek sampai SA-5 berdaya jelajah panjang. Jumlah rudal SA-5 (S-200), yang mampu mengenai sasaran sejauh 300 kilometer, bertambah dari hanya dua unit pada tahun 2000 menjadi 40 unit pada 2010. Semua diposisikan di sekitar Pyongyang.

Rudal SA-3 (S-125), yang berjarak tembak lebih pendek dan dirancang untuk menembak pesawat yang terbang rendah, bertambah dari tujuh unit menjadi 140 unit pada periode yang sama. Sementara rudal SA-2 (S-75), rudal rancangan era 1950-an yang berjarak tembak 48 kilometer, membengkak dari 45 unit menjadi 180 unit. Di luar itu, Korut diyakini memilki sedikitnya 12.000 pucuk rudal SAM portabel.

Semua ini menjadi pertimbangan utama Korsel saat merancang serangan jauh ke dalam wilayah Korut. ”Dalam kondisi darurat, kami bisa menyerang jauh hingga ke dalam wilayah musuh hanya jika kami bisa menetralisir rudal-rudal SAM Korut ini beserta sistem radar dan peluncur roket jarak jauh mereka. Prioritas utama kami adalah untuk membangun kemampuan tempur yang menjamin kendali wilayah udara,” tutur sumber tersebut.

Pihak Kementerian Pertahanan Korsel menolak membenarkan secara resmi laporan tersebut.  Dua Korea masih terlibat perang kata-kata. Buktinya, sebagaimana warta AP dan AFP pada Rabu (7/3), Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) Kim Kwan-Jin mendesak tentaranya melakukan serangan balasan kuat ke Utara. Sebetulnya, kedua Korea sudah bersepakat soal nuklir belum lama ini.

Kwan-Jin mengatakan setiap serangan baru dari Korut harus berubah menjadi satu peluang bagi militer Korsel untuk membalas penembakan Korut pada 2010 ke satu pulau garis depan Korsel. ”Jika Korut melancarkan aksi provokatif, anda harus menghukum mereka dengan keras dengan menggempur tidak hanya asal provoksi-provokasi seperti itu tetapi juga satuan-satuan pendukung mereka sampai mereka menyerah seluruhnya,” kata menteri itu.

Kwan-Jin mengeluarkan pernyataan itu ketika mengunjungi pulau Yeonpyeong dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan. Pulau itu  ditembaki artileri Korut pada 2010. Insiden itu menewaskan empat warga Korsel dan menimbulkan kekhawatiran timbul perang baru. Penembakan itu terjadi saat ketegangan meningkat setelah Korsel menuduh Korut menorpedo sebuah kapal perang Korsel Cheonan Maret 2009 yang menewaskan 46 pelautnya.    

Kunjungan Kim ke Yeonpyeong itu dilakukan 10 hari setelah pemimpin baru Korut Kim Jong-Un memeriksa satuan artileri pantai yang menembaki pulau itu, mendesak tentara melancarkan serangan balasan yang kuat jika Korsel melakukan provokasi. "Militer harus membalas dengan kuat dan menyeluruh sebagai satu pembalasan atas tenggelamnya Cheonan dan penembakan pulau Yeonpyeong," kata Kim.    

Pyongyang pekan lalu mengatakan pihaknya akan menangguhkan uji coba nuklir dan program pengayaan uraniumnya dengan imbalan bantuan pangan AS tetapi hubungan dengan Seoul tetap beku.    

Korea Utara mengancam akan melakukan perang suci terhadap Korsel. Korut mengecap latihan militer gabungan AS-Korsel  sebagai satu deklarasi perang secara diam-diam dan menuduh Korsel menghina dan mencemarkan nama baik para pemimpinnya.
Continue reading →

Korea Utara Ancam Perang, AS Cuek

0 komentar
Amerika Serikat menolak sebagai "retorika dan gertakan" biasa ancaman perang Korea Utara saat menanggapi pelatihan militer gabungan AS-Korea Selatan. "Ini adalah pelatihan reguler. Kami biasa menghadapi retorika dan gertakan pada saat pelatihan-pelatihan ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland kepada wartawan. "Jadi kami menganggapnya bukan satu kabar buruk baru," katanya ketika ditanya tentang ancaman-ancaman itu.

Korsel dan AS melakukan pelatihan militer tahunan, sementara Korut mengatakan pihaknya siap perang atas apa yang disebutnya satu provokasi yang tiada hentinya itu.
Seorang juru bicara kementerian luar negeri Korut mengecam pelatihan yang dilakukan beberapa hari setelah para pejabat AS dan Korut berunding di Beijing. "Korut siap sepenuhnya baik untuk dialog maupun perang", katanya kepada kantor berita resmi KCNA.

Pelatihan 'The Key Resolve Exercise'yang dimulai Senin adalah pelatihan perang 12 hari yang sebagian besar melibatkan pelatihan perang yang disimulasi komputer sementara pelatihan Foal Eagle 1 Maret sampai 30 April melibatkan pelatihan lapangan untuk pasukan angkatan udara, darat dan laut.
Continue reading →

Korut Tebar Ancaman Jelang Latihan Militer Gabungan AS-Korsel

0 komentar
Sehari sebelum dimulainya latihan militer tahunan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan, Senin (27/2) esok, Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengancam akan melancarkan serangan balasan terhadap Korsel bila latihan tersebut mengganggu kedaulatan Korut.

Kim Jong Un--yang merupakan komandan tertinggi 1,2 juta personil militer Korut--menyatakan hal tersebut saat mengunjungi unit militer Korut yang berada di garis depan perbatasan dengan Korsel, Minggu (26/2). Dia menyerukan dan menginstruksikan untuk memberikan serangan balasan yang hebat pada musuh yang mengganggu kedaulatan Korut.



Korut sudah berkali-kali mengecam latihan militer gabungan tersebut. Namun, AS berdalih latihan militer tersebut merupakan latihan untuk pertahanan Korsel. Ketegangan dan kekhawatiran terjadinya perang di semenanjung Korea pun semakin menebal.

Praktis, ketegangan ini mengancam gagalnya pembicaraan kembali antara AS dan Korut yang dirintis oleh Kim Jong Un. Sabtu (25/2) lalu, utusan AS, Glyn Davies, menyatakan kepada pers Seoul bahwa dia telah bertemu dan menyerukan Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Kim Kye Gwan, untuk memperbaiki hubungan dengan Korsel.

Kim juga mengunjungi batalyon tentara yang bertanggung jawab atas penembakan Pulau Yeonpyeong pada 2010 lalu. Korut mengklaim serangan bertubi-tubi ke Pulau Yeonpyeong merupakan ulah Korsel yang melakukan penembakan di perairan Korut. Korsel pun menampik dan bersikukuh mengatakan penembakan tersebut hanya bagian dari latihan militer.
Continue reading →

Kim Jong Un Panglima Tertinggi Korea Utara

0 komentar
Korea Utara terus berduka atas kepergian pemimpinnya  sampai Sabtu kemarin, tapi sembari memanggil  gelar ‘’Panglima Tertinggi’’ kepada putra sang pemimpin Kim Jong Il yang meninggal dunia pekan lalu.

‘’Kamerad Kim Jong Un, silahkan terima kepanglimaan tertinggi sebagaimana dikehendaki rakyat untuk memimpin (Korea Utara) menuju kemenangan abadi’’, begitu tulis editorial koran utama negeri itu sebagaimana dikutip kantor berita pemerintah, Korean Central News Agency (KCNA). Di negeri yang diperintah dengan tangan besi ini menjadi Panglima Militer sama dengan pemimpin tertinggi negeri itu.


Yonhap, kantor berita Korea Selatan berspekulasi bahwa pernyataan itu mungkin akan menjadi petanda sang penerus akan mengontrol seterusnya militer di negeri komunis itu. Awal pekan ini, Yonhap melaporkan bahwa Kim muda malah sudah memberikan perintah militer pertama sebagai pemimpin Korea Utara sebelum ayahnya meninggal dunia yang diumumkan Senin lalu.

Lelaki yang dikenal sebagai ‘’Pemimpin Tercinta’’ meninggal dunia 17 Desember lalu oleh serangan jantung di usia 69 tahun. Partai Buruh yang berkuasa mendeklarasikan Kim Jong Un, bungsu dari 3 putra yang ada, menjadi ‘’penerus yang agung’’ dari ayahnya.

Spekulasi beredar bahwa Kim Jong Un di pengujung usia 20-an, miskin pengalaman yang diperlukan untuk menggantikan ayahnya, yang memerintah negeri Stalinis yang terasing itu, sejak 1994.

Mike Chinoy dari US-China Institute di University of Southern  California, mengatakan tantangan bagi Korea Utara adalah bagaimana mempercepat akrabnya negeri itu dengan Kim muda. ‘’Anak itu sebuah papan tulis kosong. Mereka menghadapi tantangan untuk membangun imej dan reputasinya lebih cepat dari yang bisa mereka lakukan.’’

Editorial koran Sabtu di sana penuh puji-pujian kepada anak dan ayah. ‘’Ini disebut sebuah ekspresi kepercayaan rakyat guna mengikuti penghormatan kepada Kim Jong Un, yang sama dengan Kim Jong Il, sampai akhir hidupnya,’’ begitu kantor berita pemerintah KCNA melaporkan. Pemakaman Kim akan berlangsung Rabu ini, dan hari berkabung resmi akan berakhir Kamis.
Continue reading →

Militer Korut Makin Superior

0 komentar
MENINGGALNYA pimpinan Militer Korea Utara tak mengganggu militer negara itu. Bahkan Institut Kajian Ekonomi Korea (KERI) mengungkapkan bahwa militer negara itu sudah makin superior.

KERI menyatakan, Korut saat ini memiliki 1,02 juta prajurit dan sejumlah tank, kapal perang, dan artileri pertahanan udara. Total prajurit Korut meningkat menjadi 1,2 juta. Hal itu mempertegas kekuatan Korut dalam bidang militer.

“Kita perlu ingat bahwa Korut jauh lebih kuat dalam jumlah pasukan, khususnya dalam struktur militer dan pengerahan untuk perang ofensif,” kata KERI seperti dikutip Reuters.



Jika dibanding dengan kekuatan Korea Selatan, maka terlihat Korut masih unggul. Korsel memiliki 700.000 prajurit ditambah dukungan 28.000 pasukan Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, sejumlah pengamat mengatakan, jumlah kekuatan pasukan ini tidak menjadi jaminan bahwa Korut akan memenangkan peperangan militer, sebab alat-alat peperangan mereka belum modern. Terutama jika dibandingkan dengan kekuatan militer udara Korsel dan Amerika Serikat yang dinilainya lebih modern.
Continue reading →

Korsel Rakit Bom Penghancur Bunker Korut

0 komentar
Korea Selatan (Korsel) dikabarkan tengah merakit bom yang dapat menghancurkan bunker-bunker Korea Utara (Korut) yang terletak di gua atau wilayah pesisir pantai.

Anggota Parlemen Korsel Song Young-sun mengatakan, Korea Agency for Defense Development (ADD) menggarap proyek pertahanan sebesar triliunan dolar untuk membuat bom penghancur bunker. Proyek itu diprediksikan akan selesai pada 2013.

"Sepengetahuan saya, hulu ledak bom itu akan dilengkapi dengan sistem Global Positioning System (GPS) dan bom itu sanggup untuk menghancurkan target-target yang berada di bawah tanah atau gua," ujar Song, seperti dikutip Chosun, Jumat (16/12/2011).



Pejabat militer Korsel mengatakan, artileri dan amunisi milik Korut dilindungi oleh sebuah tembok bangunan sepanjang 50 hingga 60 centimeter. Bom yang saat ini dirakit Korsel dapat menghancurkan bangunan itu beserta isinya.

Korsel membangun bom ini karena Korut juga seringkali menempatkan meriam jarak jauhnya di sebuah gua, Korsel pun mengalami kesulitan untuk menyerang meriam itu dengan senjatanya. Korut juga kerap membangun bunker-bunkernya di bawah tanah agar tidak menarik perhatian musuh.

Ketegangan antara kedua negara Korea itu makin memanas, terutama pascaKorut mengancam akan merubah kantor Presiden Korsel menjadi lautan api.
Continue reading →

Ancaman Kapal Selam Korut Ditanggapi Latihan Militer Korsel

0 komentar
Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) berniat akan menggelar latihan militer pada pekan depan. Latihan ini dilakukan untuk mewaspadai ancaman kapal selam Korea Utara (Korut) di wilayah pantai barat.

"Pada Senin pekan depan, Angkatan Laut AS dan Korsel akan melakukan latihan militer selama lima hari, untuk menghadapi kapal selam Korut di Laut Kuning," ujar pejabat Korsel, seperti dikutip Kuna Kamis (16/2/2012).

Seoul dan Washington sebelumnya sudah menggagas latihan tempur ini pada Desember 2011 lalu. Latihan yang ditujukan untuk menghadapi ancaman kapal selam itu bahkan menjadi program latihan setiap tahun antara kedua mitra tersebut.



Latihan militer Korsel dan AS akan melibatkan kapal tempur Korut, Yulgogk Yi I yang dilengkapi dengan Aegis. Selain itu 20 kapal perang lainnya serta helikopter dan juga akan dikerahkan untuk latihan militer itu.

Pada 2015 mendatang, Angkatan Laut Korsel juga mempersiapkan satuan baru untuk divisi kapal selam. Hal itu bahkan disetujui oleh Pemerintah Korsel. pembentukan divisi kapal selam itu dilakukan karena Korut memiliki 70 unit kapal selam di perairannya.

Kedua negara di Semenanjung Korea itu memang selalu tampak berseteru meski Perang Korea sudah berakhir. Akhir dari Perang Korea juga tidak membuahkan hasil yang signifikan, kedua pihak juga menolak untuk membentuk sebuah perjanjian damai.
Continue reading →

Pemimpin Baru Korut Kunjungi Satuan Militer

0 komentar

Pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong-un pekan ini kembali melakukan kunjungan inspeksi kepada militer, kata media pemerintah negara itu Jumat, pada saat pemimpin muda itu mengkonsolidasikan kekuasaannya di rezim yang didukung militer.

Laporan itu muncul sehari setelah Kantor Berita Korea Utara (KCNA) menyiarkan pengiriman mengenai pemeriksaan militer Kim dan menandai ketiga kalinya dalam tahun ini media pemerintah melaporkan tentang kunjungan pemimpin militernya.

Pemeriksaan pertama terjadi pada Hari Tahun Baru, ketika pemimpin berusia akhir 20-an itu mengunjungi satu divisi tank tak lama setelah panglima tertinggi tersebut menyatakan negara komunis itu memiliki 1,1 tentara.

KCNA mengatakan, Kim melakukan kunjungan ke unit angkatan udara 354 dan satuan angkatan darat 3870 serta memberi penghargaan kepada mereka dengan judul "Resimen Ketujuh yang dipimpin O Jung Hup."

Laporan itu tidak merinci tanggal kunjungan. Kunjungan berturut-turut kepada militer dipandang sebagai indikasi bahwa pemimpin baru akan mewarisi kebijakan ayahnya sebagai "militer pertama", meskipun negara tertutup itu terus diawasi dengan ketat untuk setiap petunjuk tentang masa depannya.

Pemimpin muda itu naik ke tampuk kekuasaan bulan lalu sebagai pewaris yang dipilih oleh ayahnya, pemimpin Kim Jong-il, setelah kematian mantan pemimpin itu pada 17 Desember.
Continue reading →