Sengketa Filipina & Vietnam Makin Panas

0 komentar
Meski Filipina dan Vietnam sepakat untuk memecahkan masalah sengketa Laut China Selatan dengan damai, akhir-akhir ini kedua negara tersebut tampak memperkeruh persengketaan. Mereka juga mengkikis kepercayaan dengan China.

Pada pertemuan Asean di Manila, Filipina, yang diselenggarakan Kamis 22 September pekan lalu, Filipina mengajukan proposal untuk menghindari segala bentuk konflik di Laut China Selatan. Filipina mengatakan, wilayah sengketa akan dijadikan zona damai, kebebasan, dan kerja sama.

Namun, di balik proposal tersebut, Manila mengusulkan untuk membagi perairan tersebut menjadi dua serta mengkategorikan satu sebagai wilayah sengketa dan lainnya wilayah non sengketa. Demikian seperti diberitakan Xinhua, Senin (26/9/2011).

Dalam usulan Filipina, para pihak pengklaim diperbolehkan melakukan eksplorasi di wilayah non sengketa, sementara itu wilayah sengketa akan dijadikan wilayah kerja sama.

Vietnam juga mengundang India untuk proyek pengeboran minyak di wilayah sengketa. India pun menolak usulan Vietnam atas dasar regulasi internasional.

Usulan Filipina dan Vietnam dianggap melanggar kedaulatan China yang menjadi pengklaim wilayah terbesar di perairan Laut China Selatan. China berharap seluruh negara dapat saling menghormati kedaulatannya dan menyelesaikan masalah dengan cara bilateral.

Sengketa Laut China Selatan cukup menegangkan hubungan antara China dan Filipina serta Vietnam. Ketiga negara tersebut menjadi pihak yang tampak agresif dalam sengketa di perairan itu. Tak jarang terdengar kabar adanya penyerangan kapal-kapal nelayan yang terjadi di wilayah sengketa tersebut oleh patroli laut China.

Enter your email address:

Leave a Reply