Satgas Kizi TNI Bantu Air Bersih Bagi Masyarakat Gonaives di Haiti

0 komentar
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXII-A/Minustah atau Indonesia Engineering Company (Indo Eng Coy) yang tengah melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Haiti selama satu tahun pada misi MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti) dalam rangka rekonstruksi dan rehabilitasi daerah yang terkena dampak bencana gempa bumi, memberikan bantuan air bersih bagi masyarakat Gonaives-Haiti, Minggu (1/4/2012).
Pemberian bantuan air bersih dipimpin Lettu Czi Martin Novence selaku Tim Konstruksi Indo Eng Coy yang juga melakukan pekerjaan pembuatan drainase/gorong-gorong sesuai ETO (Engineering Tasking Order) dari MINUSTAH. 

Kebutuhan akan air bersih betul-betul menjadi hal utama bagi masyarakat Gonaives. Kondisi daerah yang panas dan tandus menyebabkan sulitnya mendapat sumber air bersih untuk kebutuhan hidup, hal ini tentu akan menyebabkan lingkungan yang tidak bersih dan akan menimbulkan sumber penyakit.
Melihat dari kondisi itulah, Indo Eng Coy memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat Gonaives, paling tidak dapat mengurangi beban masyarakat akan kebutuhan air bersih. Kegiatan ini mendapat antusias dan sambutan positif dari seluruh masyarakat, mereka berbondong-bondong datang mengantri untuk mendapat dukungan air bersih yang siap digunakan untuk kebutuhan hidup. Kegiatan berjalan dengan lancar dan semua masyarakat mendapat bantuan air secara merata.
Kegiatan ini senada dengan upaya Minustah yang menekankan misi Minustah selain sesuai Tasking Order (TO) juga harus di barengi dengan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan Masyarakat Haiti. Dengan demikian, secara kontinyu keberadaan Minustah diterima dan diharapkan oleh rakyat Haiti.
Continue reading →

Wadansatgas POM TNI Hadiri Medal Parade Batalyon India

0 komentar
Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadan Satgas) POM TNI Kontingen Garuda Sector East Military Police Unit (Sempu) XXV-D/UNIFIL, Mayor Laut (PM) Wahyu Dwi Sulistyo, S.T.  beserta staf menghadiri Upacara Medal Parade Batalyon India (Indbatt), di UN Posn 4-2, Ebel El Saqi, Lebanon, Selasa (27/3/2012).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Force Commander UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon) Mayor Jenderal Paolo Sera dari Italy. Upacara diawali dengan pengibaran bendera UNIFIL, Lebanon dan India, dilanjutkan pemeriksaan pasukan oleh Irup, penyematan medali kepada personel India Battalion, sambutan Force Commander dan diakhiri dengan defile pasukan upacara.
Dalam sambutannya Mayor Jenderal Paolo Serra menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel Batalyon India yang telah bertugas di UNIFIL dengan penuh semangat dan dedikasi selama lebih kurang 12 (duabelas) bulan, menghormati Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB, bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF), Pemerintah Lebanon dan institusi Lebanon untuk pencapaian tujuan yang telah diamanatkan PBB kepada UNIFIL.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Batalyon India Kolonel Sachim Mehta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir pada saat selesai pelaksanaan upacara. Selain Wadan Satgas POM TNI, hadir dalam Medal Parade tersebut antara lain kontingen dari Italia, Perancis, Spanyol, Indonesia, Republik Korea, Ghana, Nepal, Srilanka, Malaysia, Turki dan perwakilan dari LAF. Turut hadir dalam upacara tersebut, Komandan Kontingen Garuda Kolonel Adm Dharmawan Bhakti, Wakil Komandan Sektor Timur UNIFIL Kolonel Infantri Achmad Marzuki, pejabat pemerintah dan beberapa anggota kedutaan India untuk Lebanon.
Sementara itu, menurut Wadan Satgas POM TNI Mayor Laut (PM) Wahyu Dwi Sulistyo, S.T.,  penyematan medali penghargaan oleh Force Commander UNIFIL ini merupakan penyematan medali atas nama Sekretaris Jenderal PBB yang melambangkan ucapan terima kasih dan penghargaan PBB kepada Peacekeeper yang telah melaksanakan tugas pada misi UNIFIL minimal selama 6 (enam) bulan.
Turut serta mendampingi Wadan Satgas POM TNI adalah Kapten POM I Gede Eka S. (Military Information Officer), Kapten POM Made Oka (FSU Officer), Lettu Pom Eko Setiawan (OIC Provost), Lettu Pom Fari  S. Nur Yudha (Platoon Administration Officer) dan Lettu (PM) Anantyo Prahasto, S.H. (Investigator).
Continue reading →

Prajurit TNI Menerima Penyuluhan tentang Perilaku dan Disiplin di Kongo

0 komentar
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco atau Indonesian Engineering Company yang tengah melaksanakan tugas di Republik Demokratik Kongo dalam misi MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo), menerima penyuluhan tentang perilaku dan disiplin guna mencegah terjadinya pelecehan dan eksploitasi seksual dari Conduct and Discipline Unit (CDU), di Bumi Cenderawasih Camp-Kongo, Selasa (20/3/2012).
Penyuluhan yang dilaksanakan selama satu hari tersebut, disampaikan oleh Letkol Oleksiyenko Yoriy warga negara Ukraina, yang diterima oleh Wadansatgas Mayor Czi Ary Syahrial mewakili Dansatgas Letkol Czi Sapto Widhi Nugroho yang tengah dinas luar.

Dalam paparannya, Letkol Yoriy menjelaskan tentang perilaku dan disiplin yang harus ditaati oleh seluruh personel yang terlibat dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya pasukan kontingen negara yang berada di bawah MONUSCO, dengan harapan akan dapat memperkecil pelanggaran.
“Kasus pelanggaran disiplin dan pelecehan seksual yang paling banyak terjadi adalah dilakukan oleh kalangan sipil, karena menurut data yang ada di dalam lingkungan militer jarang sekali hal itu terjadi, hal ini dikarenakan militer memiliki sistim dan rantai komando yang jelas, walaupun masih ada satu dua kasus dalam setiap pengiriman kontingen militer ke Kongo,” kata Letkol Yoriy.
“Sampai saat ini, Kontingen dari Indonesia belum pernah ada yang melanggar, hal tersebut sangat membanggakan dan menjadi catatan tersendiri di lingkungan United Nations Organization Stabilization Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo,”  tegas Letkol Oleksiyenko Yoriy.
Lebih lanjut dikatakan, kepada seluruh kontingen negara dibawah MONUSCO hendaknya menciptakan lingkungan yang bebas dari Sexual Ekploitation and Abuse (SEA), dimana semua personel MONUSCO harus menjunjung tinggi standar perilaku dan profesionalisme serta memperlakukan masyarakat lokal dengan penuh rasa hormat dan bermartabat, larangan mendatangi tempat hiburan/diskotik, transaksi barang dan uang untuk keperluan seksual.
Disamping itu, akan diberlakuan jam malam bagi seluruh personel kontingen MONUSCO yaitu mulai jam 18.00 sampai 06.00 waktu setempat. Sementara, bagi personel yang mempunyai keperluan khusus harus se-ijin Komandan Kontingen selanjutnya menunjuk seorang perwira sebagai supervisi serta penanggung jawab.  Bagi personel PBB yang melanggar ketentuan tersebut, akan mendapat sanksi seperti pemulangan dan diproses sesuai hukum yang berlaku di negara asal, tidak dapat mengikuti misi UN dimasa mendatang dan beritanya akan disebarluaskan ke seluruh media massa dibawah UN.
Sebelum mengakhiri paparannya, Letkol Yoriy berharap Kontingen Garuda yang tergabung dalam misi MONUSCO selalu menjaga nama baik bangsa dan negara serta memberi contoh yang baik bagi kontingen negara lain.
Program  Conduct and Discipline Unit tersebut diikuti oleh 18 prajurit TNI/Indonesia Engineering Company, terdiri dari 11 Perwira dan 7 Bintara yang akan dijadikan Kader bagi anggota yang belum mengikuti penyuluhan. (*)
Continue reading →

Wanita TNI Gelar Festival Band di Mabes TNI

0 komentar
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. menghadiri acara olahraga bersama dan Festival Band Wanita TNI tahun 2012 yang diselenggarakan di Lapangan Parkir GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jumat (13/4). Kegiatan yang diawali dengan olahraga bersama ini, merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Apel Bersama Wanita TNI tahun 2012.
 
Sebelum pelaksanaan Festival Band, Panglima TNI didampingi Ibu Tetty Agus Suhartono selaku Ibu Raksa Tri Anggana Tantri (Ibu Asuh Wanita TNI) melepas lebih dari 800 peserta olahraga bersama, terdiri dari Kowad, Kowal, Wara, Ibu-ibu Dharma Pertiwi, PNS Wanita TNI dan para prajurit TNI di lingkungan Mabes TNI.
 
Festival Band Wanita TNI yang baru pertama kali diselenggarakan ini diikuti oleh enam grub band dari masing-masing angkatan yaitu Dharma Puspa Band (Kowad Jakarta), Sri Sena Band (Kowad Bandung), Dara Laut Band (Kowal Jakarta), Gendhis Surabaya Band (Kowal Surabaya), Kanya Sena Band (Wara Jakarta)  dan Angel’s Band (Wara Wingdikkum AU). Masing-masing peserta membawakan dua buah lagu berturut-turut, yaitu lagu wajib pilihan (Bendera dan Merah Putih) dan lagu pilihan (Pop Indonesia atau Lagu Daerah).
 
Keluar sebagai Juara I adalah Kanya Sena Band; Juara II, Sri Sena Band ; Juara III, Dara Laut Band ; dan Juara Harapan I, Dharma Puspa Band. Masing-masing juara akan diberikan Piala tetap dan uang pembinaan serta piagam penghargaan dari Panglima TNI.  Untuk Juara I, II dan III nantinya akan ditampilkan kembali pada acara puncak Apel Bersama Wanita TNI tahun 2012, yang akan diselenggarakan di Mabes TNI Cilangkap tanggal 23 April 2012. Acara Festival Band ini dimeriahkan juga oleh Tri Anggana Band (Band Gabungan Wanita TNI) dan disiarkan secara langsung oleh salah satu TV Swasta pada acara INBOX.
 
Turut hadir dalam olahraga bersama dan Festival Band Wanita TNI, diantaranya Ibu Winayadhati Kanya Sena (Ibu Asuh Wara), Irjen TNI, Aspers Panglima TNI, para Aspers Angkatan dan Kapuspen TNI.
Continue reading →

Penandatanganan Kesepakatan Bersama Kementerian Pertanian RI dan TNI

0 komentar
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E dan Menteri Pertanian RI Dr. H. Suswono MA melaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan untuk bekerja sama dalam program pembangunan pertanian, Nomor : 03/MoU/PP.310/M/4/2012 dan Nomor : NK/9/IV/2012 yang ditindak lanjuti dengan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Pertanian RI dengan Tentara Nasional Indonesia, Nomor : 13002/HK.130/F/04/2012 dan Nomor : KERMA/10/IV/2012 tanggal 13 April 2012, di  Ruang Hening  Mabes TNI  Cilangkap, Jakarta,  Jum’at (13/4).
 
Kesepakatan bersama ini didasari oleh keinginan bersama untuk bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui program pembangunan sektor pertanian sebagai bentuk pengabdian TNI dalam mendukung program pemerintah.
 
Panglima TNI mengatakan, pembangunan di sektor pertanian merupakan salah satu pembangunan bersifat strategis yang secara terus-menerus menjadi bagian dari program utama pembangunan nasional.  Hal tersebut disebabkan karena keterkaitan yang erat antara produktifitas sektor pertanian dengan ketahanan pangan nasional.
 
“Perlu disadari bersama bahwa dewasa ini pembangunan tersebut mengalami beberapa kendala yang memerlukan perhatian dan kepedulian bersama”, ujar Panglima TNI.
 
Lebih lanjut dikatakan, terjadinya fenomena alam akibat perubahan iklim global dan surutnya minat masyarakat untuk berprofesi sebagai petani telah mengakibatkan pencapaian program pembangunan di sektor pertanian mengalami penurunan dari target yang ditetapkan pemerintah.
 
Di samping itu, berkurangnya lahan pertanian sebagai dampak pemenuhan kebutuhan perumahan dan bangunan, serta meningkatnya kebutuhan pangan seiring laju pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin tinggi, menjadikan persoalan pertanian semakin kompleks untuk diatasi, sehingga hal tersebut sangat krusial untuk segera kita tangani secara bersama-sama.
 
Dalam konteks penyelenggaraan pertahanan negara, pertanian dan ketahanan pangan merupakan satu kesatuan integral, yang ditinjau dari aspek strategis dan taktis menjadi bagian dari pemberdayaan wilayah pertahanan dalam rangka penyiapan ruang, alat dan kondisi juang sebagai modal guna membangun kesejahteraan masyarakat dan membangkitkan semangat bela negara serta nasionalisme.
 
Kementerian Pertanian dan TNI memiliki visi yang sama dalam konteks pembangunan nasional, yang secara legalitas dapat diwadahi dalam tugas TNI melalui OMSP (Operasi Militer Selain Perang) sesuai undang-undang TNI nomor 34 Tahun 2004, baik dalam hubungan pemberdayaan wilayah pertahanan maupun dalam konteks membantu pemerintah di daerah.  Oleh karena itu, Kementerian Pertanian RI selaku leading sector, terus berupaya keras untuk meningkatkan pembangunan di sektor pertanian dan memandang perlunya membangun kemitraan antar lembaga, khususnya kemitraan dengan TNI yang memiliki gelar satuan hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia, untuk dapat disinergikan dan didayagunakan sebesar-besarnya dalam mendukung program pembangunan sektor pertanian demi terwujudnya ketahanan nasional.
Continue reading →

Dansektor Timur UNIFIL kunjungi Area Operasi Indobatt di Lebanon

0 komentar
Komandan Sektor (Dansektor) Timur UNIFIL, Brigjen Julio Herrero Isla (Spanyol) mengunjungi Area of Responsibility (AOR) Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt), Jumat siang (13/4/2012) waktu Lebanon.
 
Area yang dikunjungi yaitu pos Panorama Point dan Flag Point yang letaknya di perbatasan antara dua Negara Lebanon dengan Israel, yang merupakan wilayah tanggung jawab dari Kompi A (Alphard) Indobatt.
 
Kunjungan Dansektor Timur UNIFIL di pos Indobatt ini dalam rangka Tour Area Operasi Sektor sekaligus mengecek kesiap siagaan satuan jajaran Sektor Timur  dalam menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing.
 
Kedatangan rombongan disambut oleh Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono di Panorama Point, dilanjutkan menerima paparan singkat tentang situasi dan kondisi di sekitar area pos yang disampaikan oleh Wadan Kompi Alphard Kapten Psk Phutut Herwanto.
 
Selanjutnnya, rombongan Dansektor Timur melanjutkan perjalanan menuju pos Flag Point yang tempatnya tidak terlalu jauh dari pos Panorama Point dan sempat berbincang-bincang sejenak dengan prajurit Indobatt yang sedang melaksanakan tugas jaga di pos tersebut.
 
Usai meninjau area operasi Indobatt, Dansektor Timur UNIFIL didampingi Brigjen Romero (calon pengganti) dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju perbatasan di daerah Syeh Abhatom yang merupakan area operasi dari Kontingen Nepal.
 
Sebelum meninggalkan area Indobatt, Komandan asal Spanyol ini menyampaikan terimakasih dan rasa bangganya, bahwa prajurit Indobatt telah melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga sampai saat ini situasi dan kondisi keamanan perbatasan di wilayah operasi Indobatt aman dan terkendali.
Continue reading →

Tim Ekspedisi Khatulistiwa TNI Jelajahi Hutan Kalimantan

0 komentar
TNI membentuk Tim Ekspedisi Khatulistiwa. Saat ini sedang melakukan penjelajahan di hutan belantara Pulau Kalimantan.

Riauterkini-KALIMTAN-Pada hari pertama berkiprah yang notabene masih merupakan tahap pengenalan medan, tim penjelajah yang merupakan bagian dari Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Sub Korwil 5 Nunukan, mulai menjelajahi hutan belantara, di kawasan hutan Simanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Kamis (12/4/2012). 


Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Sub Korwil 5 Nunukan yang dikomandani Letkol Inf Heri Setya (Dan Dim 0911Nunukan) dengan wakilnya Mayor Inf Achiruddin yang Pamen Kopassus itu diikuti oleh sedikitnya 106 personel yang terdiri dari: 83 prajurit TNI dari 3 matra (TNI AD, TNI AL dan TNI AU), ditambah 1 orang dari Pemprov Kaltim, 2 dari KNPI, 2 dari Dinas Sosial dan 2 dari Dinas Kehutanan Kabupaten Nunukan, serta 16 dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Sementara itu, Komandan Tim Penjelajah 1 Letda inf Ananta dan Komandan Tim Penjelajah 2 Letda Inf BobyKottachi, keduanya sepakat menyatakan tekadnya untuk merampungkan tugas yang diembankan kepadanya dengan penuh semangat, walaupun harus menghadapi berbagai rintangan alam, mulai dari lebatnya hutan, perbukitan terjal, rawa, dan sungai, belum lagi mereka harus melintasi kawasan yang belum pernah dijamah manusia.

Lettu Inf Rendra dan Lettu Ctp Zaini, dua orang perwira yang selalu sibuk membolak-balik lembaran peta di Posko menuturkan, kegiatan yang bertajuk “Lestarikan Alam Indonesia” itu akan berlangsung hingga 17 Juli mendatang.

Tujuan dari hajat akbar itu antara lain; Pertama, untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki naluri tempur di perbatasan,gunungdan pegunungan serta medan Ralasuntai(rawa,laut sungai dan pantai). Kedua,bertujuan membangkitkan kesadaran teritorial sehingga dikelola menjadi keunggulan teritorial.Ketiga,mendata serta meneliti segala potensi di perbatasan gunungdan pegunungan serta medan Ralasuntaidi pedalaman Kalimantan bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya sebagai sumbangsih TNI kepada pemerintah.

Selain itu, kegiatan berskala nasional itu juga bertujuan untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan melalui program Green, Clean, andHealthy.

Sementara itu,sasaran dari hajat akbar itu antara lain: Pertama,demi terpeliharanya naluri tempur prajurit diperbatasan,hutan, gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai, dikuasainya medan di perbatasan dan pedalaman Kalimantan. Kedua,demi terwujudnya jiwa persatuan dan kesatuan antara TNI, Polri dan seluruh komponen bangsa.Ketiga,demi terdatanya patok perbatasan, kerusakan hutan, segala potensi bencana dan geologi, flora faunakhususnya penyelamatan orang utan dan sosial budaya di perbatasan Kalimantan. Selain itu juga demi terwujudnya rasa cinta tanah air dan terpeliharanya persahabatan dunia dengan terpeliharanya kelestarian alam di perbatasan dan pedalaman Kalimantan.

Kegiatan bergengsi itu terdiri dari: unsur Komando dan Pengendali (Kodal), tim penjelajah, tim peneliti yang dibagi lagi menjadi 4 Unit, yakni Unit Kehutanan, Unit Flora dan Fauna, Unit Geologi dan Potensi Bencana Alam, dan Unit Sosial Budaya. Selain itu,masih ada satu tim lagi bernama tim Komunikasi Sosial (Komsos), dan tim ahli / peneliti yang berasal dari Dinas Sosial, Dinas Kehutanan, KNPI, Menwa, dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Tim Komsos ini bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat, mengemban misi untuk turut menyejahterakan masyarakat perbatasan, melalui upayanya dengan melakukan berbagai pendekatan sosial kemasyarakatan.
Continue reading →

Tim Ekspedisi Khatulistiwa Mengajak Warga Sambas Lestarikan Hutan

0 komentar
Letkol Chb. Fitry Taufiq Sahary, SE,MM selaku  Pa Korwil Barat dan Tengah mengajak mahasiswa dan warga sambas untuk melestarikan hutan. Hal ini dikatakannya dalam Seminar Wawasan Kebangsaan dan Sosialisasi Ekspedisi Khatulistiwa di Politeknik Terpikat Sambas, Rabu (11/4). 

Dalam seminar yang  dihadiri sekitar 300 mahasiswa itu, Letkol CHB Fitri Taufiq Sahary, SE, MM  mengatakan, upaya pelestarian hutan dan alam Kalimantan sesuai dengan tema Ekspedisi Khatulistiwa yakni “Peduli dan Lestarikan Alam Indonesia”. Selain itu, ekpedisi yang digagas TNI Angkatan Darat mempunyai tujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki naluri  tempur  di gunung, hutan, sungai dan pantai. “Sehingga, prajurit dapat menguasai seluruh medan yang sulit di daerah perbatasan, pedalaman, pegunungan, dan sungai yang ada di Kalimantan,” kata Fitry.

Dalam seminar yang juga dihadiri Muspida Sambas itu, Fitri menjelaskan, Tim Khusus Penjelajah Patok Perbatasan yang dipimpin Lettu Inf Taufik Arifyanto dari Grup-2 Kopassus bersama 46 anggotanya, akan berjalan menelusuri patok perbatasan sepanjang pulau Kalimantan. Mereka akan berjalan kaki sejauh 2004 Kilometer dengan target waktu selama 3,5 bulan. Tim khusus jelajah patok perbatasan mulai berjalan kaki dari patok A.1 yang berada di paling barat Pulau Kalimantan, tepatnya di Tanjung Datu sampai ke patok yang berada paling timur Pulau Kalimantan, tepatnya di Sei Pancang Pulau Sebatik. Tim Khusus Jelajah Gunung dan Patok Perbatasan Ekspedisi Khatulistiwa merupakan gabungan personil dari Kopassus, Taifib Marinir, Den Bravo'90 Paskhas, Kostrad dan Raider. “Timsus ini direkrut dari pasukan terbaik yang sudah diseleksi kesehatan dan fisiknya oleh kesatuan masing-masing,” kata Fitri. 

Disamping itu ada juga Timsus Rawa, laut, sungai dan pantai (Ralasuntai), yang dipimpin oleh Mayor Mar Freddy Ardianzah, akan menelusuri sepanjang pantai kalimantan, mulai dari tanjung datu sampai ke Sei Pancang Pulau Sebatik. Pasukan Timsus ini merupakan para prajurit pilihan dari 3 angkatan, yaitu dari Kopassus TNI AD, Kostrad, Marinir TNI AL dan Pakhas TNI AU.
Continue reading →

Membendung Sniper Liar di Ambon

0 komentar
Ketika konflik di Ambon berubah menjadi konflik horizontal  dan memicu perang saudara, satu Peleton (35 orang) Bravo di terjunkan. Tim Bravo yang tergabung dalam Batalyon Gabungan I (Yon Gab I) dikirim bersama pasukan elit lainnya, Marinir dan Kopassus.

Sebelum berangkat, Yon Gab I melakukan persiapan dengan latihan bersama di Bhumi Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. Satu bulan berlatih, Yon Gab I yang dalam operasi tempurnya memakai pakaian loreng TNI AD segera di berangkatkan ke Ambon.
 
Begitu Mendarat, Yon Gab I langsung dihadapkan pada situasi pertempuran yang sesungguhnya. Pihak-pihak yang bertikai, Kelompok Merah dan Kelompok Putih, memiliki senjata yang mematikan. Apalagi setelah gudang senjata Brimob di Galala berhasil di bobol dua pihak yang bertikai. Senjata organik TNI mulai dari senapan serbu, pistol organik, dan peluncur granat, setiap hari digunakan dalam pertempuran. Tugas Yon Gab 1 menjadi demikian berat karena harus mampu menyekat dua pihak yang bertikai sekaligus menghadapi tanggapan non kooperatif dari masyarakat setempat.

Dalam berbagai petempuran yang terjadi di kawasan Kairatu, Gemba, Masohi, Ambon dan lainnya, Yon Gab I selalu berhasil mengendalikan situasi meskipun harus kehilangan seorang personil dari kopassus. Tim Bravo yang tergabung di Peleton 3 meskipun tidak mengalami korban jiwa, tetapi mengalami musibah. Komandan Peletonnya, Lettu Psk Marsono terkena ledakan granat dan harus ditarik dari medan tempur. Akibatnya cukup serius. Tim Bravo untuk sementara tidak mempunyai komandan.

Markas Bravo segera bertindak dan secepatnya mengirim komandan baru, Letda Psk Dodi Irawan. Pengiriman Letda Dodi termasuk unik dan nekat. Perwira yang pernah berlatih dengan Kopassus itu diterjunkan seorang diri. Tiba di Bandara Pattimura, Ambon, Letda Dodi berusaha keras bergabung dengan pasukannya. Perlu perjuangan dan harus menembus berbagai pertempuran sengit sebelum sang Letnan bisa bergabung.

Akhirnya setelah berhasil bergabung dengan Kompi A, Letda Dodi bergabung dengan Tim Bravo dan segera memimpin operasi. Salah sau tugas pertempuran yang di laksanakan Bravo adalah perang countersniper. Maklum dalam situasi porak-poranda, sejumlah sniper liar kerap mengancam pasukan Yon Gab I.

Setelah 10 bulan bertugas dan kehadiran Yon Gab I diterima masyarakat, keadaan kota Ambon berangsur membaik. Kedamaian itu tidak berlangsung lama. Situasi genting pecah lagi oleh penembakan-penembakan terarah di kawasan Mardika dan di tujukan kepada Marinir dan Yon Gab I. Para Komandan Yon Gab I heran, karena penembakan gencar selalu diarahkan ke posisi mereka dan berasal dari berbagai arah. Pada malam hari tembakan yang di tujukan kepada Yon Gab I dan Marinir yang hanya bertahan, justru makin gencar dan berasal dari gedung-gedung.

Pangdam XVI Pattimura Brigjen TNI I Made Yasa tak mau tinggal diam. Panglima akhirnya mengizinkan Yon Gab I melakukan tindakan bela diri. Lewat operasi intelijen akhirnya bisa diketahui bahwa tembakan gencar itu berasal dari pasukan liar yang terkoordinir oleh komando gelap. Operasi tempur yang menargetkan pusat komando gelap pun di gelar. Sasaran jelas Hotel Wijaya II.

Dalam formasi penyergapan, Tim Bravo mendapat tugas menyerbu langsung ke dalam hotel. Mereka bertanggung jawab melumpuhkan satuan komando liar yang di yakini pengoordinir serangan gelap. Rupanya formasi Yon Gab I sudah di ketahui para penyerang. Akibatnya hujan tembakan menerjang mereka. Berkat latihan keras dan kemampuan tempur tinggi, secara pelahan Tim Bravo berhasil mendekati lokasi hotel dan melakukan pengepungan.

Mendapat perlawanan dari dalam hotel, kontak senjata berakibat melumpuhkan para perusuh yang ternyata memang benar bermarkas di hotel. Hasilnya cukup mengejutkan. Markas komando liar itu di kontrol perwira TNI dan Polri lengkap dengan perangkat pos komando, amunisi  dan sejumlah senjata laras panjang standar.

Setelah berhasil meringkus dalang perusuh yang bermarkas di Hotel wijaya II, situasi Ambon langsung reda. Sebulan kemudian Yon Gab I di tarik dari Ambon dan mendapat penghargaan tinggi dari Pangdam XVI Pattimura.
Continue reading →

TNI Akan Perkuat Perbatasan dengan 44 Tank Leopard Terbaru

0 komentar
Untuk memperkuat pengamanan di perbatasan Kalimantan Timur, segera akan ditempatkan satu skuadron helikopter serang Super Cobra dan satu Batalyon tank Leopard, dan ditargetkan siap pada akhir tahun 2012 ini.

Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subekti, mengatakan satu skuadron helikopter serang Super Cobra buatan Amerika Serikat sebanyak 16 unit akan ditempatkan di Kabupaten Berau. Sementara di Kabupaten Bulungan, ditempatkan 44 tank Leopard terbaru buatan Jerman.

Untuk pasukan infanteri akan dilengkapi satu Batalyon peluru kendali antitank-meriam jenis roket, yang juga dipusatkan di Kabupaten Berau. Kemampuan meriam jenis roket caliber 120 mm buatan Brazil itu cukup besar, mencapai 300 kg. Dengan kekuatan militer itu cukup untuk perbatasan Kaltim. Malaysia juga dijamin tidak akan macam-macam, dan seiring dengan pergantian alutsista yang sudah tua.

“Anggaran untuk alutsista ini dari Kemhan, sudah disetujui tahun lalu. Untuk peluru kendali antitank, anggarannya 405 juta dollar AS untuk 2,5 batalion, dengan rincian 1,5 batalion ditempatkan di pantai timur Sumatera, dan satu batalion di Berau. Untuk tank Leopard anggarannya 280 juta dollar AS, sedangkan heli serang anggarannya 200 juta dollar AS,” kata Mayjen TNI Subekti. Seperti dikutip dari Harian Kompas, Selasa (10/4).

Nah seperti kita ketahui, selama ini kondisi perbatasan menjadi perhatian kita semua. Bagaimana tidak, perbatasan di Kalimantan Timur selama ini hanya dijaga oleh alutsista yang biasa-biasa saja alias alutsista tua. Artinya bahwa perbatasan di Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Malaysia, hanya dijaga dengan tank-tank biasa, tidak seperti Malaysia yang menempatkan perbatasannya dengan main battle tank (MBT) atau tank berat.

Ini yang menjadi perhatian kita. Penting bagi Indonesia, terutama TNI untuk menempatkan alutsista maupun persenjataan yang modern yang sesuai untuk mengamankan perbatasan. Pengamanan perbatasan merupakan hal yang sangat penting. Sebab, daerah perbatasan adalah merupakan wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga ataupun negara lain, dan dalam sistem militer, apapun alasannya persenjataan yang ditempatkan di perbatasan haruslah merupakan persenjataan canggih, yang merupakan standar dalam kemiliteran. Itu harus.

Saat ini kita bersyukur karena TNI Angkatan Darat akan menambah kekuatan di darat dengan membentuk Batalyon Tank baru. Pengungkapan tentang pembentukan Batalyon tank telah diungkap Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo saat mengunjungi Jerman untuk membeli MBT Leopard bersama Wamen Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Keberadaan Tank Leopard sangatlah penting karena kemungkinan adanya ancaman terhadap NKRI kapan saja bisa terjadi (ancaman potensial yang sewaktu-waktu bisa menjadi ancaman nyata). Indonesia untuk saat ini baru membentuk batalyon tank, sedangkan Malaysia, Singapura dan Vietnam sudah memiliki MBT sejak lama.

Nah. Bagaimana dengan sikap kita menanggapi ini? Tentunya akan lebih bijak bila kita bersikap dan berpikiran positif bahwa apa yang dilakukan TNI dengan memiliki alutsista modern yang selama ini terus diupayakan tiada lain adalah demi kedaulatan wilayah NKRI, menjaga keutuhan dan persatuan NKRI.
Continue reading →