Tentara Filipina Tangkap Tersangka Pemberontak

0 komentar
Seorang gerilyawan yang dituduh memancung tentara-tentara Filipina dan seorang tamu dalam serangan-serangan lainnya ditangkap, Selasa (21/2/2012), di tempat persembunyiannya di pulau terpencil, kata pihak berwenang.

Pasukan keamanan menangkap Abdulpattah Ismael, angggta kelompok Abu Sayyaf, dalam satu operasi di satu desa Pulau Basilan, kata komandan polisi Inspektur Kepala Napoleon Estilles. "Ia tidak melawan. Ia ditangkap secara mendadak. Ia tidak memperkirakan ini akan terjadi, jadi ia tidak punya waktu untuk bereaksi," kata Estilles kepada AFP.


    
Ismael menghadapi tuduhan-tuduhan pembunuhan karena ikut serta dalam satu serangan di Basilan tahun 2007 yang menewaskan 14 marinir. Dari jumlah itu,  10 di antara mereka dipancung, dalam salah satu dari serangan-serangan paling banyak menelan korban jiwa oleh kelompok Abu Sayyaf terhadap militer Filipina.
    
Estilles mengatakan, Ismsel juga ikut dalam serangan di satu penjara di Basilan tahun 2009 yang menyebabkan 31 nara pidana melarikan diri termasuk gerilyawan-gerilaywan Muslim, dan tewasnya seorang petugas lembaga pemasyarakatan itu.
    
Abu Sayyaf adalah satu kelompok kecil gerilyawan yang dibentuk tahun 1990-an dengan dana dari pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden. Kelompok itu dipersalahkan atas serangan-serangan terburuk negara itu, termasuk ledakan bom di satu kapal feri di Manila tahun 2004 yang menewaskan lebih dari 100 orang. Para gerilyawan Abu Sayyaf berpangkalan di daerah tepencil dan banyak dihuni warga Muslim di Filipina selatan termasuk Pulau Basilan.
    
Pasukan khusus AS yang berjumlah 600 personel digelar di wilayah selatan itu untuk melatih pasuan lokal tentang bagaimana  menghadapi Abu Sayyaf dan kelompok-kelompok gerilyawan lainnya.
    
Abu Sayyaf kini memiliki beberapa ratus anggota, menurun dari 2.000 anggota pada sepuluh tahun lalu, kata para pengamat militer dan keamanan. Pasukan keamanan Filipina secara reguler mengklaim kemenangan melawan kelompok itu.
    
Militer mengatakan, mereka mengebom tempat persembunyian Abu Sayyaf di Pulau Jolo dekat Basilan awal bulan ini. Serangan itu menewaskan  15 gerilyawan  termasuk tiga pemimpin senior Abu Sayyaf dan sekutunya kelompok Jemaah Islamiyah.
    
Tetapi Abu Sayyaf tetap merupakan ancaman keamanan dan dituduh sering melakukan penculikan untuk meminta uang tebusan. Tujuh warga asing diculik dalam tahun-tahun belakangan ini, dan diperkirakan masih mereka tahan.

Enter your email address:

Leave a Reply